Banjir yang melanda Desa Ranca Sanggal, Kecamatan Cinangka, Serang, telah menyebabkan ratusan rumah terendam dan mengganggu aktivitas warga sejak Rabu (17/12) malam. Tingginya intensitas hujan dan meluapnya air dari Rawa Danau menjadi pemicu utama bencana ini, mendorong Pemerintah Kabupaten Serang untuk mengambil langkah cepat dan terkoordinasi. Bupati Serang, Ratu Rachmatuzakiyah, langsung meninjau lokasi terdampak untuk melihat langsung kondisi warganya.
Dalam upaya penanganan jangka panjang, Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah menyatakan komitmennya untuk segera berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait. Fokus utama adalah pelaksanaan normalisasi sungai guna mengatasi masalah banjir yang kerap terjadi di wilayah tersebut. Langkah ini diharapkan dapat memberikan solusi permanen bagi masyarakat yang terdampak.
Koordinasi ini melibatkan Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau, Ciujung, Cidurian (BBWSC3) serta Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) untuk meninjau teknis pelaksanaan di lapangan. Penanganan banjir di Serang ini tidak hanya berfokus pada evakuasi dan bantuan logistik, tetapi juga pada solusi infrastruktur yang berkelanjutan untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang.
Advertisement
Advertisement
Koordinasi Lintas Sektor untuk Normalisasi Sungai
Bupati Serang, Ratu Rachmatuzakiyah, telah mengambil langkah proaktif dengan berkoordinasi intensif bersama Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau, Ciujung, Cidurian (BBWSC3) dan Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA). Kolaborasi ini bertujuan untuk segera meninjau aspek teknis pelaksanaan normalisasi sungai di Desa Ranca Sanggal. Peninjauan ini krusial untuk memastikan metode penanganan yang efektif dan tepat sasaran dalam upaya mengatasi banjir Serang.
Menurut Zakiyah, BBWSC3 telah melakukan survei awal di lokasi terdampak. "Infonya BBWSC3 sudah melihat ke sini, mungkin nanti kita minta tolong turunkan alat ekskavator di daerah sini, untuk menormalisasi sungai dulu untuk tahap pertama," ujar Zakiyah saat meninjau langsung Kampung Kajeroan. Penggunaan alat berat seperti ekskavator menjadi prioritas awal untuk mempercepat proses normalisasi sungai dan mengembalikan fungsi alirannya.
Langkah normalisasi sungai ini diharapkan dapat mengurangi dampak luapan air dari Rawa Danau yang menjadi penyebab utama banjir. Dengan melibatkan berbagai instansi terkait, Pemerintah Kabupaten Serang berupaya menciptakan sinergi dalam penanganan bencana. Koordinasi ini juga mencakup perencanaan jangka panjang untuk menjaga kelestarian lingkungan sekitar sungai.
Advertisement
Advertisement
Prioritas Penanganan Warga Terdampak Banjir
Dalam kunjungan langsungnya ke Kampung Kajeroan, Desa Ranca Sanggal, Bupati Ratu Zakiyah didampingi oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR) Feriyanto dan Kepala Dinas Sosial Yadi Priyadi Rochdian. Mereka menyusuri genangan air setinggi lutut orang dewasa untuk memantau kondisi warga yang bertahan sejak banjir melanda. Kunjungan ini menunjukkan kepedulian pemerintah daerah terhadap masyarakatnya.
Bupati menyatakan keprihatinannya atas kondisi warga. "Sangat prihatin, kasihan aktivitas warga semua berhenti karena kondisi banjir. Kami sudah melihat situasinya, ada yang tidak mau dievakuasi karena khawatir harta bendanya hilang," katanya. Kondisi ini menyoroti tantangan dalam evakuasi dan kebutuhan untuk memastikan keamanan harta benda warga terdampak banjir.
Selain fokus pada penanganan fisik sungai, Bupati juga memastikan kebutuhan logistik bagi warga terpenuhi secara memadai. Ia menginstruksikan tim relawan dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk mengantarkan makanan langsung ke rumah warga yang tidak bisa dievakuasi, terutama bagi lansia dan warga yang sakit. Pemerintah Kabupaten Serang juga telah mendirikan dapur umum untuk melayani kebutuhan makan seluruh warga terdampak.
Advertisement
Bupati juga meminta Dinas Sosial untuk menyusun Rencana Anggaran Biaya (RAB) sebagai antisipasi jika cuaca ekstrem terus berlanjut. Langkah ini penting untuk memastikan kesiapan anggaran dalam menghadapi potensi bencana di masa mendatang. "Harapan kami, doa kita semua semoga tidak lagi hujan deras, ini cepat surut sehingga warga bisa kembali lagi pulang ke rumahnya masing-masing," pungkasnya, menunjukkan harapan agar kondisi segera membaik.
Sumber: AntaraNews