Fakta Menarik: ULM Matangkan Transformasi Kurikulum untuk Pembelajaran Lintas Jurusan, Siap Cetak Lulusan Unggul!
Universitas Lambung Mangkurat (ULM) mematangkan transformasi kurikulum untuk pembelajaran lintas jurusan, membuka peluang kolaborasi global dan menyiapkan mahasiswa bersaing di kancah internasional.
Universitas Lambung Mangkurat (ULM) di Banjarmasin sedang mematangkan kesiapan transformasi kurikulumnya. Langkah ini diambil untuk mendukung pembelajaran lintas jurusan sesuai kebijakan nasional. Kebijakan ini dikenal sebagai Mobilisasi Kegiatan Belajar Terpadu (MKBT).
Transformasi ini merupakan bagian dari gerakan nasional Kampus Berdampak. Tujuannya adalah memperluas akses pembelajaran bagi mahasiswa. Ini termasuk program pertukaran mahasiswa dengan universitas mitra.
Wakil Rektor Bidang Akademik ULM, Iwan Aflanie, menyatakan fokus utama adalah perluasan akses pembelajaran. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi dengan universitas lain. Hal ini diungkapkan di Banjarmasin pada Senin lalu.
Perluasan Akses Pembelajaran dan Kemitraan Strategis
Universitas Lambung Mangkurat (ULM) secara aktif memperluas akses pembelajaran bagi mahasiswanya. Salah satu caranya adalah melalui program pertukaran mahasiswa dengan berbagai universitas mitra terkemuka. Langkah ini sejalan dengan upaya ULM untuk meningkatkan kualitas pendidikan.
Beberapa universitas yang telah menjalin kesepakatan dengan ULM meliputi Universitas Padjadjaran (Unpad) dan Universitas Negeri Surabaya (Unesa). Selain itu, Institut Pertanian Bogor (IPB) dan Universitas Diponegoro (Undip) juga menjadi bagian dari kemitraan strategis ini. Kemitraan ini bertujuan memperkaya pengalaman akademik mahasiswa.
Wakil Rektor Bidang Akademik ULM, Iwan Aflanie, menegaskan bahwa fokus ULM diarahkan pada perluasan akses pembelajaran. Ia menambahkan bahwa program pertukaran mahasiswa ini sangat penting. Ini akan memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar di lingkungan akademik yang berbeda.
Menyesuaikan Kurikulum untuk Dinamika Global
Perubahan kebijakan pendidikan tinggi nasional, khususnya Mobilisasi Kegiatan Belajar Terpadu (MKBT), menuntut ULM untuk proaktif. Universitas harus memastikan kesiapan kurikulumnya. Hal ini agar mahasiswa dapat beradaptasi dengan dinamika pembelajaran lintas jurusan.
Iwan Aflanie menjelaskan bahwa perubahan kebijakan ini menuntut kesiapan kurikulum agar mahasiswa ULM dapat beradaptasi dengan dinamika pembelajaran lintas jurusan maupun internasional. Penyesuaian ini krusial untuk mencetak lulusan yang kompeten.
Melalui MKBT, ULM menegaskan perannya dalam memperkuat kompetensi mahasiswa. Program ini juga membuka peluang kolaborasi global yang lebih luas. Hal ini sekaligus memperluas jejaring akademik universitas di kancah nasional maupun internasional.
Mencetak Lulusan Unggul dan Berdampak
Iwan Aflanie menekankan pentingnya sikap proaktif dalam belajar bagi mahasiswa ULM. Ia juga mendorong mahasiswa untuk mengambil peran kepemimpinan. Sikap ini dianggap fundamental dalam menghadapi persaingan global.
Untuk mendukung visi tersebut, Iwan berharap seluruh program studi dapat segera menyesuaikan kurikulumnya. Mereka juga diharapkan untuk menyelaraskan strategi pembelajarannya. Penyesuaian ini penting agar sejalan dengan arah transformasi.
Dengan demikian, mahasiswa ULM akan semakin siap bersaing dalam lingkup nasional maupun internasional. Hal ini sejalan dengan visi universitas untuk mencetak lulusan yang unggul. Lulusan ULM diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Sumber: AntaraNews