Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Pemprov Sulbar) mengambil langkah proaktif dalam upaya mitigasi bencana dengan menggelar rapat pembahasan pemasangan alat seismometer. Inisiatif strategis ini berlokasi di kawasan Kantor Gubernur Sulbar, menunjukkan komitmen nyata pemerintah daerah. Rapat yang dipimpin oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Sulbar, Amir S Dado, ini fokus pada kesiapan teknis, kelembagaan, dan dukungan regulasi. Tujuan utamanya adalah memperkuat sistem pemantauan aktivitas seismik di wilayah tersebut, sebagai respons terhadap potensi bencana gempa bumi yang kerap melanda Sulbar.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Daerah (PURD) Provinsi Sulbar, Surya Yuliawan Sarifuddin, menyatakan bahwa pemasangan seismometer merupakan sebuah inovasi. Inovasi ini menjadi bagian dari solusi bersama dalam memperkuat sistem kesiapsiagaan daerah menghadapi potensi bencana. Data yang dihasilkan dari seismometer nantinya akan menjadi dasar penting. Informasi ini akan digunakan dalam pengambilan kebijakan, perencanaan pembangunan, hingga upaya mitigasi risiko di seluruh wilayah.
Surya Yuliawan juga menegaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk dedikasi bersama. Dedikasi tersebut bertujuan untuk menghadirkan rasa aman bagi masyarakat Sulawesi Barat. Secara nasional, penguatan jaringan pemantauan kegempaan menjadi salah satu prioritas pemerintah melalui BMKG. Ini bertujuan untuk meningkatkan kecepatan deteksi dan kualitas informasi kebencanaan di seluruh Indonesia.
Advertisement
Advertisement
Pentingnya Seismometer untuk Kesiapsiagaan Daerah
Bagi provinsi yang berada di jalur aktif sesar seperti Sulbar, kehadiran seismometer di kawasan strategis pemerintahan sangat vital. Pemasangan ini merupakan langkah penting untuk mendukung pengambilan keputusan berbasis data yang akurat. Selain itu, seismometer juga memperkuat ketahanan infrastruktur daerah. Tujuannya adalah membangun budaya kesiapsiagaan menghadapi bencana demi melindungi masyarakat dan menjamin keberlanjutan pembangunan.
Langkah ini sejalan dengan komitmen Pemerintah Provinsi Sulbar dalam mewujudkan infrastruktur yang andal dan berwawasan lingkungan. Hal ini sekaligus memperkuat ketangguhan daerah terhadap bencana alam. Pemerintah Provinsi Sulbar terus mendorong pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan. Namun, pembangunan juga harus menjamin keselamatan masyarakat melalui pemanfaatan teknologi dan sistem mitigasi yang lebih modern.
Seismometer sendiri adalah sensor atau alat utama yang berfungsi untuk mendeteksi, mengukur, dan mencatat getaran atau pergerakan pada permukaan bumi. Alat ini mengubah gelombang seismik akibat gempa bumi, letusan gunung berapi, atau ledakan menjadi sinyal listrik yang kemudian direkam menjadi grafik. Dengan data ini, seismolog dapat menganalisis dan menghitung besaran gempa.
Advertisement
Advertisement
Sulbar di Jalur Sesar Aktif dan Trauma Gempa
Pemasangan alat seismometer ini menjadi semakin relevan setelah gempa bumi magnitudo 4,7 mengguncang Kabupaten Polewali Mandar pada Kamis (9/7) lalu. Gempa tersebut turut dirasakan hingga di wilayah Mamuju, mengingatkan kembali akan kerentanan daerah. Bagi sebagian warga di Mamuju, Majene, dan kabupaten lainnya di Sulbar, setiap getaran gempa masih menyisakan trauma mendalam.
Guncangan tersebut kembali mengingatkan masyarakat akan peristiwa gempa magnitudo 6,2 yang pernah melanda Sulbar pada 15 Januari 2021. Gempa bumi 2021 tersebut menyebabkan kerusakan parah dan korban jiwa, khususnya di Majene dan Mamuju. Oleh karena itu, penguatan sistem pemantauan dini menjadi kebutuhan nyata yang mendesak. Hal ini diperlukan untuk meningkatkan kesiapsiagaan pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi potensi gempa bumi.
Surya Yuliawan menambahkan bahwa Sulbar memiliki catatan kelam akibat bencana gempa bumi. Pengalaman pahit tersebut mengajarkan bahwa mitigasi tidak boleh berhenti hanya pada pembangunan fisik semata. Pembangunan infrastruktur harus selalu menempatkan keselamatan manusia sebagai tujuan utama. Bukan hanya konstruksi yang harus dijaga, tetapi manusia yang berada di dalamnya jauh lebih penting untuk dilindungi secara bersama-sama.
Advertisement
Sumber: AntaraNews