Family office (perusahaan pengelola kekayaan) milik pendiri Amazon, Jeff Bezos melakukan investasi ke lima start-up sekaligus. Menurut data ekslusif dari platform intelejen kekayan, Finterx, angka ini menyumbang 10 persen dari total transaksi family office sepanjang bulan lalu.
Lima pendanaan besar yang dilakukan oleh perusahaan yang telah berusia 21 tahun tersebut salah satunya adalah pendanaan Seri B senilai USD 12 miliar untuk Prometheus. Startup itu kini bernilai sekitar USD 41 miliar dan menempatkan Bezos sebagai co-founder sekaligus co-CEO.
Dikutip dari CNBC, Minggu (11/7), data dari Fintrx menunjukkan bahwa Bezos Expedition kini menjadi investor family office paling aktif sepanjang tahun ini dengan total delapan investasi langsung di perusahaan swasta.
Prometheus bertujuan untuk menciptakan 'insinyur buatan' (artificial engineer) yang dapat mempercepat proses desain dan manufaktur produk fisik, mulai dari mesin jet hingga obat-obatan, seperti yang disampaikan Bezos kepada David Faber dari CNBC pada 11 Juni lalu.
Bezos juga mengatakan dalam sebuah wawancara di program 'Squawk Box' bahwa sesuatu yang menggerakkan kekayaan suatu bangsa adalah penemuan.
"Tujuan kami di Prometheus, apa yang sedang kami kerjakan, adalah membangun seperangkat alat yang mempercepat siklus penemuan tersebut. Jadi, berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk meningkatkan sesuatu? Berapa lama waktu yang dibutuhkan, dari ide hingga benar-benar diproduksi, melihat perkembangannya, dan menjadi objek yang berguna?," lanjutnya.
Advertisement
Menggalang Dana Lebih dari USD 18 Miliar
Ia menambahkan bahwa Prometheus harus menggalang modal lebih dari USD 18 miliar untuk membangun kumpulan data (dataset) masif yang membutuhkan daya komputasi sangat besar.
Meski Prometheus menyita sebagian besar waktu Bezos, perusahaan investasi yang menggunakan namanya tersebut juga menambahkan empat startup baru ke dalam portofolionya lewat pendanaan bernilai sembilan digit (ratusan juta dolar), yaitu General Intuition, CuspAI, Generalist, dan Flourish.
Portofolio Bezos Expeditions menunjukkan betapa luasnya pendekatan dan tujuan dalam pengembangan model AI saat ini. Yaitu, CuspAI, Membangun model AI untuk bidang kimia, Flourish, startup yang mengembangkan model AI yang terinspirasi oleh otak manusia, Generalist, berfokus pada pengembangan robot agar mampu menangani tugas-tugas yang semakin kompleks.
General Intuition memanfaatkan jutaan jam cuplikan video game untuk melatih model AI spasial. Menariknya, Hillspire. family office milik mantan CEO Google, Eric Schmidt juga ikut berpartisipasi dalam pendanaan Seri A senilai USD 320 miliar untuk startup ini.
Advertisement
Tidak Khawatir dengan Gelembung Ekonomi AI
Bezos sempat menyampaikan kepada CNBC pada awal musim semi ini bahwa ia tidak khawatir dengan potensi terjadinya gelembung ekonomi (bubble) di sektor AI.
"Bahkan jika ini ternyata menjadi sebuah bubble, Anda tidak perlu khawatir karena bubble tersebut mendorong investasi, dan banyak dari investasi itu yang nantinya akan terbukti sangat sehat," kata Bezos dalam sebuah wawancara dengan Andrew Ross Sorkin di "Squawk Box" pada bulan Mei lalu.
"Investor saat ini memang belum belajar bagaimana membedakan antara ide yang bagus dan ide yang buruk, dan itu tidak masalah. Karena ide-ide yang bagus nantinya akan mampu menutup semua kerugian dari ide-ide yang gagal.”