PNBP Tumbuh 20 Persen per April, Salah Satunya Ditopang Denda Administratif Satgas PKH
Sebagai perbandingan, realisasi PNBP tanpa dividen BUMN pada periode Januari–April 2025 tercatat sebesar Rp142,6 triliun.
Pemerintah mencatat Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) hingga April 2026 tumbuh 20 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp171,1 triliun, di luar penerimaan dividen badan usaha milik negara (BUMN).
Sebagai perbandingan, realisasi PNBP tanpa dividen BUMN pada periode Januari–April 2025 tercatat sebesar Rp142,6 triliun.
"Realisasi PNBP juga tumbuh dengan baik 20 persen secara tahunan,” ujar Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam konferensi pers APBN Kita di Jakarta, Selasa (19/5).
Purbaya menjelaskan, salah satu penopang utama pertumbuhan tersebut berasal dari PNBP Kementerian/Lembaga (K/L) yang mencapai Rp58,2 triliun hingga April 2026. Angka itu tumbuh 49,2 persen dibandingkan realisasi Rp39 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Menurutnya, salah satu kontributor utama dalam kelompok PNBP tersebut berasal dari pendapatan denda administratif hasil kerja Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH).
Pada April 2026, Satgas PKH menyetorkan pendapatan hasil denda administratif dan penguasaan lahan sebesar Rp11,42 triliun kepada Kementerian Keuangan. Selanjutnya, pada Mei 2026, Satgas PKH kembali menyetorkan denda administratif di bidang kehutanan dengan total mencapai Rp10,27 triliun ke kas negara.
Sektor SDA
"Pendapatan denda administrasi di bidang kehutanan dan hasil kinerja Satgas PKH. Dapat sampai Rp10 triliun lebih yang kemarin ya," ungkapnya.
Selain itu, Purbaya merinci bahwa PNBP dari sektor sumber daya alam (SDA) tumbuh 3,9 persen secara tahunan menjadi Rp83,1 triliun.
Pendapatan BLU
Sementara itu, pendapatan badan layanan umum (BLU) meningkat signifikan sebesar 26,6 persen secara tahunan menjadi Rp29,9 triliun. Pertumbuhan tersebut terutama didorong oleh kenaikan pendapatan jasa pelayanan kesehatan pada Kementerian Kesehatan serta peningkatan tarif penggunaan ekspor crude palm oil (CPO) dan produk turunannya.
"PNBP tumbuhnya lumayan. Jadi kinerjanya amat baik,” pungkasnya.