Induk dan Anakan Gajah Ditemukan Mati di Hutan Produksi Bengkulu, Polisi Selidiki

Penemuan itu dilaporkan warga ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), Kamis (30/4). Dua ekor gajah itu terdiri dari satu indukan dan satu anakan.

Irwanto
Oleh Irwanto - Reporter
Induk dan Anakan Gajah Ditemukan Mati di Hutan Produksi Bengkulu, Polisi Selidiki
Induk dan Anakan Gajah Ditemukan Mati di Hutan Produksi Bengkulu, Polisi Selidiki (Merdeka.com)

Dua ekor gajah ditemukan mati di kawasan hutan produksi wilayah konsesi PT Bentara Agra Timber (BAT) di Air Teramang, Mukomuko, Bengkulu. Aparat kepolisian kini tengah melakukan penyelidikan guna mengungkap penyebab kematian satwa dilindungi tersebut.

Penemuan itu dilaporkan warga ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), Kamis (30/4). Dua ekor gajah itu terdiri dari satu indukan dan satu anakan.

Lokasi penemuan berada di kawasan Bentang Sebelat yang merupakan habitat gajah. Namun gajah-gajah itu mulai terganggu akibat perambahan hutan.

Kabid Humas Polda Bengkulu Kombes Pol Ichsan Nur menegaskan, kematian dua ekor gajah itu menjadi perhatian untuk mengungkap penyebab kematiannya. Kapolda Bengkulu telah menginstruksikan jajaran untuk melakukan penyelidikan mendalam.

"Kita sedang dalami apa penyebabnya, kita ditindaklanjuti dengan penyidikan," kata Ichsan Nur, Sabtu (2/5).

Ichsan menegaskan, jika ditemukan tindak pidana, pelaku akan diberikan sanksi sesuai aturan yang berlaku.

Sebab, tindakan pelaku dapat mengakibatkan populasi hewan dilindungi terancam punah.

"Kita proses secara profesional, pasti ditindak tegas," kata Ichsan. Kepala Seksi Wilayah I BKSDA Bengkulu-Lampung Said Jauhari mengatakan, gigi caling gajah indukan masih dalam keadaan utuh saat ditemukan. Kematian hewan dilindungi itu menjadi perhatian mengingat populasinya makin berkurang.

"Sudah beberapa kali terjadi kasus serupa. Ini jadi perhatian bersama," katanya.

Rekomendasi