DKP Garut Gelar Gerakan Pangan Murah Jelang Ramadhan, Jaga Stabilitas Harga dan Stok Pangan
Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Garut menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) menjelang Ramadhan untuk menstabilkan harga dan memastikan ketersediaan pangan bagi masyarakat dengan harga terjangkau.
Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Garut, Jawa Barat, aktif menyelenggarakan Gerakan Pangan Murah (GPM) menjelang datangnya Bulan Suci Ramadhan. Kegiatan ini bertujuan utama mengendalikan stabilitas harga komoditas pangan pokok di pasaran. Langkah ini juga memastikan kebutuhan masyarakat akan pangan penting terpenuhi dengan baik.
Inisiatif GPM ini merupakan instruksi langsung dari Badan Pangan Nasional yang mewajibkan setiap daerah untuk melaksanakan kegiatan serupa. Tujuannya adalah untuk menjaga kestabilan harga serta menjamin ketersediaan pasokan pangan yang cukup bagi warga. Pelaksanaan GPM ini dilakukan secara serentak di berbagai daerah.
Kepala Bidang Distribusi dan Cadangan Pangan DKP Garut, Dicky Timor, menyatakan bahwa GPM ini penting untuk memudahkan masyarakat. Warga dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau, karena adanya subsidi dari pemerintah. Setiap produk mendapatkan subsidi sebesar Rp2.000.
Misi Stabilisasi Harga dan Ketersediaan Pangan di Garut
Gerakan Pangan Murah (GPM) yang diinisiasi oleh DKP Garut merupakan respons terhadap potensi lonjakan permintaan. Lonjakan ini biasa terjadi menjelang Hari Raya Idul Fitri dan Bulan Ramadhan. Kebijakan ini diharapkan dapat mengantisipasi kenaikan harga.
Dicky Timor menjelaskan bahwa instruksi pelaksanaan GPM ini berasal dari Badan Pangan Nasional. Badan Pangan Nasional mewajibkan Dinas Pangan di seluruh Indonesia, termasuk Perum Bulog, untuk menggelar GPM secara serentak. Ini dilakukan demi menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan.
Kehadiran subsidi sebesar Rp2.000 untuk setiap produk yang dijual dalam GPM menjadi daya tarik utama. Subsidi ini memastikan harga jual lebih murah dibandingkan harga pasar. Hal ini sangat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok mereka.
Beragam Komoditas Pangan Tersedia dengan Harga Terjangkau
Dalam pelaksanaan Gerakan Pangan Murah Garut, DKP Garut bekerja sama erat dengan Perum Bulog. Kerja sama ini bertujuan untuk menyediakan berbagai komoditas pangan penting bagi masyarakat. Salah satunya adalah beras SPHP sebanyak 1 ton.
Di samping beras, GPM juga menyediakan minyak goreng, telur ayam, terigu, dan gula pasir. Masyarakat dapat membeli beras premium dengan harga Rp14.000 per kilogram. Telur ayam tersedia seharga Rp29.000 per kilogram.
Komoditas seperti terigu dijual Rp11.000 per kilogram, gula pasir Rp17.000 per kilogram, dan minyak goreng Rp17.000. Daging ayam juga tersedia dengan harga Rp35.000 per ekor.
DKP Garut juga menggandeng kelompok tani lokal untuk menyediakan produk pertanian segar. Produk-produk ini ditawarkan dengan harga serba Rp5 ribu. Ini menunjukkan komitmen untuk mendukung petani lokal sekaligus menyediakan pilihan bagi konsumen.
Jaminan Stok Pangan dan Kolaborasi Lintas Sektor
Dicky Timor menegaskan bahwa ketersediaan pangan pokok di pasaran Garut dipastikan aman. Pasokan ini mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang Ramadhan. Meskipun ada beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga, stok secara keseluruhan tetap terjaga.
"Pemantauan harga dan stok di beberapa pasar untuk ketersediaan insya Allah memenuhi walaupun memang ada beberapa harga yang naik," kata Dicky. Pernyataan ini memberikan jaminan kepada masyarakat.
Kerja sama dalam Gerakan Pangan Murah Garut melibatkan berbagai pihak. Selain Bulog untuk beras SPHP, DKP Garut juga menggandeng champion cabai dan champion bawang dari Kabupaten Garut. Supplier dan distributor lokal turut serta mendukung kelancaran GPM.
Kolaborasi lintas sektor tersebut penting untuk memastikan distribusi pangan berjalan lancar. Ini juga membantu menjaga harga tetap stabil. Tujuannya adalah agar masyarakat dapat mengakses pangan berkualitas dengan harga yang wajar.
- Beras premium: Rp14.000 per kg
- Telur ayam: Rp29.000 per kg
- Terigu: Rp11.000 per kg
- Gula pasir: Rp17.000 per kg
- Minyak goreng: Rp17.000
- Daging ayam: Rp35.000 per ekor
- Produk pertanian dari kelompok tani: Serba Rp5.000
Sumber: AntaraNews