Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo Pastikan Pembangunan Jembatan Putus Akibat Banjir di Jember

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menegaskan komitmen pemerintah pusat untuk segera membangun kembali jembatan penghubung antardesa yang putus akibat banjir di Jember, demi memulihkan akses vital masyarakat dan mendorong Pembangunan Jembatan Jember.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo Pastikan Pembangunan Jembatan Putus Akibat Banjir di Jember
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menegaskan komitmen pemerintah pusat untuk segera membangun kembali jembatan penghubung antardesa yang putus akibat banjir di Jember, demi memulihkan akses vital masyarakat dan mendorong Pembangunan Jembatan Jember. (AntaraNews)

Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, telah menegaskan komitmen pemerintah pusat untuk segera membangun kembali jembatan penghubung antardesa di Desa Pakusari, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Kepastian ini disampaikan setelah jembatan tersebut putus diterjang banjir yang melanda wilayah tersebut pada akhir Desember 2025.

Kunjungan langsung Menteri Dody ke lokasi pada Minggu, 22 Februari 2026, menjadi bukti keseriusan pemerintah dalam menanggapi kebutuhan infrastruktur mendesak pascabencana. Staf dari Kementerian Pekerjaan Umum bahkan telah melakukan pengecekan dan mendesain ulang kebutuhan jembatan, berkoordinasi erat dengan Kepala Desa Pakusari.

Pembangunan jembatan baru ini direncanakan akan lebih tinggi dari sebelumnya, guna mengantisipasi terjangan banjir di masa mendatang. Selain itu, Kementerian Pekerjaan Umum juga meminta agar akses jalan menuju jembatan dibuat lebih landai, demi keamanan dan kenyamanan warga, terutama anak-anak.

Menteri Dody Hanggodo menekankan bahwa pemerintah pusat berkomitmen penuh untuk bersinergi dengan pemerintah daerah dalam memenuhi kebutuhan infrastruktur di Jember. Prioritas utama diberikan pada penanganan dampak kebencanaan dan penguatan ekonomi masyarakat setempat.

Pembangunan jembatan penghubung antardesa di Desa Pakusari secara spesifik akan didanai sepenuhnya melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Hal ini menunjukkan fokus pemerintah pusat pada pemulihan infrastruktur vital yang terdampak bencana alam.

Diharapkan, proses pembangunan jembatan ini dapat rampung dalam waktu beberapa bulan ke depan. Dengan demikian, masyarakat di Desa Subo dan Desa Jatian dapat kembali menggunakan akses penting tersebut untuk aktivitas sehari-hari, termasuk perdagangan dan pendidikan.

Bupati Jember, Muhammad Fawait, sebelumnya telah mengajukan proposal kepada Kementerian Pekerjaan Umum terkait 16 infrastruktur yang rusak akibat bencana. Tidak semua kerusakan akan ditanggung APBN, melainkan akan diatasi secara kolaboratif antara pemerintah kabupaten, provinsi, dan pusat.

Penanganan infrastruktur ini akan melibatkan Pemerintah Kabupaten Jember, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, dan pemerintah pusat. Kolaborasi ini mencakup perbaikan 16 jembatan dan 50 bendung yang menjadi prioritas utama karena menyangkut keselamatan masyarakat.

Selain perbaikan infrastruktur terdampak bencana, proposal Bupati Fawait juga mencakup pelebaran jalan Tanggul-Jember, pembangunan flyover, dan revitalisasi Pasar Tanjung. Kementerian Pekerjaan Umum akan melihat sejauh mana yang bisa dilakukan untuk menanggulangi tanggap darurat di Jember.

Bupati Jember, Muhammad Fawait, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kunjungan Menteri Pekerjaan Umum ke Jember. Menurutnya, infrastruktur merupakan pondasi utama untuk menekan kemiskinan ekstrem, membuka akses ekonomi, serta meningkatkan daya saing daerah.

Kepala Desa Pakusari, Misjo, juga menegaskan pentingnya jembatan yang putus tersebut sebagai akses vital bagi masyarakat dua desa, yakni Desa Subo dan Desa Jatian. Jembatan ini krusial untuk kegiatan berdagang, petani menjual hasil panen, serta aktivitas pendidikan dan kesehatan.

Pasca-banjir yang menerjang pada akhir Desember 2025, perangkat desa secara swadaya telah membangun jembatan darurat dari bambu. Upaya ini dilakukan agar aktivitas warga tetap berjalan sembari menunggu pembangunan jembatan permanen dari pemerintah.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi