Bulog Target Serap Empat Juta Ton Beras Petani pada 2026, Perkuat Ketahanan Pangan Nasional
Perum Bulog menargetkan serapan empat juta ton beras petani pada 2026 untuk memperkuat ketahanan pangan nasional dan menjaga stabilitas harga, sekaligus menyerap jagung dan minyak goreng.
Perum Bulog telah menetapkan target ambisius untuk tahun 2026, yakni penyerapan empat juta ton beras petani. Langkah strategis ini bertujuan untuk memperkuat ketahanan pangan nasional serta mengoptimalkan hasil panen para petani di seluruh Indonesia.
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menyampaikan bahwa target tersebut merupakan hasil kesepakatan dalam rapat koordinasi terbatas di Kementerian Koordinator Bidang Pangan. Penyerapan ini juga mencakup satu juta ton jagung, serta penugasan untuk menyerap minyak goreng rakyat.
Rencana strategis Bulog ini tidak hanya berfokus pada penyerapan komoditas pangan, tetapi juga mencakup pembangunan infrastruktur pascapanen dan program distribusi bantuan pangan yang masif. Hal ini diungkapkan Rizal dalam jumpa pers bertajuk "Capaian Krusial Bulog 2025 dan Langkah Strategis 2026" di Jakarta.
Target Serapan Beras dan Jagung untuk Ketahanan Pangan
Perum Bulog menargetkan penyerapan empat juta ton beras petani pada tahun 2026, sebuah angka yang ditetapkan untuk menjaga stok pangan nasional. Target ini juga memastikan bahwa hasil panen petani dapat terserap secara optimal, memberikan kepastian pasar bagi mereka.
Selain beras, Bulog juga berencana menyerap satu juta ton jagung pada periode yang sama. Penyerapan jagung ini krusial untuk memperkuat cadangan pangan dan mendukung stabilitas harga pakan ternak di dalam negeri, yang berdampak langsung pada industri peternakan.
Untuk mendukung peningkatan kapasitas serapan ini, Bulog akan membangun 100 infrastruktur pascapanen baru. Fasilitas ini meliputi gudang, rice milling unit (RMU), serta berbagai fasilitas pendukung lainnya yang akan tersebar di sentra-sentra produksi padi.
Peran Bulog dalam Stabilitas Harga dan Distribusi Pangan
Pada tahun 2026, Bulog juga mendapatkan penugasan penting untuk menyerap sekitar 35 persen dari domestic market obligation (DMO) nasional minyak goreng rakyat. Penugasan ini bertujuan untuk menjaga pasokan dan stabilitas harga produk Minyakita di pasar.
Di sisi distribusi, Bulog menargetkan penyaluran bantuan pangan beras sekitar 720 ribu ton selama empat bulan. Bantuan ini akan disalurkan kepada 18 juta penerima manfaat, sesuai dengan kebijakan pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat rentan.
Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) beras juga akan terus digalakkan dengan target mencapai 1,5 juta ton pada tahun 2026. Program ini direncanakan berlangsung sepanjang tahun tanpa jeda, meskipun penyalurannya akan disesuaikan pada puncak panen.
Penyaluran SPHP akan mengurangi volume di daerah sentra produksi selama Maret, April, dan Agustus untuk mencegah kelebihan pasokan lokal. Namun, penyaluran SPHP di wilayah non-sentra akan tetap berjalan normal guna menjaga stabilitas harga di seluruh wilayah.
Capaian Krusial Bulog Sepanjang Tahun 2025
Hingga 31 Desember 2025, Bulog mencatat kinerja pengadaan gabah setara beras mencapai 3.191.969 ton. Angka ini berasal dari penyerapan 4.537.490 ton Gabah Kering Panen (GKP), 6.863 ton Gabah Kering Giling (GKG), serta 765.504 ton beras.
Capaian signifikan ini menjadi fondasi strategis dalam memperkuat Cadangan Beras Pemerintah (CBP) dan memastikan kesinambungan produksi serta pendapatan petani. Bulog juga berhasil mengamankan pengadaan jagung dalam negeri sebesar 101.968 ton.
Di bidang distribusi, Bulog telah menyalurkan hampir 785 ribu ton bantuan pangan sebagai perlindungan sosial bagi masyarakat rentan. Penyaluran SPHP Beras menyentuh angka 802.939 ton dan SPHP Jagung sebesar 51.211 ton, berperan penting menahan gejolak harga.
Stok PSO Bulog hingga akhir 2025 tercatat sebesar 3,25 juta ton, melanjutkan tren positif setelah mencapai stok tertinggi sepanjang sejarah sekitar 4,2 juta ton pada pertengahan 2025. Selain itu, Bulog juga menyalurkan 14.227 ton bantuan bencana di Sumatera.
Sumber: AntaraNews