Bulog Tulungagung Tambah Gudang, Optimalkan Serapan Hasil Panen Petani
Bulog Tulungagung menambah gudang untuk optimalkan serapan hasil panen petani. Dengan stok beras melimpah, Bulog Tulungagung menargetkan serapan gabah 34 ribu ton pada 2026. Ini strateginya.
Perum Bulog Cabang Tulungagung mengambil langkah strategis dengan menambah kapasitas gudang penyimpanan. Penambahan ini bertujuan untuk mengoptimalkan serapan hasil panen dari petani di wilayah tersebut, memastikan ketersediaan pangan yang stabil.
Langkah ini diambil karena stok beras yang tersimpan saat ini sudah mencapai lebih dari 80 ribu ton, termasuk sekitar 30 ribu ton hasil serapan tahun ini. Bulog Tulungagung masih memiliki sisa target serapan gabah setara beras sekitar 34 ribu ton pada tahun 2026 yang harus dipenuhi, dari target tahunan sebesar 64 ribu ton.
Pernyataan ini disampaikan oleh Pemimpin Perum Bulog Cabang Tulungagung, Yonas Haryadi Kurniawan, di Tulungagung, Jawa Timur, pada hari Sabtu. Ini menunjukkan komitmen Bulog dalam menjaga stabilitas pasokan pangan dan mendukung kesejahteraan petani.
Peningkatan Kapasitas Gudang Bulog Tulungagung
Saat ini, Bulog Tulungagung mengoperasikan 12 gudang yang terdiri atas enam gudang milik sendiri dan enam gudang sewaan dari pihak swasta maupun mitra. Yonas Haryadi Kurniawan menjelaskan bahwa seluruh kapasitas gudang yang ada sudah penuh, sehingga pihaknya mengajukan penambahan dua gudang lagi.
Jika pengajuan disetujui, total gudang yang akan dioperasikan oleh Bulog Tulungagung akan menjadi 14 gudang. Penambahan ini sangat krusial untuk menampung hasil panen yang melimpah dan mencapai target serapan yang telah ditetapkan.
Hingga saat ini, Bulog Tulungagung telah menyerap sekitar 47 persen dari target tahunan sebesar 64 ribu ton gabah setara beras dari petani. Dengan penambahan gudang, Bulog optimistis dapat mencapai sisa target serapan gabah secara optimal.
Target Serapan Komoditas Lain dan Optimisme Bulog Tulungagung
Selain beras, Bulog Tulungagung juga mendapat penugasan untuk menyerap komoditas jagung. Jagung yang diserap ini akan digunakan dalam program stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP), yang merupakan upaya pemerintah menjaga harga tetap stabil di pasaran.
Pada tahun 2026, Bulog Tulungagung ditargetkan menyerap 11 ribu ton jagung. Hingga kini, realisasi serapan jagung telah mencapai sekitar 9 ribu ton, atau lebih dari 80 persen dari target yang ditetapkan.
Yonas Haryadi Kurniawan menyatakan optimisme bahwa target serapan beras akan segera tercapai. Sementara itu, untuk komoditas jagung, Bulog akan menunggu musim panen berikutnya untuk melanjutkan serapan.
Strategi Bulog untuk Optimalisasi Penyerapan Hasil Panen
Bulog memastikan bahwa penambahan gudang akan disesuaikan dengan kebutuhan riil di lapangan. Hal ini dilakukan agar seluruh hasil serapan petani, baik beras maupun jagung, dapat tertampung secara optimal tanpa kendala.
Optimalisasi penyerapan hasil panen merupakan kunci penting dalam menjaga ketahanan pangan nasional dan mendukung pendapatan petani. Dengan kapasitas penyimpanan yang memadai, Bulog dapat mencegah kerugian petani akibat harga jatuh saat panen raya.
Langkah-langkah yang diambil oleh Bulog Tulungagung ini mencerminkan komitmen pemerintah melalui lembaga pangan untuk menjaga stabilitas pasokan, mengendalikan harga, dan memastikan kesejahteraan petani di seluruh Indonesia.
Sumber: AntaraNews