Gerakan Pangan Murah Bangka Tengah: Jaga Stabilitas Harga Jelang Tradisi Ruwah
Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah bersama Bank Indonesia menggelar Gerakan Pangan Murah Bangka Tengah di Desa Keretak Atas untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan menjelang tradisi Ruwah serta mengurangi beban masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah, berkolaborasi dengan Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, telah sukses menyelenggarakan Gerakan Pangan Murah (GPM). Kegiatan ini berlangsung di Desa Keretak Atas, Kecamatan Sungaiselan, pada Jumat (30/1), sebagai langkah antisipatif menjelang tradisi Ruwah. Inisiatif ini bertujuan utama untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga komoditas pangan di tengah masyarakat.
Gerakan Pangan Murah Bangka Tengah ini memberikan kesempatan bagi warga untuk memperoleh kebutuhan pokok rumah tangga dengan harga yang lebih terjangkau. Hal ini diharapkan dapat meringankan beban pengeluaran masyarakat. Selain itu, kegiatan ini juga berfungsi sebagai upaya strategis untuk menekan laju inflasi di tingkat rumah tangga, khususnya menjelang hari besar keagamaan dan tradisi lokal.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Bangka Tengah, Dian Akbarini, menegaskan bahwa GPM adalah bagian integral dari strategi pengendalian inflasi daerah. Kegiatan ini dipandang krusial menjelang pelaksanaan tradisi Ruwah, yang identik dengan sedekah nganggung dan ziarah kubur sebelum bulan Ramadhan tiba. GPM memastikan ketersediaan stok pangan tetap aman dan stabil bagi seluruh masyarakat.
Strategi Pengendalian Inflasi Daerah Melalui GPM
Gerakan Pangan Murah (GPM) menjadi salah satu instrumen efektif Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah dalam mengendalikan inflasi daerah. Dian Akbarini menjelaskan bahwa GPM secara khusus ditujukan untuk menghadapi momen-momen penting seperti hari besar keagamaan dan tradisi masyarakat. Tradisi Ruwah, yang melibatkan kegiatan sedekah nganggung dan ziarah kubur menjelang Ramadhan, menjadi salah satu fokus utama GPM.
Melalui GPM, masyarakat dapat mengakses bahan pangan pokok dengan harga yang lebih kompetitif dibandingkan harga pasar. Kemudahan akses ini tidak hanya membantu mengurangi beban ekonomi rumah tangga, tetapi juga memastikan pasokan pangan tetap terjaga. Ketersediaan stok yang stabil menjadi kunci untuk mencegah lonjakan harga yang tidak diinginkan.
Inisiatif ini juga mencerminkan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga daya beli masyarakat. Dengan harga yang terjangkau, diharapkan masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pokok tanpa mengalami tekanan finansial yang berlebihan. GPM menjadi solusi konkret untuk menjaga keseimbangan ekonomi di tingkat lokal.
Ketersediaan Pangan Terjangkau dan Dukungan Mitra Strategis
Pelaksanaan Gerakan Pangan Murah Bangka Tengah tidak lepas dari dukungan berbagai mitra strategis di bidang pangan dan distribusi. Sejumlah lembaga dan pelaku usaha turut berpartisipasi aktif dalam menyukseskan kegiatan ini. Mitra-mitra tersebut meliputi Perum Bulog, Rajawali Nusindo, RPK Bulog Sungaiselan, PT Dolphin, CV SAL, PT Alfamart, UMKM Perikanan, Balai Penyuluhan Pertanian Sungaiselan, serta para distributor telur.
Berbagai kebutuhan pokok esensial ditawarkan dengan harga yang jauh di bawah pasaran, memberikan keuntungan langsung bagi konsumen. Beberapa komoditas yang tersedia antara lain:
- Beras SPHP kemasan 5 kilogram: Rp59.000
- Beras medium: Rp65.000
- Beras premium: Rp75.000
- Gula pasir: Rp17.000 per kilogram
- Minyak goreng Minyakita: Rp15.500 per liter
- Minyak goreng Fortune: Rp18.500 per liter
- Telur ayam ras: Rp52.000 per rak (sekitar Rp1.800 per butir)
- Telur asin: Rp4.000 per butir
- Tepung terigu: Rp11.000 per kemasan
Ketersediaan komoditas ini dengan harga terjangkau sangat membantu masyarakat dalam menghadapi kebutuhan jelang tradisi Ruwah.
Sinergi Lintas Sektor untuk Stabilitas Harga Berkelanjutan
Staf Ahli Bupati Bangka Tengah, Tamimi, menyampaikan bahwa Gerakan Pangan Murah Bangka Tengah diharapkan mampu menjaga stabilitas harga pangan, khususnya di wilayah Sungaiselan. Kegiatan ini bukan hanya solusi jangka pendek, melainkan bagian dari strategi berkelanjutan dalam pengendalian inflasi daerah.
Lebih lanjut, Tamimi menekankan pentingnya sinergi yang terjalin antara pemerintah, lembaga keuangan, pelaku usaha, dan masyarakat. Kolaborasi ini menjadi fondasi kuat untuk menciptakan ekosistem pangan yang stabil dan berketahanan. Sinergi ini memastikan bahwa upaya pengendalian inflasi dapat berjalan efektif dan memberikan dampak positif yang luas.
Melalui GPM, pemerintah daerah menunjukkan komitmennya untuk selalu hadir di tengah masyarakat, terutama dalam memastikan akses terhadap kebutuhan dasar. Pendekatan holistik ini diharapkan dapat terus berlanjut, menciptakan ketahanan pangan yang lebih baik dan menjaga stabilitas ekonomi daerah secara keseluruhan.
Sumber: AntaraNews