Pemkab Barito Utara Gelar Gerakan Pangan Murah, Jaga Stabilitas Harga Jelang Lebaran 2026
Pemerintah Kabupaten Barito Utara menyelenggarakan Gerakan Pangan Murah untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan kebutuhan pokok jelang Lebaran 2026, membantu masyarakat mendapatkan pangan terjangkau.
Muara Teweh, 13 Maret 2026 – Pemerintah Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, aktif menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) sebagai langkah strategis dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok. Program ini bertujuan membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pangan mereka selama bulan Ramadan dan menjelang perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk mengantisipasi potensi gejolak harga yang kerap terjadi di momen-momen penting keagamaan.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (KPP) Barito Utara, Siswandoyo, menjelaskan bahwa program ini krusial untuk menjaga stabilitas pasokan pangan di wilayah tersebut. Kegiatan GPM ini terselenggara berkat kerja sama erat dengan berbagai pihak. Mitra yang terlibat meliputi Perum Bulog, perusahaan daerah (perusda), Bank Pangan, hingga unit pelaksana teknis (UPT) daerah.
Melalui kolaborasi ini, beragam komoditas pangan esensial tersedia dengan harga yang jauh lebih rendah dibandingkan harga di pasar umum. Langkah ini diharapkan dapat meringankan beban ekonomi masyarakat, terutama dalam menghadapi potensi kenaikan harga menjelang hari raya. Selain itu, GPM juga berperan penting dalam stabilisasi pasokan pangan dan pengendalian inflasi daerah.
Upaya Stabilisasi Harga dan Pasokan Pangan
Gerakan Pangan Murah yang diinisiasi oleh Pemkab Barito Utara menjadi respons proaktif terhadap fluktuasi harga bahan pokok. Siswandoyo menegaskan bahwa program ini dirancang untuk mengantisipasi lonjakan harga dan memastikan ketersediaan pasokan pangan yang memadai bagi seluruh masyarakat. Penjualan komoditas di bawah harga pasar menjadi daya tarik utama, mencakup beras, bawang merah, bawang putih, dan minyak goreng.
Kerja sama lintas sektor menjadi kunci keberhasilan GPM ini. Keterlibatan Perum Bulog menjamin ketersediaan beras dan komoditas strategis lainnya, sementara perusda dan Bank Pangan turut menyediakan berbagai produk lokal. Unit pelaksana teknis daerah juga berperan aktif dalam distribusi dan penyediaan barang, memastikan jangkauan program yang lebih luas.
Tujuan utama dari GPM ini adalah untuk menciptakan stabilitas ekonomi di tingkat lokal. Dengan harga yang terkendali dan pasokan yang terjamin, daya beli masyarakat dapat terjaga. Hal ini juga secara tidak langsung membantu dalam menekan laju inflasi daerah, menciptakan lingkungan ekonomi yang lebih kondusif bagi warga Barito Utara.
Dukungan untuk Produk Lokal dan Ketersediaan Ikan
Selain komoditas pokok, Gerakan Pangan Murah juga menjadi wadah bagi promosi dan penjualan hasil produksi daerah. Dinas KPP Barito Utara secara khusus menyediakan komoditas ikan, salah satunya adalah ikan patin hasil keramba. Ikan patin yang di pasaran umum dijual sekitar Rp40 ribu per kilogram, dalam GPM ini ditawarkan dengan harga Rp30 ribu.
Ketersediaan ikan patin mencapai 50 hingga 70 kilogram dari berbagai wilayah produksi lokal, termasuk Balai Benih Ikan (BBI) Trinsing dan BBI Lahei. Di lokasi kegiatan GPM sendiri, sekitar 50 kilogram ikan disiapkan untuk masyarakat. Secara total, sekitar 150 kilogram ikan disediakan untuk memenuhi kebutuhan warga, menunjukkan komitmen pemerintah dalam mendukung produk perikanan lokal.
Inisiatif ini tidak hanya membantu masyarakat mendapatkan ikan segar dengan harga terjangkau, tetapi juga memberikan dampak positif bagi para pembudidaya ikan lokal. Dengan adanya pasar langsung seperti GPM, petani ikan memiliki saluran distribusi yang lebih efisien, sekaligus meningkatkan nilai tambah produk mereka.
Pemantauan Harga dan Stok Pangan Jelang Lebaran
Sebelum pelaksanaan Gerakan Pangan Murah, jajaran pejabat Pemkab Barito Utara melakukan peninjauan langsung ke sejumlah lokasi pasar dan gudang penyimpanan. Bupati Barito Utara Shalahuddin, didampingi Wakil Bupati Felix Sonadi Y Tingan, Sekda Muhlis, serta beberapa kepala organisasi perangkat daerah, mengunjungi Pasar PBB, gudang Bulog, dan Pasar Pendopo.
Hasil pemantauan menunjukkan bahwa harga bahan pokok di Barito Utara masih relatif stabil, meskipun terdapat kenaikan kecil sekitar Rp1.000 hingga Rp2.000 pada beberapa komoditas. Kenaikan tertinggi sekitar Rp5.000 terpantau pada komoditas tertentu seperti ayam. Kondisi stok pangan di Bulog juga dinyatakan aman untuk beberapa bulan ke depan, termasuk beras, gula, dan minyak goreng.
Siswandoyo memastikan bahwa stok beras di Bulog cukup untuk empat hingga lima bulan ke depan, sementara gula dan minyak goreng juga dalam kondisi aman. Minyak goreng yang disalurkan pemerintah merupakan minyak penugasan dengan harga sesuai standar nasional, melengkapi minyak komersial yang tersedia di pasaran. Secara keseluruhan, ketersediaan pangan di Barito Utara berada dalam kondisi aman menjelang Ramadan dan Idul Fitri.
Sumber: AntaraNews