Gerakan Pangan Murah Sigi Jelang Ramadhan 1447 H: Pemkab Jamin Ketersediaan dan Stabilisasi Harga
Pemerintah Kabupaten Sigi menggelar Gerakan Pangan Murah Sigi menjelang Ramadhan 1447 H untuk memastikan ketersediaan dan menstabilkan harga kebutuhan pokok masyarakat di wilayah tersebut.
Pemerintah Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng), mengambil langkah proaktif untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan. Melalui Gerakan Pangan Murah (GPM), Pemkab Sigi berupaya memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang bulan suci Ramadhan 1447 H.
Kegiatan ini berlangsung di Desa Mpanau, Kecamatan Sigi Biromaru, pada Minggu, 15 Februari. Inisiatif ini bertujuan untuk memberikan stimulus kepada masyarakat. Warga dapat membeli kebutuhan pokok seperti beras dan bahan pokok lainnya dengan harga yang telah disubsidi pemerintah.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Sigi, Akib Ponulele, menjelaskan bahwa salah satu tujuan utama GPM adalah stabilisasi pasokan dan harga pangan. Upaya ini diharapkan dapat meringankan beban ekonomi masyarakat, khususnya menjelang hari besar keagamaan.
Manfaat Gerakan Pangan Murah bagi Masyarakat Sigi
Gerakan Pangan Murah Sigi dirancang khusus untuk meringankan beban ekonomi masyarakat. Program ini memungkinkan warga membeli kebutuhan pokok dengan harga yang telah disubsidi pemerintah. Stimulus ini sangat membantu, terutama menjelang bulan suci Ramadhan yang biasanya diikuti kenaikan harga.
Akib Ponulele menegaskan bahwa GPM bertujuan utama untuk stabilisasi pasokan dan harga pangan. Dengan demikian, fluktuasi harga di pasar dapat diminimalisir. Ketersediaan bahan pokok juga lebih terjamin bagi seluruh lapisan masyarakat di Kabupaten Sigi.
Berbagai komoditas esensial tersedia dalam Gerakan Pangan Murah. Masyarakat dapat memperoleh telur, bawang merah, bawang putih, beras, Minyakita, gula, dan minyak goreng premium. Stok yang disediakan cukup banyak untuk memenuhi permintaan warga.
Rincian Harga dan Komoditas Tersedia di GPM Sigi
Dalam Gerakan Pangan Murah Sigi, beberapa komoditas penting dijual dengan harga khusus. Beras SPHP dan beras premium lokal, keduanya ukuran 5 kg, dibanderol Rp60.000. Harga ini jauh di bawah pasaran normal, memberikan keuntungan langsung bagi pembeli.
Minyak goreng juga menjadi fokus utama dalam GPM ini. Minyak premium dijual seharga Rp16.000 per liter, sementara Minyakita tersedia dengan harga Rp12.500 per liter. Ketersediaan minyak goreng sangat vital bagi rumah tangga dan menjadi salah satu kebutuhan dasar.
Komoditas lain seperti bawang merah dan bawang putih ditawarkan Rp29.000 per kg. Telur ayam dapat dibeli seharga Rp46.000 per rak, dan gula manis Rp14.500 per kilogram. Semua harga ini merupakan hasil subsidi pemerintah, memastikan keterjangkauan bagi masyarakat.
Akib Ponulele berharap masyarakat dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan bijak. Pembelian disarankan sesuai kebutuhan agar lebih banyak warga bisa merasakan manfaatnya. Ini adalah upaya kolektif untuk pemerataan akses pangan murah.
Dampak dan Harapan dari Gerakan Pangan Murah
Gerakan Pangan Murah Sigi memiliki dampak positif terhadap daya beli masyarakat. Harga yang lebih rendah dari pasar membantu mengurangi pengeluaran rumah tangga. Ini sangat penting untuk menjaga stabilitas ekonomi keluarga, terutama di tengah potensi kenaikan harga menjelang Ramadhan.
Semua komoditas yang ditawarkan dalam GPM dijual di bawah harga pasar. Hal ini dimungkinkan karena adanya subsidi dari pemerintah daerah. Subsidi tersebut memastikan masyarakat mendapatkan bahan pangan dengan harga yang lebih terjangkau dan berkualitas.
Inisiatif seperti Gerakan Pangan Murah ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga ketahanan pangan dan kesejahteraan warganya. Langkah proaktif ini patut diapresiasi menjelang hari besar keagamaan.
- Telur: 400 rak
- Bawang merah: 200 kg
- Bawang putih: 150 kg
- Beras (ukuran 5 kg): 200 karung
- Minyakita: 1.200 liter
- Gula: 1.100 kg
- Minyak goreng premium: 335 liter
Sumber: AntaraNews