Bulog Apresiasi Capaian Tertinggi Sepanjang Sejarah: Panen Raya Sidrap Catat Serapan Beras 150 Ribu Ton

Panen Raya Sidrap mencetak rekor serapan beras tertinggi Bulog dalam 57 tahun terakhir. Bagaimana Kabupaten Sidrap bisa mencapai prestasi luar biasa ini dan menjamin kesejahteraan petani?

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Bulog Apresiasi Capaian Tertinggi Sepanjang Sejarah: Panen Raya Sidrap Catat Serapan Beras 150 Ribu Ton
Panen Raya Sidrap mencetak rekor serapan beras tertinggi Bulog dalam 57 tahun terakhir. Bagaimana Kabupaten Sidrap bisa mencapai prestasi luar biasa ini dan menjamin kesejahteraan petani? (Merdeka.com)

Makassar, Sulawesi Selatan, kembali menjadi sorotan dengan prestasi gemilang Kabupaten Sidrap dalam sektor pertanian. Pemimpin Wilayah Bulog Sulselbar, Fahrurozi, secara langsung menyampaikan apresiasi tinggi atas capaian Kabupaten Sidrap yang berhasil mencatat serapan beras tertinggi sepanjang 57 tahun terakhir.

Data menunjukkan bahwa serapan beras di Sidrap mencapai angka fantastis 150 ribu ton pada semester I tahun 2025. Prestasi ini tidak hanya membanggakan daerah, tetapi juga mendapat perhatian dan pujian langsung dari Direktur Utama Bulog serta Kementerian terkait.

Keberhasilan ini merupakan buah dari sinergi kuat antara pemerintah daerah, Tentara Nasional Indonesia (TNI), dan seluruh elemen masyarakat. Kolaborasi yang solid ini telah menciptakan ekosistem yang mendukung penuh para petani, memastikan hasil panen terserap optimal, dan menjaga stabilitas harga gabah.

Capaian Kabupaten Sidrap dalam serapan beras yang mencapai 150 ribu ton pada semester I tahun 2025 menjadi rekor baru bagi Bulog. Angka ini merupakan yang tertinggi dalam kurun waktu 57 tahun terakhir, menunjukkan komitmen dan kerja keras semua pihak di Sidrap. Fahrurozi menekankan bahwa keberhasilan ini adalah bukti nyata bagaimana kerja sama yang solid dapat membawa senyum bagi para petani.

Sinergi antara pemerintah daerah, TNI, dan masyarakat telah menciptakan lingkungan yang kondusif bagi petani untuk berproduksi. Dukungan penuh ini mencakup berbagai aspek, mulai dari penyediaan sarana produksi hingga pendampingan di lapangan. Hal ini menjadikan Kabupaten Sidrap sebagai contoh nyata bagi daerah lain dalam upaya meningkatkan produksi dan serapan beras nasional.

Dengan adanya dukungan yang terkoordinasi, petani merasa lebih terjamin dan termotivasi untuk meningkatkan produktivitasnya. Bulog sendiri siap untuk terus menyerap hasil panen dengan harga yang menguntungkan, memastikan bahwa jerih payah petani mendapatkan imbalan yang setimpal. Ini adalah langkah strategis untuk menjaga stabilitas pangan dan kesejahteraan petani.

Pemerintah Kabupaten Sidrap, di bawah kepemimpinan Bupati Sidenreng Rappang Syaharuddin Alrif, telah menerapkan berbagai strategi jitu untuk mendukung sektor pertanian. Salah satunya adalah penyediaan benih padi program IP 300 untuk musim tanam III (September–Desember), yang diserahkan langsung oleh Fahrurozi kepada Bupati.

Syaharuddin Alrif menegaskan bahwa ketersediaan benih dan pupuk telah mencapai 100 persen, siap mendukung musim tanam berikutnya. Harga gabah juga dijamin menguntungkan petani, dibeli dengan harga Rp6.500 hingga Rp6.800 per kilogram. Proses penimbangan dilakukan menggunakan timbangan kelompok tani, bukan pedagang, sehingga menjamin transparansi dan keadilan bagi petani.

Selain itu, Bupati Syaharuddin Alrif juga turun langsung membantu pengelolaan lahan hingga 1.000 hektare dengan benih seragam, dengan target hasil hingga 9 ton per hektare. Peran TNI, khususnya Kodim Sidrap dan para Babinsa, juga sangat diapresiasi dalam mendampingi petani. Keberhasilan Panen Raya Sidrap ini menegaskan posisi Kabupaten Sidrap sebagai lumbung beras Sulawesi Selatan dan teladan nasional dalam menjaga kedaulatan pangan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi