DPUPR Bangka Tengah Intensifkan Normalisasi Sungai untuk Atasi Banjir di Sungai Selan

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Bangka Tengah gencar melakukan normalisasi sungai demi menanggulangi banjir di Kecamatan Sungai Selan. Apa saja upaya komprehensif yang dilakukan?

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
DPUPR Bangka Tengah Intensifkan Normalisasi Sungai untuk Atasi Banjir di Sungai Selan
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Bangka Tengah gencar melakukan normalisasi sungai demi menanggulangi banjir di Kecamatan Sungai Selan. Apa saja upaya komprehensif yang dilakukan? (AntaraNews)

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Bangka Tengah bersama Badan Wilayah Sungai Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, telah mengintensifkan upaya normalisasi sungai. Kegiatan ini bertujuan untuk menanggulangi masalah banjir yang kerap melanda wilayah Kecamatan Sungai Selan. Langkah konkret ini dimulai pada Minggu (17/5) sebagai respons cepat terhadap kondisi lingkungan.

Kepala DPUPR Bangka Tengah, Fani Hendra Saputra, menjelaskan bahwa normalisasi ini sangat krusial untuk memperlancar aliran air. Banyak permukiman warga berada dekat sungai, sehingga terjadi penyempitan serta pendangkalan sungai yang cukup parah. Kondisi ini menjadi pemicu utama genangan air saat curah hujan tinggi.

Selain normalisasi sungai, DPUPR juga menggalakkan kegiatan gotong royong bersama masyarakat setempat. Fokusnya adalah membersihkan saluran drainase dan mengangkut tumpukan sampah yang menghambat aliran air. Berbagai inisiatif ini diharapkan dapat mengurangi risiko banjir secara signifikan.

Penyebab Utama Banjir di Sungai Selan

Hasil analisis sementara menunjukkan bahwa banjir di Kelurahan Sungai Selan dan Desa Selan dipicu oleh pendangkalan sungai. Kondisi ini secara signifikan menghambat aliran air, terutama saat curah hujan meningkat drastis. Penyempitan alur sungai juga memperparah situasi, membuat air meluap ke permukiman warga.

Selain pendangkalan, sejumlah drainase di kawasan permukiman warga juga mengalami sedimentasi parah. Hal ini disebabkan oleh tumpukan sampah yang menghalangi laju air. Akumulasi sampah ini menjadi salah satu faktor dominan penyebab genangan.

Beberapa saluran air bahkan tertutup sepenuhnya karena dijadikan akses jalan atau titian menuju rumah masyarakat. Perubahan fungsi saluran drainase ini mengakibatkan air tidak dapat mengalir dengan baik. Situasi ini menambah kompleksitas masalah penanganan banjir di wilayah tersebut.

Langkah Komprehensif Penanganan Banjir

DPUPR Bangka Tengah bersama Badan Wilayah Sungai Pangkalpinang fokus pada normalisasi sungai untuk memastikan aliran air lancar. Pengerukan sedimen dan pelebaran alur sungai dilakukan untuk mengembalikan kapasitas sungai. Upaya ini diharapkan dapat mengurangi risiko luapan air saat musim hujan.

Kegiatan gotong royong juga diintensifkan dengan melibatkan masyarakat untuk membersihkan saluran drainase. Pengangkutan tumpukan sampah menjadi prioritas utama dalam aksi kebersihan ini. Kolaborasi ini penting untuk menjaga kebersihan lingkungan dan fungsi drainase.

Fani Hendra Saputra juga menyatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup dan pemerintah kecamatan. Koordinasi ini bertujuan untuk memperbaiki sistem pengangkutan sampah secara menyeluruh. Penanganan drainase dan kebersihan lingkungan diharapkan dapat berjalan lebih optimal dengan sinergi antarlembaga.

Pentingnya Peran Serta Masyarakat

Pemerintah daerah juga akan segera menggelar sosialisasi bersama aparatur kelurahan dan desa. Sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan. Edukasi mengenai dampak buruk sampah terhadap lingkungan sangat ditekankan.

Masyarakat juga diimbau untuk tidak menutup saluran drainase menggunakan bangunan tambahan di sekitar rumah mereka. Penutupan drainase dapat menghambat aliran air dan memperparah kondisi banjir. Kesadaran kolektif sangat dibutuhkan untuk menjaga fungsi infrastruktur air.

DPUPR Bangka Tengah berharap masyarakat dapat berperan aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan. Partisipasi warga dalam memelihara fasilitas umum yang telah dibangun pemerintah daerah sangat diharapkan. Hal ini krusial untuk mengurangi risiko banjir dan memastikan drainase berfungsi optimal.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi