Harimau Sumatera Agam: BKSDA Pasang Kamera Jebak Usai Penampakan Viral
Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat memasang enam kamera jebak di Kabupaten Agam menyusul penampakan Harimau Sumatera yang viral di media sosial, untuk memantau dan mengidentifikasi satwa dilindungi ini.
Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat telah memasang enam kamera jebak di Kabupaten Agam. Pemasangan ini dilakukan untuk memantau pergerakan Harimau Sumatera. Penampakan satwa dilindungi ini sebelumnya sempat viral di media sosial.
Tim dari Resor Konservasi Maninjau BKSDA Sumatera Barat dikerahkan ke Ladang Ateh, Nagari Pasia Laweh, Kecamatan Palupuh. Langkah ini diambil menyusul laporan konflik manusia dengan satwa liar. Warga resah setelah video penampakan harimau beredar luas.
Kamera jebak ditempatkan di koridor yang diduga menjadi jalur lintasan harimau. Hal ini berdasarkan temuan jejak kaki dan bekas cakaran di lokasi tersebut. Tujuannya untuk mengidentifikasi usia, jenis kelamin, serta memantau pergerakan Harimau Sumatera Agam.
Upaya Konservasi dan Respons Cepat BKSDA
Ade Putra, Kepala Resor Konservasi Maninjau, menjelaskan tim telah dikerahkan untuk menangani situasi ini. Pemasangan enam kamera jebak menjadi langkah awal penanganan. Koordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait di lapangan juga telah dilakukan.
Selain itu, BKSDA Sumatera Barat juga memobilisasi Tim Patroli Nagari Pasia Laweh (Pagari). Tim ini bertugas memberikan respons awal di lapangan. Warga diminta untuk sementara menghindari lokasi penampakan dan mengamankan hewan ternak mereka.
Langkah pengamanan ternak penting untuk mencegah potensi serangan dari Harimau Sumatera. Kewaspadaan masyarakat sangat diperlukan dalam situasi ini untuk menjaga keselamatan bersama.
Sebelumnya, tiga Harimau Sumatera juga terekam kamera CCTV di stasiun Global Atmosphere Watch Bukit Kototabang. Peristiwa ini terjadi di Kecamatan Palupuh, Agam, pada Senin (23 Februari). Hingga kini, belum jelas apakah harimau yang terlihat di Ladang Ateh adalah individu yang sama.
Status Harimau Sumatera dan Ancaman Populasi
Harimau Sumatera merupakan satu-satunya spesies harimau yang masih bertahan di Indonesia. Spesies ini berstatus sangat terancam punah. Dua subspesies lain, Harimau Bali dan Harimau Jawa, telah dinyatakan punah.
Harimau Sumatera adalah subspesies harimau terkecil di dunia dan satwa endemik yang hanya ditemukan di Pulau Sumatera. Populasinya terus terancam oleh deforestasi, perburuan liar, dan konflik manusia dengan satwa liar.
Konflik ini terjadi akibat penyusutan habitat alami mereka yang semakin masif. Diperkirakan populasi Harimau Sumatera di alam liar kurang dari 300 hingga 500 individu.
Populasi ini tersebar di 27 lokasi, termasuk Taman Nasional Kerinci Seblat, Tesso Nilo, dan Gunung Leuser. Laporan Kementerian Kehutanan tahun 2009 menyebutkan konflik manusia sebagai ancaman utama, dengan rata-rata lima hingga sepuluh Harimau Sumatera mati setiap tahun sejak 1998.
Sumber: AntaraNews