Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menyampaikan keprihatinan mendalam atas musibah banjir yang melanda Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Ia menegaskan bahwa sebagian besar bantuan beras dari Bulog telah berhasil disalurkan secara bertahap kepada para korban. Komitmen ini bertujuan untuk meringankan beban ribuan warga yang terdampak bencana alam di tiga wilayah tersebut.
Dalam konferensi pers di Jakarta pada Sabtu (29/11), Rizal Ramdhani mengajak seluruh pihak untuk mendoakan para korban, termasuk mereka yang masih sakit dan para pengungsi. Doa tersebut dipanjatkan sebagai bentuk solidaritas serta harapan agar keluarga terdampak memperoleh kekuatan dalam menghadapi cobaan berat ini. Upaya ini menunjukkan empati Bulog terhadap kondisi masyarakat.
Selain doa, Bulog juga secara aktif memantau situasi di lapangan guna memastikan seluruh jalur distribusi beras tanggap darurat berfungsi optimal. Langkah cepat ini diambil untuk memenuhi kebutuhan pokok masyarakat yang terdampak banjir secara efektif dan efisien. Penyaluran bantuan menjadi prioritas utama dalam fase tanggap darurat bencana.
Advertisement
Advertisement
Perum Bulog telah bergerak cepat menyalurkan bantuan beras Bulog di berbagai wilayah terdampak banjir di Provinsi Aceh. Total 73,193 ton beras telah didistribusikan dari gudang-gudang Bulog sejak awal bencana meluas. Penyaluran ini mencakup beberapa daerah penting seperti Banda Aceh, Lhokseumawe, Aceh Utara, Bireuen, dan Aceh Timur.
Distribusi bantuan Bulog juga menjangkau Kota Langsa, Pidie, Pidie Jaya, Aceh Tenggara, Subulussalam, Aceh Singkil, dan Aceh Selatan. Langkah ini memastikan bahwa bantuan dapat diterima secara merata oleh masyarakat yang membutuhkan. Ketersediaan beras menjadi krusial untuk menjaga ketahanan pangan di tengah situasi darurat.
Direktur Utama Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menekankan bahwa angka tersebut merupakan total yang sudah tersalurkan baik oleh Bulog Provinsi Aceh maupun gudang-gudang kabupaten. Ia menjelaskan, "Sehingga Provinsi Aceh totalnya adalah 73,193 ton. Ini yang sudah tersalurkan oleh Bulog Provinsi Aceh maupun yang ada di gudang-gudang kabupaten di Aceh." Komitmen untuk terus memantau dan menyalurkan bantuan akan terus dilakukan hingga kondisi pulih.
Advertisement
Advertisement
Selain Aceh, bantuan Bulog juga difokuskan pada penanganan dampak banjir di Provinsi Sumatera Utara. Sebanyak 40 ton beras telah berhasil disalurkan ke sejumlah kabupaten terdampak melalui koordinasi erat dengan gudang setempat dan pemerintah daerah. Wilayah seperti Mandailing Natal, Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, dan Sibolga menjadi prioritas utama.
Distribusi di Sumatera Utara juga mencakup Padang Sidempuan, Tapanuli Utara, Deli Serdang, dan Humbang Hasundutan. Setiap wilayah menerima alokasi yang disesuaikan dengan tingkat kebutuhan dan jumlah korban. Ahmad Rizal Ramdhani menambahkan, "Dengan total untuk Provinsi Sumatera Utara yang sudah tersalurkan sekitar 40 ton." Upaya ini memastikan bahwa bantuan pangan dasar dapat segera diakses oleh masyarakat yang kehilangan tempat tinggal dan mata pencarian.
Sementara itu, di Provinsi Sumatera Barat, penyaluran bantuan Bulog telah mencapai 42,609 ton beras. Bantuan ini berasal dari berbagai gudang Bulog dan didistribusikan secara bertahap sesuai kebutuhan lapangan di masing-masing daerah terdampak. Padang Pariaman, Pesisir Selatan, Pasaman Barat, dan Agam adalah beberapa daerah yang telah menerima bantuan signifikan.
Advertisement
Kota Padang, Padang Panjang, dan Pariaman juga tidak luput dari perhatian Bulog dalam upaya penyaluran bantuan. Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan kembali komitmen Bulog untuk memberikan dukungan terbaik bagi warga terdampak. Tujuannya adalah membantu masyarakat di Sumatera Utara dan Sumatera Barat hingga kondisi mereka kembali pulih sepenuhnya.
Advertisement
Komitmen Pemerintah Indonesia dalam merespons cepat bencana banjir di tiga provinsi ini sangat jelas. Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, sebelumnya menyatakan bahwa pemerintah akan mengirimkan bantuan berupa beras dan minyak goreng. Hal ini sebagai bentuk respons darurat terhadap situasi yang melanda. "Ini saudara kita di Sumatera Barat. Sumatera Utara, Aceh ada bencana banjir. Pemerintah akan mengirim bantuan (beras dan minyak goreng)," kata Mentan Amran dalam jumpa pers di Jakarta, Jumat (28/11).
Mentan Amran menegaskan bahwa total 32,7 ribu ton beras dan 6.300 ton minyak goreng akan dikirimkan. Tujuannya adalah memastikan kebutuhan dasar korban banjir tetap terpenuhi tanpa jeda distribusi. Sinergi antara kementerian dan lembaga seperti Bulog menjadi kunci keberhasilan dalam penanganan bencana berskala besar.
Direktur Utama Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, juga memperkuat pernyataan tersebut dengan menegaskan bahwa Bulog akan memberikan dukungan semaksimal mungkin. "Jadi intinya Bulog akan memberikan support semaksimal mungkin kepada korban-korban bencana banjir, baik yang ada di Aceh, maupun yang di Sumatera Utara dan Sumatera Barat," tegas Rizal. Baik di Aceh, Sumatera Utara, maupun Sumatera Barat, Bulog siap terus mendampingi para korban. Fokus utama adalah pemulihan kondisi masyarakat pascabencana.
Advertisement
Sumber: AntaraNews