Atlet panjat tebing kebanggaan Indonesia, Putra Tri Ramadani, berhasil mengukir prestasi gemilang dengan melaju ke putaran semifinal disiplin lead putra pada ajang World Climbing Series Chamonix 2026. Kompetisi bergengsi ini diselenggarakan di Chamonix, Prancis, dan menjadi panggung bagi para pemanjat tebing terbaik dunia. Keberhasilan Putra Tri ini menempatkannya di antara 24 pemanjat teratas setelah melewati babak kualifikasi yang ketat pada Sabtu (11/7) waktu setempat.
Putra Tri Ramadani, yang akrab disapa Srondeng, menunjukkan performa impresif dengan menempati peringkat ke-12 di babak kualifikasi, mengumpulkan nilai 13,32. Hasil ini secara langsung mengamankan tiketnya untuk berlaga di semifinal, menjaga asa Indonesia untuk meraih podium di kancah internasional. Tren positif ini melanjutkan performa apik Srondeng sepanjang musim 2026, yang sebelumnya telah mencetak sejarah bagi panjat tebing Indonesia.
Sementara itu, beberapa wakil Indonesia lainnya harus terhenti di babak kualifikasi. Raviandi Ramadhan di disiplin lead putra berada di posisi ke-33, sedangkan Tsany Alma Ariella di sektor putri finis di urutan ke-49. Meskipun demikian, Indonesia masih memiliki harapan besar melalui disiplin speed yang juga mengirimkan atlet-atlet terbaiknya dalam seri Chamonix ini.
Advertisement
Advertisement
Performa Gemilang Putra Tri Ramadani di Disiplin Lead
Keberhasilan Putra Tri Ramadani melaju ke semifinal lead World Climbing Series Chamonix 2026 menjadi sorotan utama bagi kontingen Indonesia. Dengan peringkat ke-12 di babak kualifikasi, Srondeng membuktikan konsistensinya di level tertinggi panjat tebing dunia. Ia akan kembali berjuang di babak semifinal yang dijadwalkan pada Minggu (12/7) sore WIB, dengan harapan bisa melangkah lebih jauh ke babak final.
Perjalanan Putra Tri di musim 2026 memang patut diacungi jempol. Ia sebelumnya mencetak sejarah sebagai atlet Indonesia pertama yang meraih medali emas disiplin lead pada World Climbing Series di seri Praha. Konsistensi ini berlanjut dengan finis di peringkat keempat pada seri Innsbruck, menunjukkan bahwa Putra Tri Ramadani adalah kekuatan yang patut diperhitungkan di setiap kompetisi.
Babak kualifikasi lead putra sendiri dipimpin oleh pemanjat asal Austria, Jakob Schubert, dengan nilai 1,58, diikuti oleh Alberto GinesLopez dari Spanyol dengan nilai 3,54. Persaingan ketat ini menunjukkan bahwa Putra Tri harus mengerahkan seluruh kemampuannya untuk bisa bersaing dengan para atlet top dunia di babak selanjutnya.
Advertisement
Advertisement
Dominasi Indonesia di Disiplin Speed
Tidak hanya di disiplin lead, Indonesia juga menunjukkan dominasi yang kuat di disiplin speed pada World Climbing Series Chamonix 2026. Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing Indonesia (PP FPTI) mengirimkan tujuh atlet terbaiknya untuk berlaga di disiplin ini, dan hasilnya sangat memuaskan dengan lima atlet berhasil melaju ke babak 16 besar. Ini menunjukkan potensi besar atlet-atlet speed Indonesia di kancah global.
Di sektor putra, tiga nama berhasil mengamankan tempat di babak 16 besar: Veddriq Leonardo, Aditya Tri Syahria, dan Antasyafi Robby Al Hilmi. Mereka masing-masing menempati peringkat keenam, ketujuh, dan kesembilan di babak kualifikasi, menunjukkan kecepatan dan ketepatan yang luar biasa. Sayangnya, Raharjati Nursamsa harus terhenti di posisi ke-18 dan belum berhasil melaju.
Sektor putri juga tidak kalah membanggakan. Desak Made Rita Kusuma Dewi dan Kadek Adi Asih sukses melaju ke babak 16 besar setelah finis di peringkat keenam dan ke-11 kualifikasi. Keberhasilan ini menambah daftar panjang atlet putri Indonesia yang berprestasi di disiplin speed. Namun, Raji'ah Sallsabillah belum berhasil mengamankan tiket ke putaran final, mengakhiri perjalanannya di Chamonix.
Advertisement
Babak final disiplin speed dijadwalkan akan berlangsung pada Minggu (12/7) sekira pukul 03.00 WIB, menjanjikan pertarungan sengit untuk memperebutkan medali. Para penggemar panjat tebing Indonesia tentu menantikan kabar baik dari para atlet speed ini.
Advertisement
Asa Indonesia di Panggung Dunia
Keberhasilan Putra Tri Ramadani dan lima atlet speed Indonesia di World Climbing Series Chamonix 2026 menegaskan posisi Indonesia sebagai salah satu kekuatan panjat tebing yang patut diperhitungkan. Prestasi ini bukan hanya kebanggaan bagi atlet, tetapi juga bagi seluruh bangsa Indonesia. Dukungan penuh dari PP FPTI dan masyarakat menjadi kunci utama dalam meraih pencapaian ini.
Tren positif sepanjang musim 2026, dengan medali emas di Praha dan performa konsisten di Innsbruck, menunjukkan bahwa program pembinaan atlet panjat tebing Indonesia berjalan efektif. Diharapkan, hasil di Chamonix ini dapat menjadi motivasi tambahan bagi para atlet untuk terus berprestasi dan mengharumkan nama Indonesia di berbagai kejuaraan internasional lainnya.
Dengan jadwal semifinal lead pada Minggu sore dan final lead pada Senin dini hari, serta final speed pada Minggu dini hari, seluruh mata akan tertuju pada Chamonix. Semoga atlet-atlet Indonesia dapat memberikan penampilan terbaik dan membawa pulang kebanggaan bagi tanah air.
Advertisement
Sumber: AntaraNews