Polres Karawang dan Tim Gabungan Gencarkan Evakuasi Banjir Karawang, Prioritaskan Keselamatan Warga

Polres Karawang bersama tim gabungan bergerak cepat melakukan Evakuasi Banjir Karawang yang melanda sejumlah wilayah, memastikan keselamatan warga menjadi prioritas utama.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Polres Karawang dan Tim Gabungan Gencarkan Evakuasi Banjir Karawang, Prioritaskan Keselamatan Warga
Polres Karawang bersama tim gabungan bergerak cepat melakukan Evakuasi Banjir Karawang yang melanda sejumlah wilayah, memastikan keselamatan warga menjadi prioritas utama. (AntaraNews)

Kepolisian Resor Karawang bersama tim gabungan yang terdiri dari unsur TNI, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan sejumlah relawan bergerak cepat membantu warga terdampak banjir di wilayah Karawang, Jawa Barat. Mereka turun langsung ke lokasi kejadian pada Minggu pagi, 18 Januari, menyusul laporan kejadian banjir. Fokus utama operasi ini adalah mengevakuasi masyarakat yang terjebak serta mendistribusikan bantuan kemanusiaan yang sangat dibutuhkan.

Kapolres Karawang, AKBP Fiki Novian Ardiansyah, menegaskan komitmen semua pihak untuk hadir di tengah masyarakat yang kesulitan akibat bencana. Ia menyatakan bahwa keselamatan warga menjadi prioritas utama dalam setiap langkah penanganan banjir. Proses evakuasi hingga penyaluran bantuan dilakukan dengan cermat untuk memastikan bantuan sampai kepada yang berhak.

Bencana banjir ini terjadi akibat luapan Sungai Citarum dan Cibeet yang merendam sejumlah daerah di Karawang. Wilayah terdampak meliputi perumahan di Kecamatan Telukjambe Timur dan Karawang Barat, serta pemukiman di Telukjambe Barat, Rengasdengklok, dan Pangkalan. Banjir juga melanda areal persawahan dan jalan raya, mengganggu aktivitas warga.

Setelah mendapatkan laporan kejadian banjir, Polres Karawang bersama unsur TNI, BPBD, dan seluruh relawan bergerak cepat membantu masyarakat. Mereka menyiagakan personel gabungan untuk melakukan evakuasi warga yang terjebak di rumah atau lokasi terisolir. Selain itu, pengamanan lokasi terdampak juga menjadi fokus untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

Kapolres Karawang, AKBP Fiki Novian Ardiansyah, menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor yang solid dalam penanganan bencana ini. Ia juga menyoroti keselamatan personel yang bertugas di lapangan agar dapat bekerja secara optimal. Pendekatan humanis kepada warga terdampak juga menjadi perhatian utama untuk memberikan dukungan moral.

Kasi Humas Polres Karawang, Ipda Cep Wildan, mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi peningkatan debit air. Warga diminta untuk selalu mengikuti arahan dari petugas di lapangan demi keamanan bersama dan kelancaran proses evakuasi. Sinergitas seluruh unsur menjadi kunci dalam penanganan bencana, diharapkan dapat memberikan rasa aman dan meringankan beban masyarakat.

Banjir yang melanda Karawang pada Minggu pagi dipicu oleh luapan dua sungai besar, yaitu Sungai Citarum dan Cibeet. Curah hujan tinggi di hulu menyebabkan peningkatan debit air yang signifikan. Luapan ini menyebabkan genangan di berbagai kawasan pemukiman dan infrastruktur penting, mengganggu kehidupan sehari-hari warga.

Beberapa wilayah yang paling parah terdampak banjir meliputi sejumlah perumahan di Kecamatan Telukjambe Timur dan Karawang Barat. Selain itu, kawasan pemukiman di Kecamatan Telukjambe Barat, Rengasdengklok, dan Pangkalan juga terendam air. Banjir juga melanda areal persawahan yang luas serta beberapa ruas jalan raya utama, menghambat mobilitas.

Hingga Minggu siang, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karawang belum merilis data resmi mengenai jumlah rumah yang terendam banjir. Data mengenai jumlah keluarga dan jiwa yang terdampak akibat luapan Sungai Citarum dan Cibeet juga masih dalam proses pendataan. Koordinasi terus dilakukan untuk mengumpulkan informasi lengkap dan akurat mengenai skala bencana.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi