Pemerintah Provinsi Maluku menunjukkan komitmennya dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat. Melalui inisiatif Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar serentak di Ambon, Sabtu (31/8), Pemprov Maluku merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia sekaligus HUT ke-80 Provinsi Maluku.
Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, menegaskan bahwa GPM ini merupakan bentuk nyata kehadiran pemerintah di tengah masyarakat. Inisiatif ini tidak hanya bertujuan untuk mendistribusikan pangan, tetapi juga sebagai langkah konkret dalam menjaga ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan rakyat Maluku secara berkelanjutan.
Langkah strategis ini diharapkan dapat meringankan beban ekonomi masyarakat di tengah gejolak harga. Dengan menyediakan bahan pokok dengan harga yang lebih terjangkau, Gerakan Pangan Murah Maluku menjadi solusi efektif untuk memastikan akses pangan yang merata bagi seluruh lapisan masyarakat.
Advertisement
Advertisement
Gubernur Hendrik Lewerissa menjelaskan bahwa Gerakan Pangan Murah Maluku dirancang khusus untuk meringankan beban masyarakat. Fluktuasi harga bahan pokok seringkali menjadi tantangan, dan melalui GPM ini, pemerintah berupaya menekan dampak tersebut agar tidak terlalu memberatkan.
Dalam pelaksanaannya, masyarakat dapat membeli beras, minyak goreng, dan gula dengan harga yang jauh lebih rendah dibandingkan harga pasar. Sebagai contoh, beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) kemasan 5 kilogram ditawarkan seharga Rp60.000, padahal harga di pasar bisa mencapai Rp65.000. Minyak goreng tersedia seharga Rp14.500 per liter, dan gula pasir Rp17.000 per kilogram, semuanya di bawah harga jual umum.
Selisih harga yang signifikan ini tentu sangat berarti bagi keluarga-keluarga di Maluku, membantu mereka menghemat pengeluaran rumah tangga. Gubernur Hendrik menambahkan bahwa pemerintah provinsi akan terus mendorong kegiatan serupa, terutama menjelang hari-hari besar keagamaan dan peringatan nasional, demi menjaga stabilitas harga pangan yang berkelanjutan.
Advertisement
Advertisement
Gerakan Pangan Murah Maluku melibatkan berbagai pihak terkait untuk memastikan kelancaran distribusi dan ketersediaan pasokan. Salah satu mitra utama adalah Perum Bulog Kanwil Maluku-Maluku Utara, yang berperan penting dalam menyalurkan beras SPHP kepada masyarakat.
Kepala Perum Bulog Kanwil Maluku-Maluku Utara, Mara Kamin Siregar, menjelaskan bahwa langkah ini memiliki tujuan ganda. Selain menekan inflasi pangan, GPM juga bertujuan untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah potensi kenaikan harga bahan pokok. Program ini bukan sekadar inisiatif sesaat, melainkan wujud nyata kepedulian negara dalam menjaga ketahanan pangan rakyat.
Dukungan terhadap program Gerakan Pangan Murah Maluku juga datang dari berbagai kementerian dan lembaga. Kementerian Pertanian, Kementerian Koperasi dan UKM, Kementerian Dalam Negeri, serta Badan Pangan Nasional (Bapanas) turut serta dalam mendukung keberhasilan GPM ini. Sinergi ini menunjukkan komitmen kolektif pemerintah dalam memastikan ketersediaan pangan yang terjangkau dan stabil bagi seluruh masyarakat Maluku.
Advertisement
- Beras SPHP kemasan 5 kg: Rp60.000 (harga pasar Rp65.000)
- Minyak goreng: Rp14.500 per liter
- Gula pasir: Rp17.000 per kilogram
Sumber: AntaraNews