Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani meminta jajaran di daerah segera menggelar operasi pasar untuk MinyaKita. Langkah ini diambil untuk mengatasi kelangkaan dan menjaga stabilitas harga minyak goreng rakyat tersebut. Tujuannya agar harga MinyaKita tetap sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah, yakni Rp15.700 per liter.
Permintaan ini disampaikan setelah adanya keluhan dari masyarakat terkait penjualan MinyaKita di atas HET di berbagai wilayah Indonesia. Bulog menargetkan untuk memulai operasi pasar khusus MinyaKita dalam waktu dekat, dengan fokus awal di wilayah DKI Jakarta. Percepatan ini penting untuk meredam kepanikan publik dan memastikan distribusi berjalan normal.
Rizal Ramdhani menegaskan komitmen Bulog untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat melalui stabilisasi harga pangan. Upaya ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk menjaga ketersediaan dan keterjangkauan kebutuhan pokok. Bulog juga sebelumnya telah aktif menjaga stabilitas harga menjelang hari besar keagamaan.
Advertisement
Advertisement
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, secara tegas menginstruksikan seluruh jajaran di daerah untuk segera melaksanakan operasi pasar. Instruksi ini mencakup komoditas beras dan juga MinyaKita, yang saat ini menjadi perhatian utama karena kelangkaan dan harga di atas HET. Hal ini disampaikan usai Rapat Percepatan Realisasi Pendanaan Penyerapan Gabah Setara Beras di Jakarta.
Langkah cepat ini diambil sebagai respons atas laporan masyarakat mengenai harga MinyaKita yang melampaui batas harga eceran tertinggi. Bulog telah mengadakan rapat evaluasi nasional secara daring untuk membahas kondisi harga pangan secara menyeluruh. Fokus utama rapat tersebut adalah menjaga stabilitas harga sembako dan mengidentifikasi penyebab kenaikan harga di tingkat pasar.
Rizal menekankan bahwa operasi pasar ini merupakan respons cepat untuk menekan lonjakan harga dan memastikan ketersediaan MinyaKita bagi masyarakat luas. Kehadiran Bulog di pasar diharapkan dapat meredam spekulasi harga dan menjamin akses masyarakat terhadap minyak goreng dengan harga terjangkau.
Advertisement
Advertisement
Dalam upaya percepatan stabilisasi, Direktur Utama Bulog akan memimpin langsung operasi pasar khusus MinyaKita. Operasi ini dijadwalkan untuk segera dilaksanakan, dengan prioritas awal di wilayah DKI Jakarta. Targetnya adalah memulai kegiatan ini dalam satu atau dua hari ke depan pada minggu ini.
Percepatan langkah ini dianggap krusial untuk mencegah kepanikan di tengah masyarakat dan memastikan distribusi MinyaKita kembali normal di pasaran. Bulog berkomitmen penuh untuk menjaga stabilisasi harga pangan, sesuai dengan arahan yang telah diberikan oleh Presiden Prabowo Subianto.
Selain menggelar operasi pasar, Bulog juga telah mengambil langkah proaktif lainnya. Pihaknya telah meminta tambahan kuota MinyaKita kepada Kemendag untuk mengatasi kelangkaan yang terjadi di sejumlah pasar. Permintaan ini diharapkan dapat menambah pasokan dan mempercepat normalisasi harga.
Advertisement
Advertisement
Bulog secara konsisten menunjukkan komitmennya dalam menjaga stabilitas harga pangan di Indonesia. Sebelumnya, Bulog juga aktif berperan dalam mengendalikan harga menjelang hari besar keagamaan. Momen-momen seperti Natal dan Tahun Baru 2025/2026, serta Ramadan dan Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 Masehi, berhasil dilewati dengan kondisi harga yang cukup terkendali.
Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan, "Bulog akan selalu memberikan pelayanan yang terbaik untuk rakyat dan semaksimal mungkin untuk menjaga stabilisasi harga. Itu sesuai dengan arahan Bapak Presiden." Pernyataan ini menggarisbawahi peran strategis Bulog sebagai stabilisator harga pangan nasional.
Upaya stabilisasi harga tidak hanya berfokus pada MinyaKita, tetapi juga pada komoditas pokok lainnya seperti beras. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa komoditas beras merupakan penyumbang inflasi sebesar 0,03 persen, sehingga operasi pasar beras juga menjadi prioritas Bulog.
Advertisement
Sumber: AntaraNews