DPR RI Dorong Persatuan Global di Forum Pemuda Muslim Internasional 2026
Indonesia menjadi tuan rumah Forum Pemuda Muslim Internasional 2026, platform strategis bagi pemuda Muslim dunia untuk memperkuat persatuan dan kolaborasi di tengah tantangan global yang kompleks.
Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia melihat Forum Pemuda Muslim Internasional (IMYF) 2026 sebagai wadah penting. Forum ini bertujuan memperkuat persatuan di kalangan pemuda Muslim dunia. Acara ini berlangsung di Jakarta pada Sabtu, 13 Juni 2026.
Kepala Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI, Syahrul Aldi Maazat, menyatakan pandangannya. Ia menekankan relevansi forum ini di tengah berbagai tantangan global yang semakin kompleks. Forum ini diharapkan dapat membangun kesadaran kolektif.
Dengan tema “Beyond Borders: Muslim Youth Shaping the Future of the Ummah in a Turbulent World,” forum ini menjadi ajang strategis. Tujuannya untuk memperluas jaringan dan menghasilkan ide-ide konkret. Ide-ide tersebut diharapkan mampu mendorong kerja sama nyata.
Memperkuat Persatuan di Tengah Tantangan Global
Syahrul Aldi Maazat menjelaskan bahwa Forum Pemuda Muslim ini merupakan platform strategis. Platform ini memungkinkan pemuda Muslim memperluas jaringan melampaui batas negara dan kebangsaan. Ini penting untuk menghadapi isu-isu global.
Ia berharap forum ini dapat menghasilkan berbagai gagasan inovatif. Gagasan tersebut diharapkan membuka jalan bagi kerja sama konkret. Kerja sama ini harus memberikan dampak nyata bagi komunitas internasional.
Anggota DPR tersebut mengamati bahwa tantangan yang muncul mendorong pemuda. Mereka harus memupuk kekuatan kolektif melalui inovasi, kolaborasi, dan tindakan nyata. Optimisme harus tetap dijaga di kalangan pemuda.
“Kita tidak boleh pesimis. Sebagai pemuda, kita harus tetap optimis,” tegas Maazat. Masa depan harus dibentuk melalui kolaborasi, persatuan, dan keyakinan. Pemuda mampu berkontribusi bagi dunia.
Peran Pemuda Muslim dalam Membangun Masa Depan
Maazat menambahkan bahwa nilai-nilai Islam menekankan perdamaian, keadilan, dan penghormatan terhadap kemanusiaan. Ia menyerukan agar pemuda Muslim memperkuat pesan perdamaian secara global. Ini penting untuk meredakan ketegangan.
Ketegangan tersebut khususnya terkait konflik bersenjata yang sedang berlangsung di berbagai wilayah. Pemuda memiliki peran krusial dalam menyebarkan nilai-nilai positif. Mereka dapat menjadi agen perubahan yang membawa dampak baik.
“Mari kita berharap semangat ini akan bertahan dan memberi energi kepada pemuda Muslim di seluruh dunia,” ujar Maazat. Tujuannya adalah menyelaraskan langkah menuju masa depan yang lebih damai, adil, dan sejahtera.
Membawa Semangat Forum ke Tingkat Internasional
Maazat juga menyatakan bahwa ide-ide kunci dari IMYF 2026 akan menjadi poin referensi penting. Poin-poin ini akan digunakan dalam acara internasional terkait. Salah satunya adalah sesi mendatang Uni Parlemen Negara Anggota Organisasi Kerja Sama Islam (PUIC) di Azerbaijan.
“Kami akan membawa semangat dan ide-ide yang dikembangkan dalam forum ini ke pertemuan PUIC,” pungkasnya. Hal ini bertujuan untuk menginspirasi parlemen negara-negara OIC. Mereka diharapkan terus memperkuat kerja sama.
Selain itu, ide-ide ini juga akan mendorong peran pemuda dalam membangun perdamaian dunia. Kontribusi pemuda sangat dibutuhkan. Mereka adalah kunci untuk menciptakan dunia yang lebih baik.
Sumber: AntaraNews