Pemkot Subulussalam Salurkan Tujuh Ton Bantuan Beras untuk Korban Banjir
Pemerintah Kota Subulussalam bergerak cepat menyalurkan tujuh ton bantuan beras kepada ribuan warga terdampak banjir di Kecamatan Sultan Daulat, memastikan kehadiran pemerintah di tengah kesulitan.
Pemerintah Kota Subulussalam, Aceh, telah menyalurkan bantuan tanggap darurat berupa beras sebanyak tujuh ton kepada masyarakat yang terdampak banjir. Penyaluran ini dilakukan di tiga desa di Kecamatan Sultan Daulat pada hari Sabtu, sebagai respons cepat terhadap musibah yang melanda. Langkah ini diambil untuk meringankan beban warga yang rumahnya terendam air.
Bantuan logistik tersebut berasal dari Gubernur Aceh Muzakkir Manaf dan dikeluarkan langsung dari Gudang Bulog Kota Subulussalam. Wali Kota Subulussalam, Rasyid Bancin, secara langsung mengawasi proses distribusi bantuan ini. Kehadiran pemerintah daerah diharapkan dapat memberikan ketenangan bagi warga yang sedang menghadapi cobaan.
Tiga desa yang menjadi prioritas penerima bantuan adalah Suka Maju, Sigrun, dan Jabi-Jabi. Setiap desa mendapatkan alokasi beras sesuai dengan jumlah kepala keluarga yang terdampak banjir. Distribusi ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan pemerintah daerah dalam penanganan bencana.
Detail Penyaluran dan Sumber Bantuan Beras
Penyaluran bantuan beras ini difokuskan pada desa-desa yang mengalami dampak paling parah akibat banjir. Desa Suka Maju menerima alokasi terbesar, yakni 76 karung beras dengan total berat 3,8 ton. Jumlah ini disesuaikan dengan kebutuhan mendesak warga di sana.
Sementara itu, Desa Sigrun mendapatkan 19 karung beras dengan berat 950 kg, dan Desa Jabi-Jabi menerima 46 karung beras dengan berat total 2,8 ton. Total keseluruhan bantuan beras yang disalurkan mencapai sekitar tujuh ton. Distribusi ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pangan dasar masyarakat selama masa pemulihan.
Wali Kota Rasyid Bancin menegaskan bahwa bantuan ini merupakan wujud nyata kepedulian pemerintah provinsi dan daerah. “Bantuan beras ini merupakan bantuan dari Gubernur Aceh Muzakkir Manaf yang dikeluarkan dari Gudang Bulog Kota Subulussalam,” kata Rasyid Bancin di Subulussalam, Sabtu. Ia juga meminta masyarakat untuk tetap tenang dan percaya pada upaya pemerintah.
Koordinasi Penanganan Bencana dan Jaminan Pemerintah
Pemerintah Kota Subulussalam tidak hanya menyalurkan bantuan beras, tetapi juga aktif berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk penanganan bencana lebih lanjut. Wali Kota Rasyid Bancin mengaku telah berkomunikasi dengan Direktorat Penanganan Bencana Alam Kementerian Sosial (Kemensos). Koordinasi ini bertujuan untuk memastikan bantuan tambahan segera tiba.
Selain Kemensos, komunikasi juga telah terjalin dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terkait pengiriman logistik. Rasyid Bancin menyebutkan bahwa bantuan dari Kemensos akan segera dikirim ke daerah setempat. Pihaknya terus memantau pergerakan bantuan dari pusat.
“Dipastikan logistik telah dikirimkan dan saat ini tengah dalam perjalanan dari Kota Medan menuju Kota Subulussalam, Aceh. Segala bentuk bantuan baik dari pemerintah pusat maupun provinsi akan segera kami distribusikan tanpa pandang waktu dan tanpa kenal lelah,” ujar Rasyid Bancin.
Pemerintah Kota Subulussalam memastikan akan selalu hadir di tengah-tengah masyarakat yang tertimpa musibah. Upaya tanggap darurat ini mencerminkan keseriusan pemerintah dalam melindungi dan membantu warganya, tidak hanya dengan bantuan beras tetapi juga koordinasi logistik lainnya. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan mengikuti arahan dari petugas di lapangan serta tidak mudah terprovokasi informasi yang tidak benar.
Sumber: AntaraNews