Pemkab Bandung Sediakan 2.500 Paket Gerakan Pangan Murah untuk Warga Tegalluar
Pemkab Bandung menggelar Gerakan Pangan Murah Bandung di Desa Tegalluar, Bojongsoang, dengan menyediakan 2.500 paket kebutuhan pokok terjangkau untuk meringankan beban warga di bulan Ramadhan.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung, Jawa Barat, menunjukkan komitmennya dalam membantu masyarakat dengan menyediakan sekitar 2.500 paket kebutuhan pokok. Paket-paket ini didistribusikan melalui program gerakan pangan murah (GPM) yang berlokasi di Desa Tegalluar, Kecamatan Bojongsoang. Inisiatif ini bertujuan untuk memastikan warga dapat mengakses bahan pangan esensial dengan harga yang lebih terjangkau, terutama di tengah bulan suci Ramadhan.
Bupati Bandung Dadang Supriatna menjelaskan bahwa penyediaan ribuan paket ini merupakan wujud kepedulian pemerintah daerah. Program ini diharapkan dapat meringankan beban ekonomi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sembilan bahan pokok. Antusiasme warga Desa Tegalluar dan sekitarnya terlihat jelas dalam menyambut program Gerakan Pangan Murah Bandung ini.
Masyarakat yang berpartisipasi dalam kegiatan ini mendapatkan keuntungan tambahan berupa potongan harga sebesar Rp20 ribu per kupon untuk setiap pembelian paket bahan pangan. Program GPM juga merupakan salah satu strategi pemerintah daerah untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok di Kabupaten Bandung. Ini dilakukan untuk mengendalikan inflasi di wilayah tersebut.
Upaya Pemkab Bandung Menjaga Stabilitas Harga
Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digagas Pemkab Bandung menjadi instrumen penting dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok dan mengendalikan inflasi daerah. Bupati Dadang Supriatna menegaskan bahwa kegiatan ini akan terus dilakukan secara berkelanjutan. Tujuannya adalah untuk memastikan ketersediaan pangan dengan harga yang wajar bagi seluruh lapisan masyarakat.
Berbagai bahan pokok tersedia dalam program ini, antara lain beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) seharga Rp60 ribu per 5 kilogram, serta beras petani seharga Rp70 ribu per 5 kilogram. Selain itu, minyak Rizki 900 ml ditawarkan seharga Rp17 ribu per botol, dan beragam paket sayuran tersedia dengan harga Rp5 ribu per paket. Harga-harga ini jauh lebih rendah dibandingkan harga pasar, sehingga sangat membantu masyarakat.
Pelaksanaan gerakan pangan murah tidak hanya terfokus di Kecamatan Bojongsoang saja. Bupati Dadang Supriatna menyatakan bahwa program ini akan disebar secara bertahap ke seluruh kecamatan di Kabupaten Bandung. Ini menunjukkan komitmen Pemkab Bandung untuk menjangkau lebih banyak warga dan memastikan pemerataan akses pangan murah.
Kolaborasi dan Santunan di Bulan Ramadhan
Gerakan Pangan Murah Bandung merupakan hasil kolaborasi erat antara Pemerintah Kabupaten Bandung dengan berbagai pihak. Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan serta Dinas Perdagangan dan Perindustrian menjadi motor penggerak utama. Mereka bekerja sama dengan sejumlah mitra usaha penyedia kebutuhan pangan.
Selain program GPM, Bupati Dadang Supriatna juga menyalurkan santunan kepada 1.063 anak yatim. Anak-anak yatim ini berasal dari 14 RW di Desa Tegalluar. Kegiatan sosial ini merupakan bagian integral dari rangkaian acara di bulan Ramadhan.
Bupati Dadang Supriatna menyampaikan bahwa pembagian santunan ini merupakan kegiatan rutin tahunan yang dilakukan setiap akhir Ramadhan. Hal ini menunjukkan kepedulian Pemkab Bandung terhadap kesejahteraan anak-anak yatim dan kaum rentan lainnya. Program ini diharapkan dapat membawa kebahagiaan bagi mereka di bulan yang penuh berkah ini.
Sumber: AntaraNews