Harga Cabai Rawit Cuma Rp5.000! Pemkot Padang Panjang Gelar Gerakan Pangan Murah untuk Stabilkan Harga

Pemerintah Kota Padang Panjang berkolaborasi dengan Bank Indonesia menggelar Gerakan Pangan Murah untuk menekan inflasi dan membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Harga Cabai Rawit Cuma Rp5.000! Pemkot Padang Panjang Gelar Gerakan Pangan Murah untuk Stabilkan Harga
Pemerintah Kota Padang Panjang berkolaborasi dengan Bank Indonesia menggelar Gerakan Pangan Murah untuk menekan inflasi dan membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. (Merdeka.com)

Pemerintah Kota Padang Panjang bekerja sama dengan Bank Indonesia (BI) secara aktif menyelenggarakan Gerakan Pangan Murah (GPM) di berbagai lokasi strategis di kota tersebut. Kegiatan ini dimulai sejak Senin (15/9) dan berlanjut hingga hari Selasa, menarik antusiasme tinggi dari masyarakat setempat. Inisiatif ini bertujuan utama untuk menstabilkan harga kebutuhan pokok yang bergejolak di pasaran.

Wali Kota Padang Panjang, Hendri Arnis, menegaskan bahwa GPM diharapkan mampu meringankan beban ekonomi warga dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Stabilitas harga pangan menjadi elemen krusial dalam menjaga ketahanan ekonomi keluarga di tengah dinamika pasar. Oleh karena itu, pemerintah daerah terus berupaya mendorong langkah konkret bersama berbagai pihak terkait.

Kolaborasi ini merupakan bagian dari strategi pemerintah daerah bersama BI untuk menjaga daya beli masyarakat dan mengendalikan laju inflasi di daerah. Selain itu, GPM juga berfungsi sebagai sarana edukasi bagi warga agar lebih bijak dalam mengelola anggaran belanja rumah tangga. Berbagai komoditas esensial ditawarkan dengan harga yang jauh lebih murah dibandingkan harga pasar.

Gerakan Pangan Murah ini merupakan hasil kolaborasi erat antara Pemerintah Kota Padang Panjang dan Bank Indonesia, melibatkan berbagai instansi dan kelompok masyarakat. Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM, Kelompok Wanita Tani (KWT) Berkah Kita Sago Residen, Gabungan Kelompok Tani Lembuti Satu, dan Bulog Bukittinggi turut serta dalam menyukseskan program ini. Sinergi ini menunjukkan komitmen kuat pemerintah daerah dalam mengatasi tantangan ekonomi.

Wali Kota Hendri Arnis berharap kolaborasi semacam ini dapat terus berlanjut dan menjadi program rutin dalam bentuk gerakan pangan murah. "Dengan kolaborasi ini, diharapkan dapat terus berjalan dalam bentuk program gerakan pangan murah sebagai upaya membantu masyarakat, dalam mencukupi kebutuhan sehari-hari dengan harga murah di bawah harga pasar," ujarnya. Program ini menjadi bukti nyata kehadiran pemerintah untuk warganya.

Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Padang Panjang, Ade Nafrita Anas, menambahkan bahwa GPM adalah bagian integral dari strategi pemerintah untuk menjaga inflasi daerah. "BI bersama Pemkot Padang Panjang berupaya menjaga daya beli masyarakat," kata Ade. Kegiatan ini juga menjadi platform penting untuk mengedukasi warga tentang pengelolaan belanja yang efektif dan efisien.

Gerakan Pangan Murah menawarkan beragam kebutuhan pokok dengan harga yang signifikan di bawah pasaran. Masyarakat dapat memperoleh beras, minyak goreng, gula, aneka sayuran segar, telur, dan komoditas lainnya dengan harga yang sangat menguntungkan. Penawaran ini menjadi angin segar bagi banyak keluarga di Padang Panjang yang membutuhkan akses pangan murah.

Beberapa contoh harga yang ditawarkan mencakup beras Kuriak 10 kilogram seharga Rp164.000, beras Kuriak 5 kilogram Rp82.000, dan beras SPHP 5 kilogram Rp62.500. Minyak kita 1 liter dijual Rp15.500 dan 2 liter Rp31.400, sementara gula pasir dibanderol Rp17.500 per kilogram. Harga sayuran seperti terong, timun, bayam, kale, sawi, hingga cabai rawit dijual rata-rata dengan harga fantastis Rp5.000 per bungkus.

Selain itu, komoditas lain seperti cabai merah dijual Rp82.000 per kilogram, bawang merah Rp37.000 per kilogram, buncis Rp20.000 per kilogram, dan pakcoy Rp5.000 per bungkus. Timun dan tomat masing-masing Rp10.000 per bungkus, wortel Rp20.000 per bungkus, serta bawang daun Rp12.000 per kilogram. Harga-harga ini menunjukkan upaya serius pemerintah untuk menekan biaya hidup masyarakat.

Sejak dibuka pada Senin (15/9), Gerakan Pangan Murah yang digelar di halaman Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Padang Panjang ini telah mendapatkan respons yang sangat positif dari masyarakat. "Respons warga sangat positif, banyak yang merasa terbantu," ujar Ade Nafrita Anas. Antusiasme warga yang tinggi menunjukkan bahwa program ini sangat dibutuhkan dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan mereka.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi