Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) secara proaktif menerapkan skema tanam padi rapat presisi guna mendongkrak hasil panen gabah para petani di wilayahnya. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya modernisasi sektor pertanian untuk mencapai kemandirian pangan daerah.
Dinas Pangan Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kaltim memproyeksikan peningkatan signifikan melalui metode agrikultur modern ini. Produktivitas sawah diharapkan mampu melipatgandakan hasil panen, dari awalnya rata-rata empat ton menjadi maksimal dua belas ton per hektare.
Program strategis yang dikenal sebagai Pertanian Modern Advanced Agricultural System (PM-AAS) ini menjangkau penggarapan lahan seluas 7.000 hektare di seluruh Kaltim. Langkah ini diambil untuk memastikan pasokan pangan yang stabil dan berkelanjutan bagi masyarakat.
Advertisement
Advertisement
Inovasi Metode dan Peningkatan Produktivitas Pertanian
Skema tanam padi rapat presisi ini mengedepankan pengaturan jarak baris benih yang sangat akurat, mencapai tiga sentimeter. Tata kelola lahan yang efisien ini dirancang untuk memberikan ruang tumbuh yang optimal bagi setiap tanaman padi, sehingga potensi hasil panen dapat meningkat secara signifikan.
Metode penanaman rapat ini menyaratkan peningkatan volume penggunaan benih padi unggul pilihan, dengan takaran mencapai sekitar 80 kilogram untuk setiap satu hektare hamparan persawahan. Jumlah ini jauh lebih tinggi dibandingkan standar reguler yang hanya 25 kilogram per hektare, atau 40 kilogram per hektare untuk sawah baru.
Guna meringankan beban kerja fisik para petani saat menyemai benih dalam jumlah besar, pemerintah daerah turut mendistribusikan fasilitas mekanisasi. Bantuan berupa mesin penanam langsung atau drum seeder ini terbukti mempercepat proses penanaman di lahan basah.
Advertisement
Selain mempercepat proses, kehadiran alat pertanian modern ini juga memastikan keakuratan jarak antarbenih agar sesuai dengan standar tumbuh optimal. Hal ini krusial untuk keberhasilan skema tanam rapat presisi dan pencapaian target produktivitas yang tinggi.
Advertisement
Dukungan Komprehensif dan Pengawasan Berkelanjutan
Implementasi metode inisiatif Kementerian Pertanian ini terus dikawal secara komprehensif oleh sekitar 600 tenaga penyuluh pertanian. Setiap petugas penyuluh memiliki tanggung jawab untuk mendampingi para penggarap pada hamparan lahan seluas sepuluh hingga sebelas hektare.
Kepastian keberlangsungan proses produksi pangan ini ditopang melalui jaminan pasokan pupuk serta penyediaan pestisida. Langkah ini penting guna mengantisipasi potensi kemunculan hama akibat sistem penanaman berjarak sangat dekat, yang bisa menjadi tantangan dalam metode ini.
Kawasan sentra agrikultur di Sambutan, Samarinda, dan Samboja di Kutai Kartanegara saat ini telah dipilih sebagai lahan percontohan awal. Pemilihan lokasi ini diharapkan dapat menjadi model keberhasilan yang menginspirasi petani di daerah lain.
Advertisement
Kepala Dinas Pangan Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kaltim, Fahmi Himawan, menyatakan optimismenya terhadap program ini. Ia berharap kesuksesan panen raya dari lahan percontohan ini dapat menginspirasi semakin banyak warga desa untuk beralih menerapkan pertanian modern demi mengamankan kemandirian pangan.
Sumber: AntaraNews