Bupati Lampung Barat Pastikan Kestabilan Harga Pangan Jelang Lebaran 2026
Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga kestabilan harga pangan jelang Lebaran 2026 melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) yang masif untuk masyarakat.
Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus, memastikan kesiapan pasokan bahan pokok untuk menjaga kestabilan harga kebutuhan pangan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Pernyataan ini disampaikan Bupati saat dihubungi dari Lampung Selatan pada Senin (9/3/2026), menekankan pentingnya ketersediaan pangan bagi masyarakat.
Parosil Mabsus menegaskan bahwa stok pangan akan selalu menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat di wilayahnya. Apabila terjadi peningkatan permintaan atau kekurangan pasokan, pemerintah daerah siap menambah stok dan menyalurkannya melalui pihak kecamatan. Langkah antisipatif ini diambil untuk mencegah gejolak harga.
Untuk mencapai tujuan tersebut, Pemerintah Kabupaten Lampung Barat bekerja sama dengan berbagai pihak. Kolaborasi ini bertujuan untuk memastikan harga bahan pangan tetap stabil dan terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat, terutama menjelang momen Lebaran yang biasanya diiringi peningkatan konsumsi.
Upaya Pemerintah Daerah Jaga Kestabilan Harga Pangan
Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Lampung Barat, bekerja sama dengan Perum Bulog, Dinas Koperindag, pihak kecamatan, serta pemerintah pekon (desa) setempat, aktif mengadakan Gerakan Pangan Murah (GPM). Inisiatif ini merupakan strategi utama untuk menjaga stabilitas harga bahan pangan di tengah masyarakat.
Bupati Parosil Mabsus menjelaskan bahwa tujuan utama GPM adalah menstabilkan harga agar tidak terjadi lonjakan yang dapat merugikan masyarakat. Kegiatan ini merupakan program Pemerintah Kabupaten Lampung Barat yang dilaksanakan atas arahan Badan Pangan Nasional.
GPM diselenggarakan dalam rangka menjaga stabilitas harga serta memastikan ketersediaan pangan bagi masyarakat selama bulan Ramadhan. Masyarakat yang membutuhkan kegiatan serupa dapat melapor kepada camat, bupati, atau langsung kepada Dinas Ketahanan Pangan agar GPM dapat kembali dilaksanakan di wilayah mereka.
Rincian Produk dan Harga di Gerakan Pangan Murah
Dalam setiap pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM), berbagai kebutuhan pokok disediakan dengan harga terjangkau bagi masyarakat. Hal ini bertujuan untuk meringankan beban ekonomi warga, khususnya menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Salah satu komoditas utama yang tersedia adalah beras, sebanyak 1 ton dalam kemasan 5 kilogram, yang dapat ditebus dengan harga Rp58 ribu per karung. Selain itu, minyak goreng juga tersedia sebanyak 1.200 kilogram dengan harga Rp15 ribu per liter.
Kebutuhan pokok lainnya yang ditawarkan meliputi gula pasir sebanyak 72 kilogram seharga Rp17.500 per kilogram. Tidak ketinggalan, tepung terigu juga disediakan sebanyak 50 kilogram dengan harga Rp10 ribu per kilogram, melengkapi pilihan bahan pangan murah bagi masyarakat.
Sumber: AntaraNews