Pemerintah Targetkan Perbaikan Jalan Rusak Tulungagung Selesai Sebelum Lebaran 2026
Pemerintah Kabupaten Tulungagung kebut perbaikan jalan rusak di sejumlah titik krusial. Targetnya, perbaikan jalan Tulungagung ini rampung sebelum Idul Fitri 2026 demi kelancaran arus mudik dan balik masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, telah menetapkan target ambisius untuk menyelesaikan perbaikan ruas jalan rusak di wilayahnya sebelum perayaan Idul Fitri 2026 mendatang. Upaya ini difokuskan pada jalur-jalur vital yang sering dilalui masyarakat, memastikan kelancaran mobilitas warga menjelang hari raya.
Perbaikan tersebut secara spesifik mencakup ruas jalan dari Desa Sambirobyong, Kecamatan Sumbergempol, hingga Desa Pulotondo, Kecamatan Ngunut. Jalur ini merupakan bagian krusial dari penanganan ruas Pulosari (Ngunut)–Bukur (Sumbergempol) yang membentang sepanjang kurang lebih empat kilometer.
Pelaksana Tugas Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Tulungagung, Ahmad Rifai Sodik, menegaskan komitmen pemerintah daerah. "Ruas Sambirobyong termasuk dalam paket pekerjaan itu. Kami prioritaskan titik-titik yang rusak parah agar bisa segera ditangani, targetnya sebelum Lebaran selesai," katanya.
Prioritas Penanganan dan Kondisi Jalan Rusak Tulungagung
Ahmad Rifai Sodik menjelaskan bahwa tim teknis akan bekerja ekstra keras, termasuk menerapkan sistem lembur, guna mempercepat proses perbaikan jalan Tulungagung. Prioritas utama diberikan pada titik-titik kerusakan parah yang berpotensi membahayakan pengguna jalan, seperti lubang besar dan retakan yang dalam.
Kerusakan jalan di ruas tersebut telah berlangsung sekitar dua tahun terakhir, menimbulkan berbagai keluhan dan rasa frustrasi dari masyarakat setempat. Kondisi infrastruktur yang buruk ini seringkali menjadi pemicu kecelakaan lalu lintas, terutama bagi pengendara sepeda motor yang harus ekstra hati-hati saat melintas.
Sebagai bentuk protes dan sekaligus peringatan, warga setempat bahkan sempat menanam pohon pisang di sepanjang jalan yang rusak. Aksi ini secara simbolis menunjukkan keprihatinan mereka dan berfungsi sebagai penanda visual bagi pengendara agar lebih waspada saat melintasi area yang berbahaya.
Pemerintah Kabupaten Tulungagung memahami betul keluhan dan aspirasi yang disampaikan oleh masyarakat terkait kondisi infrastruktur jalan ini. Sodik memastikan penanganan akan dilakukan secara menyeluruh, tidak sekadar tambal sulam. "Kami upayakan perbaikan lebih permanen agar tidak cepat rusak kembali," ujarnya.
Peningkatan Volume Lalu Lintas dan Upaya Perbaikan Permanen
Ruas jalan yang akan diperbaiki ini merupakan jalur alternatif penting yang sangat ramai dilintasi kendaraan setiap harinya, menghubungkan beberapa kecamatan vital. Peningkatan volume lalu lintas di jalur ini terjadi secara signifikan sejak beroperasinya Jembatan Ngujang 2, yang mengalihkan sebagian besar arus kendaraan.
Peningkatan intensitas kendaraan berat maupun ringan yang melintas secara tidak langsung turut mempercepat tingkat kerusakan pada badan jalan. Beban yang terus-menerus diterima oleh aspal menyebabkan munculnya lubang dan retakan yang semakin parah, memperburuk kondisi jalan.
Sodik menambahkan bahwa penanganan jalan akan dilakukan secara bertahap, disesuaikan dengan tingkat kerusakan dan ketersediaan anggaran yang dimiliki pemerintah daerah. Fokus utama adalah mendahulukan perbaikan lubang dan badan jalan yang paling berbahaya, untuk segera meminimalisir risiko kecelakaan.
Pemerintah berupaya keras agar perbaikan yang dilakukan bersifat lebih permanen, menggunakan material dan teknik yang lebih baik, sehingga jalan tidak mudah rusak kembali dalam waktu singkat. Hal ini bertujuan untuk menjamin kenyamanan, keamanan, dan kelancaran mobilitas pengguna jalan dalam jangka panjang.
Sumber: AntaraNews