Peringatan 100 Tahun Jam Gadang: Simbol Persahabatan RI-Belanda dan Penguatan Identitas Minangkabau
Peringatan 100 Tahun Jam Gadang di Bukittinggi pada Juni 2026 menjadi momentum penting untuk merefleksikan hubungan RI-Belanda, memperkuat identitas Minangkabau, dan mempromosikan pariwisata daerah.
Peringatan 100 tahun Jam Gadang di Kota Bukittinggi pada Juni 2026 akan menjadi sorotan utama. Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi menyatakan momentum ini merefleksikan perjalanan hubungan Indonesia dan Belanda. Acara ini diharapkan dapat mendorong kemitraan yang lebih baik di masa depan.
Jam Gadang, ikon kebanggaan Sumatera Barat, tidak hanya memiliki nilai sejarah tetapi juga budaya yang kuat. Peringatan satu abad ini bakal dimanfaatkan untuk memperkuat identitas budaya Minangkabau. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan mempromosikan pariwisata daerah di tingkat nasional dan internasional.
Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias mengumumkan rangkaian peringatan akan berlangsung pada 3-21 Juni 2026. Berbagai agenda telah disiapkan, termasuk seminar internasional dan festival budaya. Pemerintah kota berharap dukungan luas untuk dampak positif bagi pariwisata dan ekonomi lokal.
Jam Gadang: Simbol Sejarah dan Keunikan Arsitektur
Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi menegaskan bahwa peringatan 100 tahun Jam Gadang merepresentasikan transformasi hubungan Indonesia dan Belanda. Dari masa kolonial, hubungan ini kini bergerak menuju persahabatan dan kemitraan yang lebih baik. Jam Gadang sendiri merupakan hadiah dari Ratu Wilhelmina pada tahun 1926.
Bangunan bersejarah ini berdiri tegak setinggi 27 meter di pusat Kota Bukittinggi. Atapnya bercorak khas Minangkabau, mencerminkan kekayaan budaya lokal. Jam Gadang bukan sekadar penanda waktu, melainkan simbol kebanggaan masyarakat Sumatera Barat yang memiliki nilai penting dalam perjalanan bangsa.
Keunikan Jam Gadang terlihat dari penulisan angka empat Romawi yang menggunakan format IIII, berbeda dengan penulisan umum yang menggunakan IV. Selain itu, mesin jam tersebut disebut hanya terdapat dua unit di dunia. Fakta ini menambah daya tarik dan nilai historis Jam Gadang.
Mengukuhkan Identitas dan Memajukan Pariwisata Melalui Peringatan
Mahyeldi menilai peringatan satu abad Jam Gadang merupakan kesempatan emas untuk memperkuat identitas budaya Minangkabau. Momentum ini juga sangat strategis untuk mempromosikan pariwisata daerah. Promosi ini mencakup tingkat nasional hingga internasional.
Gubernur menekankan pentingnya mengemas peringatan ini melalui berbagai kegiatan edukatif dan budaya. Kegiatan berskala nasional dan internasional diperlukan untuk memperkuat citra budaya Minangkabau. Hal ini akan menarik lebih banyak wisatawan dan perhatian publik.
Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias telah menyiapkan beragam agenda untuk memeriahkan peringatan ini. Agenda tersebut meliputi seminar internasional dan Minangkabau Literacy Festival 2026. Ada juga Jam Gadang Cultural Night, Bukittinggi East Film Festival, Jam Gadang Fun Run, serta festival kuliner tradisional.
Pemerintah Kota Bukittinggi berharap peringatan ini mendapat dukungan dari berbagai pihak. Dukungan tersebut diharapkan dapat memberikan dampak positif signifikan. Dampak ini terutama bagi sektor pariwisata, perekonomian, dan kesejahteraan masyarakat.
Rangkaian acara peringatan 100 tahun Jam Gadang yang akan berlangsung pada 3-21 Juni 2026 di Kota Bukittinggi meliputi:
Sumber: AntaraNews