BPBD Kudus Pastikan Penanganan Tanggul Jebol Tuntas, Dampak Banjir Diminimalkan

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus memastikan seluruh tanggul jebol akibat banjir telah tertangani, meminimalkan dampak di berbagai wilayah. Simak detail penanganan tanggul jebol Kudus.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
BPBD Kudus Pastikan Penanganan Tanggul Jebol Tuntas, Dampak Banjir Diminimalkan
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus memastikan seluruh tanggul jebol akibat banjir telah tertangani, meminimalkan dampak di berbagai wilayah. Simak detail penanganan tanggul jebol Kudus. (AntaraNews)

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus memastikan seluruh lokasi tanggul rusak yang memicu banjir di berbagai daerah telah tertangani. Penanganan cepat ini bertujuan meminimalkan dampak bencana di wilayah tersebut.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Kudus, Eko Hari Djatmiko, mengungkapkan terdapat 30 titik kerusakan tanggul. Kerusakan ini meliputi skala kecil hingga besar, termasuk di Desa Golantepus, Kecamatan Mejobo.

Penanganan tanggul jebol ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari BPBD, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (Dinas PUPR), hingga masyarakat setempat. Kolaborasi ini mempercepat upaya mitigasi bencana.

Eko Hari Djatmiko menjelaskan, dari puluhan lokasi tanggul jebol, beberapa di antaranya berada di aliran sungai besar seperti Sungai Piji dan Sungai Dawe. Lima titik tanggul di kedua sungai tersebut mengalami kerusakan. Selain itu, dua lokasi tanggul Sungai Gelis juga mengalami longsor, menambah daftar kerusakan infrastruktur air di Kudus.

Semua tanggul jebol, termasuk yang berukuran besar, telah ditangani secara darurat. Penanganan ini menggunakan karung plastik berisi tanah uruk untuk menutup celah yang rusak. Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana turut mengerahkan alat berat untuk membantu penanganan banjir, terutama di area Sungai Dawe yang terdampak parah.

Kerja sama lintas sektor menjadi kunci keberhasilan penanganan tanggul ini. Selain BPBD, Dinas PUPR, dan BBWS Pemali Juana, keterlibatan Desa Tangguh Bencana (Destana) serta masyarakat secara langsung sangat membantu. Gotong royong warga mempercepat proses perbaikan sementara.

Kepala Desa Golantepus, Nuur Taufiq, melaporkan bahwa banjir di desanya telah berlangsung selama lima hari. Tanggul jebol di desanya berhasil tertangani dengan cepat berkat sinergi berbagai pihak. Tanggul Sungai Dawe yang jebol sepanjang 10-15 meter kini sudah diperbaiki.

Taufiq menambahkan, tanggul jebol di Desa Golantepus pertama kali terjadi pada Kamis (15/1) sekitar pukul 09.00 WIB. Kejadian ini dipicu oleh tingginya debit air sungai akibat curah hujan ekstrem yang melanda wilayah tersebut. Total delapan lokasi tanggul, baik kecil maupun sedang, jebol di desa ini.

Tanggul-tanggul yang jebol dan limpasan air tersebar di beberapa aliran sungai yang melintasi Desa Golantepus, yakni Sungai Piji, Sungai Dawe, Sungai Poceho, dan Sungai Prisen. Meskipun ada genangan, warga belum ada yang mengungsi, terlebih saat ini mulai surut. Dapur umum juga telah disiapkan oleh pemerintah desa untuk antisipasi.

Pemerintah desa berharap adanya perhatian dan perbaikan permanen untuk tanggul-tanggul kritis. Perbaikan ini penting agar tanggul tidak mudah jebol atau meluap saat curah hujan tinggi di masa mendatang.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi