Pemkab Tulungagung Targetkan Rehabilitasi Jembatan Junjung Tuntas Akhir 2026
Pemerintah Kabupaten Tulungagung menargetkan rehabilitasi Jembatan Junjung rampung Desember 2026. Proyek senilai Rp7,1 miliar ini akan menggunakan konstruksi balok gerber yang lebih kuat, siap meningkatkan konektivitas wilayah dan memperlancar mobilitas w
Pemerintah Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, mengumumkan rehabilitasi Jembatan Junjung di Desa Junjung akan tuntas pada Desember 2026. Proyek pembangunan kembali ini telah melalui proses lelang dengan nilai pekerjaan Rp7,5 miliar. Langkah ini diambil untuk memastikan infrastruktur jalan dan jembatan berfungsi optimal bagi masyarakat.
Plt Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Tulungagung, Ahmad Rifai Sodik, menjelaskan bahwa proses lelang telah rampung. Saat ini, pihak Pemkab masih menunggu kelengkapan administrasi dari pemenang lelang sebelum penandatanganan kontrak kerja. Ini menjadi tahap krusial sebelum pengerjaan fisik dimulai.
Nilai kontrak pekerjaan rehabilitasi Jembatan Junjung diperkirakan mencapai sekitar Rp7,1 miliar. Pembangunan ulang jembatan akan menggunakan konstruksi balok gerber yang dinilai lebih kuat dan tahan lama. Metode ini diharapkan mampu meningkatkan ketahanan jembatan dalam jangka panjang.
Progres Lelang dan Persiapan Pembangunan Jembatan Junjung
Sodik menegaskan bahwa Pemkab Tulungagung masih menantikan penyerahan jaminan pelaksanaan sebesar lima persen dari nilai kontrak. Jaminan ini merupakan persyaratan wajib dari pemenang lelang sebelum penandatanganan kontrak kerja dapat dilakukan secara resmi. Proses administrasi ini penting untuk kelancaran proyek.
Setelah seluruh persyaratan administrasi terpenuhi, pengerjaan proyek Jembatan Junjung dijadwalkan akan dimulai pada Mei 2026. Dengan durasi pengerjaan yang diperkirakan sekitar tujuh bulan, target penyelesaian pada Desember 2026 menjadi realistis. Harapannya, jembatan ini dapat segera difungsikan kembali secara optimal.
Konstruksi balok gerber dipilih karena karakteristiknya yang mampu menahan beban lebih besar dan memiliki umur pakai yang lebih panjang. Pemilihan jenis konstruksi ini menunjukkan komitmen Pemkab Tulungagung untuk membangun infrastruktur yang berkualitas. Ini akan memberikan manfaat jangka panjang bagi mobilitas dan perekonomian lokal.
Komitmen Pemkab Tulungagung dalam Peningkatan Infrastruktur
Selain proyek Jembatan Junjung, Pemerintah Kabupaten Tulungagung juga telah mengagendakan perbaikan jembatan lain di Kecamatan Pakel. Proyek ini dialokasikan anggaran sekitar Rp900 juta, menunjukkan fokus Pemkab pada pemerataan pembangunan infrastruktur. Perbaikan ini akan mendukung konektivitas antardesa.
Durasi pengerjaan untuk jembatan di Kecamatan Pakel diperkirakan lebih singkat, yakni sekitar empat bulan. Skala pekerjaan yang relatif lebih kecil dibandingkan Jembatan Junjung memungkinkan penyelesaian yang lebih cepat. Kedua proyek ini menjadi bagian dari upaya Pemkab meningkatkan kualitas jalan dan jembatan di seluruh wilayah.
Sodik menambahkan bahwa total ada dua proyek perbaikan jembatan besar yang akan dilaksanakan tahun ini, yaitu di Junjung dan Pakel. Inisiatif ini merupakan bagian dari program peningkatan infrastruktur daerah yang berkelanjutan. Tujuannya adalah untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan kenyamanan masyarakat dalam beraktivitas.
Sumber: AntaraNews