Kolaborasi Legislator Tapsel: DPR RI dan DPRD Bersihkan SD Terdampak Longsor untuk Hunian Sementara
Kolaborasi Legislator Tapsel dari DPR RI dan DPRD Tapanuli Selatan bergerak cepat membersihkan SD Huta Godang yang tertimbun longsor, sekaligus menyiapkan hunian sementara bagi warga terdampak.
Anggota DPR RI dan DPRD Tapanuli Selatan (Tapsel) menunjukkan kolaborasi sigap dalam upaya pemulihan pasca-bencana. Mereka turun langsung membersihkan Sekolah Dasar Negeri Huta Godang yang terdampak longsor parah di Desa Huta Godang, Kecamatan Batang Toru. Aksi ini bertujuan mempercepat penanganan dan memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi dengan optimal.
Sejak awal bencana, Anggota DPR RI Sabam Rajagukguk dan Wakil Ketua DPRD Tapanuli Selatan Abdul Basith Dalimunthe aktif di lokasi. Keduanya hadir membantu penanganan bencana alam yang melanda wilayah Tapsel, Sumatera Utara. Mereka membawa logistik, tenaga, serta armada alat berat untuk mempercepat proses pembersihan material longsor.
Prioritas utama penanganan bukan hanya evakuasi material, tetapi juga pemenuhan kebutuhan dasar warga yang terdampak. Rumah kepala desa yang tertimbun telah dibersihkan dan diubah menjadi posko kesehatan serta dapur umum. Ini memastikan pelayanan esensial bagi warga dapat berjalan selama 24 jam penuh tanpa henti.
Pemulihan Infrastruktur dan Fasilitas Pengungsian
Setelah penanganan posko, tim bergerak membersihkan bangunan SD Negeri Huta Godang yang tertimbun cukup parah oleh material longsor. Pembersihan kawasan sekolah ini diprioritaskan karena bangunan tersebut direncanakan sebagai tempat tinggal sementara bagi para pengungsi. Langkah strategis ini diambil agar warga tidak perlu tinggal jauh dari dapur umum dan posko kesehatan.
Sabam Rajagukguk menjelaskan bahwa gedung sekolah ini nantinya akan dipakai sebagai hunian sementara. Tujuannya adalah agar pengungsi tidak berpencar dan tetap dekat dengan layanan dasar yang disediakan. Dengan demikian, koordinasi bantuan dan pemantauan kondisi warga dapat dilakukan lebih efektif dan efisien.
Selain itu, rumah kepala desa yang telah dibersihkan kini berfungsi ganda sebagai posko kesehatan dan dapur umum. Fasilitas ini menjadi pusat pelayanan vital yang beroperasi 24 jam. Keberadaan posko ini sangat membantu warga untuk mendapatkan akses cepat terhadap bantuan medis dan pangan.
Pengerahan Sumber Daya dan Distribusi Bantuan Kemanusiaan
Untuk mendukung kerja lapangan yang masif, kolaborasi legislator ini mengerahkan alat berat lengkap. Tiga unit ekskavator dan empat unit dump truck dikerahkan secara optimal untuk mengangkut material longsor yang menimbun area. Armada ini juga sangat krusial untuk membuka akses jalan yang tertutup dan menormalisasi area sekitar pemukiman warga.
Selain pengerahan alat berat, bantuan logistik untuk warga terdampak juga terus didistribusikan secara berkala dan merata. Bantuan esensial ini meliputi sembako, bahan makanan siap masak, pakaian, pakaian dalam, hingga kebutuhan dasar harian lainnya. Distribusi ini memastikan warga memiliki kebutuhan pokok yang memadai.
Posko logistik strategis ditempatkan di sekitar dapur umum, memudahkan relawan dan warga mengatur kebutuhan bagi pengungsi. Ketua DPRD Tapanuli Selatan Abdul Basith Dalimunthe menegaskan bahwa situasi di lapangan masih membutuhkan dukungan besar. “Evakuasi, pembersihan, dapur umum, dan pendataan kebutuhan warga terus kami jalankan. kami pastikan masyarakat tidak sendirian,” katanya.
Kerja kolaboratif ini telah membuahkan hasil signifikan, membuat akses warga mulai terbuka dan ruang aman untuk pengungsi dapat segera disiapkan. Warga Desa Huta Godang yang sebelumnya terpisah akibat material longsor kini mulai terhubung kembali dengan pusat bantuan. Proses pemulihan di Huta Godang diharapkan berjalan lebih cepat dengan dukungan penuh ini, terutama sebelum cuaca kembali memburuk.
Sumber: AntaraNews