Pemkab Natuna Jamin Stabilitas Harga Pangan Lewat Gerakan Pangan Murah Natuna
Pemerintah Kabupaten Natuna aktif menjaga pasokan dan harga bahan pokok melalui Gerakan Pangan Murah Natuna, memastikan masyarakat dapat mengakses komoditas dengan harga terjangkau dan stabil.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Natuna, melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), berupaya keras menjaga stabilitas pasokan dan harga bahan pangan di wilayahnya. Upaya ini diwujudkan melalui inisiatif strategis bernama Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar secara berkala. Langkah proaktif ini diambil untuk memastikan ketersediaan komoditas penting bagi masyarakat Natuna.
Akmal Dusty, Kepala Bidang Ketahanan Pangan DKPP Kabupaten Natuna, menjelaskan bahwa anggaran khusus telah dialokasikan untuk kegiatan GPM. Program ini menjadi solusi efektif saat terjadi lonjakan harga bahan pangan di pasaran. Tujuannya jelas, yakni meringankan beban ekonomi warga Natuna.
Gerakan Pangan Murah Natuna melibatkan kolaborasi antara DKPP Natuna, Perum Bulog, Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro (Disperindagkopum) Kabupaten Natuna, serta Polres Natuna. Sinergi ini memastikan distribusi dan ketersediaan berbagai komoditas penting. Masyarakat dapat membeli kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau.
Mekanisme Pelaksanaan Gerakan Pangan Murah Natuna
Pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) di Natuna dirancang untuk menawarkan harga komoditas yang lebih rendah dibandingkan harga pasar. Komoditas yang dijual sangat bervariasi, disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi di lapangan. Ini termasuk beras, minyak goreng, telur, tepung, cabai, gula, sayuran, bawang, hingga buah-buahan.
Pembagian tugas dalam GPM dilakukan secara terkoordinasi antar instansi terkait. DKPP Natuna bertanggung jawab menyediakan serta menjual komoditas seperti cabai, sayuran, buah-buahan, dan bawang. Sementara itu, Perum Bulog mengelola pasokan beras dan minyak goreng, sedangkan Disperindagkopum menangani beberapa komoditas lainnya.
Setiap komoditas memiliki skema pengadaan yang berbeda untuk menjaga efisiensi dan harga. Untuk komoditas yang ditangani DKPP, pembelian dilakukan langsung dari petani dengan harga grosir. Kemudian, komoditas tersebut dijual kepada masyarakat dengan harga konsumen yang lebih murah dari harga pasar, namun tetap mempertimbangkan modal yang dikeluarkan.
Peran Enumerator dalam Pemantauan Harga Pangan di Natuna
DKPP Natuna tidak hanya menggelar GPM, tetapi juga memiliki sistem pemantauan harga pangan yang cermat. Tim khusus yang disebut enumerator bertugas memantau dan mencatat harga pangan setiap hari. Mereka mengumpulkan data akurat mengenai fluktuasi harga di pasaran.
Enumerator ini secara spesifik memantau harga berbagai komoditas pangan strategis. Daftar komoditas tersebut meliputi beras, bawang merah, bawang putih, gula pasir, telur, minyak goreng, cabai merah keriting, cabai rawit merah, tepung terigu, daging ayam, serta daging sapi. Pemantauan ini krusial untuk menjaga stabilitas.
Tujuan utama dari pemantauan oleh enumerator adalah menyediakan data harga pangan yang akurat dan terkini. Data ini berfungsi sebagai langkah deteksi dini apabila terjadi lonjakan harga di masyarakat. Dengan informasi ini, Pemkab Natuna dapat segera mengambil tindakan preventif, termasuk menggelar Gerakan Pangan Murah Natuna.
Sumber: AntaraNews