Banjir Karawang Kembali Rendam Ratusan Rumah, Aparat Gabungan Evakuasi Warga

Banjir Karawang kembali melanda Desa Karangligar, merendam ratusan rumah dan memaksa aparat gabungan mengevakuasi warga terdampak, dengan prioritas lansia dan anak-anak.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Banjir Karawang Kembali Rendam Ratusan Rumah, Aparat Gabungan Evakuasi Warga
Banjir Karawang kembali melanda Desa Karangligar, merendam ratusan rumah dan memaksa aparat gabungan mengevakuasi warga terdampak, dengan prioritas lansia dan anak-anak. (AntaraNews)

Banjir Karawang kembali merendam ratusan rumah di Desa Karangligar, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, pada Jumat pagi. Peristiwa ini terjadi akibat tingginya intensitas hujan yang menyebabkan Sungai Cibeet meluap. Aparat gabungan segera bergerak mengevakuasi warga terdampak.

Kapolres Karawang, AKBP Fiki Novian Ardiansyah, menyatakan personel langsung diterjunkan setelah kabar banjir diterima. Ketinggian air di beberapa titik mencapai dua meter. Tim SAR gabungan fokus pada evakuasi cepat terhadap warga.

Bencana banjir ini dimulai sekitar pukul 02.00 WIB dini hari di wilayah RT 02 dan RT 03. Hingga pukul 08.00 WIB, sebanyak 218 unit rumah terendam. Dilaporkan 910 warga terdampak Banjir Karawang di sekitar desa tersebut.

Tim gabungan yang terdiri dari Satpolairud Polres Karawang, BKO Ditpolairud Polda Jabar, Babinsa, BPBD Kabupaten Karawang, serta Pemerintah Desa Karangligar langsung menuju lokasi. Mereka melakukan penanganan darurat untuk membantu warga. Pemerintah daerah setempat juga terus mendata kebutuhan logistik dan pengungsian bagi korban Banjir Karawang.

Kapolres Karawang menegaskan prioritas utama evakuasi. "Prioritas utama kami adalah warga yang sakit, lansia, dan anak-anak agar segera dipindahkan ke tempat yang lebih aman," katanya. Langkah ini diambil untuk memastikan keselamatan kelompok rentan di tengah kondisi darurat.

Proses evakuasi dilakukan secara cermat mengingat kondisi air yang tinggi. Tim berupaya menjangkau setiap rumah yang terdampak. Upaya ini merupakan respons cepat terhadap situasi Banjir Karawang yang mendesak.

Selain evakuasi, tim gabungan juga berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memadamkan aliran listrik. Tindakan ini penting guna menghindari risiko korsleting dan bahaya lainnya yang mungkin timbul akibat genangan air. Keselamatan warga menjadi perhatian utama dalam setiap langkah penanganan.

Kapolres juga mengimbau warga untuk tetap waspada terhadap potensi peningkatan debit air. "Kami mengimbau warga untuk tetap waspada karena debit air cenderung meningkat. Prioritaskan juga untuk menyelamatkan barang-barang berharga," ujarnya. Peringatan dini ini diharapkan dapat meminimalkan kerugian lebih lanjut.

Koordinasi antar instansi pemerintah daerah dan aparat keamanan sangat krusial. Sinergi ini memastikan penanganan Banjir Karawang berjalan efektif. Informasi terkini terus disampaikan kepada masyarakat.

Peristiwa Banjir Karawang di Desa Karangligar ini bukanlah yang pertama kali terjadi. Wilayah tersebut sebelumnya juga sempat terendam banjir pada akhir Januari 2026. Kala itu, ratusan rumah di daerah yang sama juga terdampak selama beberapa hari.

Pola banjir berulang ini menunjukkan perlunya solusi jangka panjang. Pemerintah daerah diharapkan dapat mencari akar masalah dan solusi preventif. Mitigasi bencana menjadi sangat penting untuk mengurangi dampak di masa mendatang.

Data historis menunjukkan Karawang, khususnya Desa Karangligar, rentan terhadap banjir. Faktor geografis dan intensitas hujan tinggi berkontribusi pada kondisi ini. Kewaspadaan masyarakat dan kesiapsiagaan pemerintah harus terus ditingkatkan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi