ULM Perkuat Kolaborasi Pengabdian Internasional di Malaysia: Edukasi, Lingkungan, dan Kewirausahaan
Universitas Lambung Mangkurat (ULM) sukses menjalankan program Pengabdian Internasional ULM di Malaysia, berkolaborasi dengan Universiti Teknologi Malaysia (UTM) untuk berbagai inisiatif edukasi, lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat.
Universitas Lambung Mangkurat (ULM) baru-baru ini sukses merampungkan misi pengabdian internasional di Malaysia, menandai komitmennya dalam memperkuat kolaborasi global. Program International CommunityBased Learning (ICBL) ini melibatkan tim dosen dan mahasiswa ULM. Mereka bekerja sama dengan Universiti Teknologi Malaysia (UTM) dan komunitas di kawasan pemukiman Otoritas Pengembangan Lahan Federal (FELDA).
Kegiatan pengabdian ini berpusat di FELDA Adela, Kota Tinggi, Johor, Malaysia, sebuah wilayah yang mayoritas penduduknya berprofesi sebagai petani kelapa sawit. Misi ini dirancang untuk menyentuh berbagai aspek penting dalam kehidupan masyarakat setempat. Fokusnya meliputi budaya, lingkungan, pendidikan, kewirausahaan, serta kesehatan masyarakat.
Ketua Tim ULM, Dr. Indira Fitrialini, menyatakan bahwa timnya bergabung dengan tim multidisipliner dari UTM dan perwakilan Fakultas Built Environment and Surveying. Mereka merancang beragam kegiatan yang bertujuan memberikan dampak positif berkelanjutan bagi warga FELDA Adela. Kolaborasi ini menjadi wadah pembelajaran lintas budaya antara Indonesia dan Malaysia.
Inovasi Pengelolaan Lingkungan dan Edukasi Budaya
Dalam program Pengabdian Internasional ULM di Malaysia ini, tim ULM bersama warga mengadakan lokakarya pembuatan kompos. Lokakarya ini memanfaatkan sampah organik rumah tangga menggunakan larutan Effective Microorganisms (EM) dan fermentasi molase. Peserta belajar mengubah limbah menjadi pupuk berguna untuk kebun dan pertanian kecil.
Aktivitas ini tidak hanya memberikan keterampilan praktis, tetapi juga menumbuhkan kesadaran akan pengelolaan sampah yang ramah lingkungan. Inisiatif ini mendukung praktik pertanian berkelanjutan di kawasan FELDA Adela. Edukasi ini diharapkan dapat mengurangi limbah rumah tangga secara signifikan.
Selain itu, tim ULM juga mengunjungi Sekolah Kebangsaan FELDA Adela untuk memperkenalkan kain khas Sasirangan. Sebanyak 21 siswa berkesempatan mengikuti praktik mengikat dan mewarnai kain Sasirangan. Kegiatan ini bertujuan melestarikan budaya Indonesia sekaligus memperkenalkan kekayaan seni tradisional kepada siswa Malaysia.
Peningkatan Kesehatan dan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat
Aspek kesehatan masyarakat juga menjadi fokus utama dalam Pengabdian Internasional ULM di Malaysia. Pelayanan pemeriksaan kesehatan gratis diselenggarakan di Wisma FELDA Tunggal. Kegiatan ini berhasil menarik hampir 100 warga untuk mendapatkan layanan kesehatan dasar.
Pemberdayaan masyarakat berlanjut melalui seminar "Smart Branding for Smart Businesses". Sekitar 10 peserta dari pelaku usaha kecil dan UMKM di Desa FELDA Adela mengikuti seminar ini. Mereka memperoleh wawasan praktis tentang komunikasi pemasaran.
Seminar tersebut juga membahas strategi pengembangan bisnis yang relevan dengan ekonomi digital saat ini. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing UMKM setempat. Warga dapat mengaplikasikan ilmu yang didapat untuk mengembangkan usaha mereka.
Membangun Kesadaran Lingkungan Melalui Daur Ulang Kreatif
Program Pengabdian Internasional ULM di Malaysia ditutup dengan kegiatan daur ulang kreatif bersama siswa. Sekitar 50 siswa SK LKTP Kledang berpartisipasi dalam aktivitas ini. Mereka diajak membuat aksesori gelang menggunakan botol plastik bekas.
Aktivitas ini tidak hanya menumbuhkan kreativitas dan keterampilan motorik halus siswa. Lebih dari itu, kegiatan ini juga menanamkan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan. Siswa belajar konsep daur ulang dan tanggung jawab ekologis sejak dini.
Dr. Indira Fitrialini menekankan bahwa program ICBL ini mencerminkan komitmen kuat ULM, UTM, dan komunitas FELDA. Kolaborasi ini memperkuat pendidikan, budaya, lingkungan, kewirausahaan, dan kesehatan masyarakat. Ini juga menjadi bukti nyata sinergi antarnegara dalam pengabdian.
Sumber: AntaraNews