Petugas BKSDA Sumbar Berhadapan Langsung dengan Harimau Sumatra Remaja di Agam
Petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat bertemu langsung dengan Harimau Sumatra remaja saat menangani interaksi negatif di Agam, memicu kekhawatiran dan upaya evakuasi warga.
Petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat mengalami momen tak terduga saat berhadapan langsung dengan Harimau Sumatra di Kabupaten Agam. Peristiwa ini terjadi pada Sabtu siang di Taruyan, Nagari Tigo Balai, Kecamatan Matur, saat tim melakukan penanganan interaksi negatif antara satwa liar dan manusia. Momen langka ini menjadi perhatian serius bagi upaya konservasi Harimau Sumatra di wilayah tersebut.
Kepala Resor Konservasi Wilayah II Maninjau BKSDA Sumbar, Ade Putra, menjelaskan bahwa timnya bertemu Harimau Sumatra dari jarak sekitar 20 meter. Pertemuan ini terjadi saat mereka menelusuri lokasi yang sebelumnya dilaporkan menjadi tempat penampakan satwa dilindungi tersebut. Insiden ini menyoroti urgensi penanganan konflik antara manusia dan Harimau Sumatra yang semakin sering terjadi.
Sebelumnya, satwa tersebut juga sempat terlihat oleh warga setempat, Samsuir (74) dan Syafmiati (57), saat akan menuju kebun mereka. Penampakan Harimau Sumatra ini memicu kekhawatiran dan segera dilaporkan kepada pihak berwenang. Kejadian ini menggarisbawahi pentingnya edukasi dan mitigasi konflik di daerah perbatasan hutan.
Detik-detik Pertemuan dengan Harimau Sumatra
Tim BKSDA Sumbar, bersama Patroli Anak Nagari (Pagari) Baringin, Salareh Aia, dan awak media, mencoba menelusuri jejak Harimau Sumatra. Mereka bergerak ke lokasi penampakan sebelumnya untuk mengidentifikasi keberadaan satwa tersebut. Penelusuran ini merupakan bagian dari upaya mitigasi konflik yang sedang berlangsung di Nagari Tigo Balai.
Saat tiba di lokasi, petugas melihat Harimau Sumatra berada di belakang posisi yang baru saja mereka lewati. Satwa tersebut tampak sedang beristirahat, hanya berjarak sekitar 20 meter dari tim. Petugas kemudian mencoba berinteraksi secara hati-hati dengan Harimau Sumatra tersebut.
Setelah beberapa menit, Harimau Sumatra itu bangkit dan bergerak menjauh masuk ke dalam semak-semak. Dari identifikasi awal, satwa tersebut diperkirakan berjenis kelamin betina dan masih berusia remaja. BKSDA Sumbar kini tengah menyelidiki alasan Harimau Sumatra tersebut memperlihatkan diri kepada petugas.
Konflik dengan Warga dan Upaya Evakuasi
Insiden pertemuan dengan Harimau Sumatra ini bukanlah yang pertama kali terjadi di Taruyan. Sebelumnya, pada hari yang sama sekitar pukul 08.00 WIB, Harimau Sumatra juga terlihat oleh pasangan Samsuir dan Syafmiati di kebun mereka. Satwa tersebut berada pada jarak sekitar lima meter dari kedua warga.
Melihat Harimau Sumatra begitu dekat, Samsuir dan Syafmiati segera mencari perlindungan di pondok mereka. Harimau tersebut tetap berada di sekitar area kebun selama kurang lebih 15 menit. Situasi ini menimbulkan kecemasan mendalam bagi warga yang beraktivitas di sekitar hutan.
Setelah menerima laporan dari pemerintah nagari setempat, tim gabungan yang terdiri dari BKSDA Sumbar, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Pagari Baringin, Pagari Salareh Aia, perangkat nagari, dan masyarakat segera bertindak. Mereka mengevakuasi Samsuir, Syafmiati, dan keponakannya, Pendi (40), dari kebun ke pemukiman warga yang berjarak sekitar satu kilometer. Evakuasi ini dilakukan untuk memastikan keselamatan warga dari potensi interaksi negatif lebih lanjut.
Sumber: AntaraNews