Bulog Lampung Tetapkan Target Serapan Beras 285.335 Ton pada 2026
Perum Bulog Lampung menargetkan serapan beras sebesar 285.335 ton pada tahun 2026 untuk menjaga ketersediaan pangan dan menyejahterakan petani, dengan realisasi awal Februari yang menjanjikan.
Perum Bulog Kantor Wilayah (Kanwil) Lampung telah menetapkan target ambisius untuk serapan gabah atau beras pada tahun 2026. Target ini mencapai 285.335 ton setara beras, sebuah langkah strategis untuk memastikan ketersediaan pangan di wilayah tersebut. Penetapan target ini disampaikan langsung oleh Pimpinan Wilayah Perum Bulog Kanwil Lampung, Rindo Safutra, di Bandarlampung.
Hingga awal Februari 2026, realisasi penyerapan telah mencapai 5,83 persen dari target tahunan, atau sekitar 14.806 ton. Angka ini menunjukkan progres awal yang positif dalam upaya Bulog Lampung untuk memenuhi kebutuhan stok beras nasional. Langkah ini juga bertujuan untuk mendukung stabilitas harga dan pasokan di pasar lokal.
Target serapan beras Bulog Lampung ini tidak hanya berfokus pada kuantitas, tetapi juga merupakan bagian dari komitmen untuk meningkatkan kesejahteraan petani di Provinsi Lampung. Dengan penyerapan yang optimal, diharapkan petani dapat merasakan dampak positif dari hasil panen mereka. Bulog Lampung terus berupaya menyerap hasil panen petani guna mendukung ketersediaan pangan serta meningkatkan kesejahteraan mereka.
Realisasi Serapan Beras Tahun Sebelumnya dan Target GKP 2026
Perbandingan dengan tahun sebelumnya menunjukkan kinerja serapan yang sangat baik oleh Bulog Lampung. Pada tahun sebelumnya, target penyerapan beras total adalah 155.071 ton, namun realisasinya mencapai 202.565 ton. Angka ini melampaui target hingga 130,63 persen, menunjukkan efektivitas strategi penyerapan Bulog Lampung.
Untuk tahun 2026, selain target serapan beras, Bulog Lampung juga menetapkan target serapan gabah kering panen (GKP) yang signifikan. Target GKP ditetapkan sebesar 430.122 ton. Hingga awal Februari, realisasi serapan GKP telah mencapai 29.126 ton.
Pencapaian target serapan beras Bulog Lampung dan GKP ini krusial untuk menjaga cadangan beras pemerintah. Stok yang memadai sangat penting untuk menghadapi potensi gejolak harga atau krisis pangan. Bulog Lampung berkomitmen untuk terus mengoptimalkan penyerapan dari petani lokal.
Infrastruktur Gudang Pendukung Serapan Beras
Untuk mendukung target serapan beras Bulog Lampung yang besar, infrastruktur penyimpanan memegang peranan vital. Bulog Lampung telah menyiapkan kapasitas gudang penyimpanan yang memadai. Total kapasitas gudang mencapai 240.304 ton, memastikan seluruh hasil serapan dapat tersimpan dengan baik dan aman.
Kapasitas gudang ini terdiri dari dua jenis kepemilikan. Sebanyak 103.000 ton merupakan kapasitas gudang milik Bulog sendiri. Sementara itu, 137.300 ton berasal dari kapasitas gudang sewa, pinjam pakai, atau jasa. Kombinasi ini memberikan fleksibilitas dan kapasitas penyimpanan yang optimal bagi Bulog Lampung.
Infrastruktur gudang tersebut tersebar di berbagai wilayah kerja Bulog Lampung untuk mempermudah akses dan distribusi. Penyebaran gudang ini sangat penting untuk efisiensi logistik dan penyerapan gabah atau beras langsung dari sentra produksi petani. Dengan demikian, proses penyerapan target serapan beras Bulog Lampung dapat berjalan lancar.
Sumber: AntaraNews