Pemkab Tulungagung Kumpulkan Rp151 Juta untuk Donasi Korban Banjir Aceh Tamiang
Wujud solidaritas, Pemerintah Kabupaten Tulungagung berhasil menggalang dana Rp151 juta sebagai Donasi Korban Banjir Aceh Tamiang, yang akan disalurkan dalam bentuk beras 10 ton.
Pemerintah Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, menunjukkan solidaritasnya terhadap korban bencana banjir bandang di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh. Inisiatif ini diwujudkan melalui penggalangan donasi signifikan dari partisipasi pegawai organisasi perangkat daerah (OPD) setempat. Dana yang terkumpul akan segera disalurkan untuk meringankan beban masyarakat terdampak di Aceh Tamiang.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tulungagung, Sudarmadji, mengungkapkan bahwa penggalangan dana ini merupakan respons atas dampak parah banjir bandang. Bencana yang melanda wilayah Aceh tersebut telah menimbulkan kerugian besar bagi banyak keluarga. Oleh karena itu, Pemkab Tulungagung merasa terpanggil untuk memberikan bantuan.
Sejak akhir tahun 2025, Pemkab Tulungagung telah merencanakan penyaluran bantuan ini dengan matang. Total donasi yang berhasil dihimpun mencapai Rp151 juta, sebuah angka yang menunjukkan antusiasme dan kepedulian tinggi dari jajaran pemerintahan daerah. Bantuan ini diharapkan dapat memberikan dukungan nyata bagi pemulihan pasca-bencana.
Solidaritas Pemkab Tulungagung Menggalang Donasi Korban Banjir Aceh
Penggalangan donasi untuk korban banjir Aceh Tamiang ini merupakan bentuk kepedulian mendalam dari Pemerintah Kabupaten Tulungagung. Inisiatif ini secara khusus melibatkan partisipasi aktif dari seluruh pegawai organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Tulungagung. Mereka bersama-sama menyumbangkan sebagian rezeki untuk membantu sesama yang sedang tertimpa musibah.
Sudarmadji, Kepala Pelaksana BPBD Tulungagung, menjelaskan bahwa langkah ini diambil sebagai wujud solidaritas atas bencana banjir bandang. Bencana tersebut telah melanda wilayah Aceh dan menyebabkan dampak yang cukup parah bagi masyarakat setempat. Oleh karena itu, Pemkab Tulungagung merasa perlu untuk turut serta dalam upaya kemanusiaan ini.
“Sejak akhir 2025, Pemkab Tulungagung berencana menyalurkan bantuan untuk korban banjir bandang di Kabupaten Aceh Tamiang,” kata Sudarmadji. Pernyataan ini menegaskan komitmen jangka panjang Pemkab Tulungagung dalam membantu pemulihan pasca-bencana. Total dana yang berhasil dihimpun dari penggalangan internal ini mencapai Rp151 juta, menunjukkan keberhasilan upaya kolektif tersebut.
Distribusi Bantuan dan Koordinasi Efektif untuk Korban Banjir Aceh
Dana donasi sebesar Rp151 juta yang telah terkumpul tidak akan disalurkan dalam bentuk uang tunai. Sebaliknya, dana tersebut akan dibelanjakan untuk kebutuhan pokok yang paling mendesak bagi korban banjir Aceh Tamiang. Keputusan ini diambil untuk memastikan bantuan yang diberikan benar-benar tepat sasaran dan bermanfaat langsung bagi penerima.
Menurut Sudarmadji, bantuan utama yang akan diwujudkan adalah beras sekitar 10 ton. Pembelian beras ini akan dilakukan di gudang Bulog yang berlokasi di wilayah terdekat dengan Aceh Tamiang. “Dana donasi akan kami belikan beras sekitar 10 ton. Pembelian dilakukan di wilayah terdekat agar distribusinya lebih efektif,” ujarnya. Langkah ini bertujuan untuk mempermudah proses distribusi dan mempercepat penyaluran kepada korban yang sangat membutuhkan.
BPBD Tulungagung juga telah menjalin koordinasi erat dengan BPBD Kabupaten Aceh Tamiang. Koordinasi ini sangat penting guna memastikan bahwa penyaluran bantuan dapat berjalan lancar dan tepat sasaran di lokasi terdampak. Rencananya, bantuan tersebut akan diserahkan secara langsung pada pertengahan Januari 2026, dengan kemungkinan Bupati Tulungagung akan turut serta dalam penyerahan. “Jika tidak ada kendala, bantuan disalurkan pertengahan Januari ini dan rencananya Bupati Tulungagung akan turun langsung ke lokasi,” kata Sudarmadji.
Sumber: AntaraNews