Program revitalisasi sekolah di Provinsi Lampung menunjukkan capaian signifikan sepanjang tahun 2025. Sebanyak 703 unit sekolah di berbagai wilayah Lampung telah berhasil diperbaiki melalui inisiatif pemerintah ini. Keberhasilan ini menyoroti komitmen dalam meningkatkan fasilitas pendidikan di daerah tersebut.
Kepala Seksi Pembinaan dan Pelaksanaan Anggaran II C Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kemenkeu Lampung, Gwen Adhitya Amalkhan, mengungkapkan bahwa dana sebesar Rp500 miliar telah dicairkan. Angka ini mencerminkan persentase sekitar 97,19 persen dari total anggaran yang dialokasikan untuk perbaikan sekolah di Lampung. Pencairan dana yang hampir optimal ini mengindikasikan efektivitas pelaksanaan program.
Kabupaten Lampung Selatan menjadi wilayah penerima manfaat terbesar dari program revitalisasi sekolah ini. Sebanyak 102 unit sekolah di Lampung Selatan mendapatkan perbaikan, menunjukkan fokus pada pemerataan kualitas pendidikan. Inisiatif ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang lebih kondusif dan mendukung peningkatan mutu sumber daya manusia di Lampung.
Advertisement
Advertisement
Capaian dan Distribusi Anggaran Revitalisasi Sekolah Lampung
Pelaksanaan program revitalisasi sekolah pada tahun 2025 di Lampung berhasil menyerap anggaran secara optimal. Dana sebesar Rp500 miliar telah disalurkan, mencapai 97,19 persen dari total alokasi yang ada. Dana ini berasal dari pemerintah pusat, menunjukkan dukungan kuat terhadap sektor pendidikan di daerah. Revitalisasi ini tidak hanya memperbaiki infrastruktur tetapi juga diharapkan berdampak positif pada proses belajar mengajar.
Distribusi perbaikan mencakup 703 unit sekolah di seluruh Provinsi Lampung, dengan Lampung Selatan sebagai penerima terbesar. Kabupaten ini menerima perbaikan untuk 102 unit sekolah, menegaskan prioritas pada wilayah dengan kebutuhan mendesak. Program ini bertujuan untuk memastikan bahwa fasilitas pendidikan dasar dan menengah memenuhi standar yang layak, sehingga siswa dapat belajar di lingkungan yang aman dan nyaman.
Meskipun demikian, untuk tahun 2026, belum ada kegiatan revitalisasi yang direncanakan. Baik melalui skema bantuan pemerintah dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) ataupun Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik, program serupa belum diagendakan. Hal ini menunjukkan adanya jeda dalam perencanaan program revitalisasi lanjutan, yang mungkin akan dievaluasi kembali di masa mendatang.
Advertisement
Advertisement
Proyek Strategis Pendidikan Lain di Lampung
Selain revitalisasi, Lampung juga memiliki program strategis lain di sektor pendidikan, termasuk pembangunan SMA Unggul Garuda. Hingga Maret 2026, pembangunan fisik untuk SMA Unggul Garuda ini belum dimulai. Namun, usulan lokasi telah diajukan di Kabupaten Lampung Selatan, Pringsewu, dan Mesuji, meskipun hanya satu lokasi yang akan dipilih untuk pembangunan. SMA Unggul Garuda dirancang sebagai sekolah berasrama dengan fasilitas modern untuk mencetak generasi unggul.
Program Sekolah Rakyat juga menjadi fokus penting di Provinsi Lampung. Saat ini, telah ada tiga Sekolah Rakyat yang berlokasi di Desa Muara Jaya, Kecamatan Sukadana, Lampung Timur; Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan; dan Desa Purwotani, Kecamatan Jati Agung, Lampung Selatan. Pembangunan Sekolah Rakyat di Kota Baru, yang dirancang sebagai sekolah berasrama, telah dimulai sejak Desember 2025 dengan total anggaran Rp670 miliar untuk tiga lokasi di Lampung.
Sekolah Rakyat yang saat ini masih menempati fasilitas sementara, seperti Sekolah Rakyat Terintegrasi 35 Bandarlampung dan SRMA 32 Lampung Selatan, akan direlokasi. Mereka akan dipindahkan ke gedung permanen di Kota Baru. Relokasi ini dijadwalkan untuk beroperasi penuh pada tahun ajaran 2026/2027, memastikan lingkungan belajar yang lebih stabil dan representatif bagi para siswa.
Advertisement
Sumber: AntaraNews