Pemkab Mukomuko dan Kejari Gelar Gerakan Pangan Murah Jaga Stabilitas Harga Jelang Ramadan
Pemerintah Kabupaten Mukomuko bersama Kejaksaan Negeri setempat menggelar Gerakan Pangan Murah Mukomuko untuk menstabilkan harga bahan pokok menjelang bulan Ramadhan, disambut antusiasme tinggi dari masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, baru-baru ini menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) sebagai upaya proaktif menjaga stabilitas harga bahan pokok. Kegiatan ini dilaksanakan bersama Kejaksaan Negeri Mukomuko, menunjukkan sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga penegak hukum. Tujuan utama GPM adalah mengantisipasi kenaikan harga yang kerap terjadi menjelang bulan suci Ramadhan, memastikan ketersediaan pangan dengan harga terjangkau bagi masyarakat.
Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Mukomuko, Lailatul Hidayat, menjelaskan bahwa pelaksanaan GPM berlokasi di Kantor Kejaksaan Negeri Mukomuko. Acara ini secara resmi dibuka oleh Wakil Bupati Mukomuko Rahmadi AB dan turut dihadiri oleh perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Mukomuko. Kolaborasi ini menegaskan komitmen bersama dalam menjaga daya beli masyarakat.
Masyarakat menunjukkan antusiasme yang sangat tinggi terhadap Gerakan Pangan Murah ini, terlihat dari partisipasi aktif mereka. Hal ini disebabkan harga bahan pokok yang ditawarkan dalam kegiatan tersebut jauh di bawah harga pasar, memberikan keringanan ekonomi bagi warga. Inisiatif ini menjadi solusi konkret untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat dengan harga yang lebih terjangkau, terutama di tengah potensi fluktuasi harga menjelang hari besar keagamaan.
Antusiasme Masyarakat dan Dukungan Pihak Terkait dalam GPM Mukomuko
Gerakan Pangan Murah (GPM) yang diselenggarakan di Kabupaten Mukomuko berhasil menarik perhatian dan antusiasme masyarakat yang luar biasa. Warga berbondong-bondong datang untuk mendapatkan bahan pokok dengan harga yang lebih murah dibandingkan pasaran. Fenomena ini menunjukkan betapa pentingnya intervensi pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat, terutama menjelang momen-momen krusial seperti bulan Ramadhan.
Berbagai jenis bahan pokok strategis disediakan dalam GPM ini, meliputi cabai merah, bawang putih, beras, telur, serta minyak goreng merek Minyakita. Ketersediaan komoditas ini dengan harga terjangkau sangat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari. Penjualan bahan pangan esensial ini secara langsung berkontribusi pada upaya stabilisasi harga di tingkat lokal.
Pelaksanaan GPM ini tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, termasuk Perum Bulog yang berperan menyediakan beras SPHP dan Minyakita. Selain itu, dukungan juga datang dari para pelaku usaha lokal yang turut berpartisipasi dalam kegiatan ini. Kolaborasi antara pemerintah daerah, badan usaha milik negara seperti Bulog, dan sektor swasta menjadi kunci keberhasilan GPM dalam menjangkau lebih banyak masyarakat.
Strategi Intervensi Harga Jelang Hari Besar Keagamaan di Mukomuko
Pemerintah daerah menyadari bahwa menjelang hari besar keagamaan, seperti bulan Ramadhan dan Idul Fitri, ada kecenderungan harga bahan pokok mengalami peningkatan. Oleh karena itu, intervensi harga menjadi langkah penting yang harus dilakukan untuk mencegah lonjakan yang signifikan. Gerakan Pangan Murah (GPM) adalah salah satu bentuk intervensi efektif yang diterapkan secara berkala.
Selain melalui GPM, intervensi harga juga dilakukan melalui operasi pasar yang diselenggarakan di berbagai titik. Kombinasi kedua strategi ini bertujuan untuk memastikan pasokan bahan pokok tetap stabil dan harga terkendali. Langkah-langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk melindungi konsumen dari praktik penimbunan atau spekulasi harga yang dapat merugikan.
Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Mukomuko, Lailatul Hidayat, menegaskan bahwa GPM dilaksanakan secara rutin menjelang hari besar keagamaan dan nasional, sesuai dengan kalender kerja dinas. Namun, kegiatan serupa juga dapat bersifat insidental, misalnya ketika terjadi inflasi, harga tinggi, atau kelangkaan barang. Fleksibilitas ini memungkinkan pemerintah untuk merespons cepat kondisi pasar yang tidak stabil.
Sumber: AntaraNews