Bukittinggi Siapkan Damkar Aerial Ladder, Antisipasi Kebakaran Bangunan Bertingkat
Pemerintah Kota Bukittinggi berencana mengadakan damkar aerial ladder canggih untuk menanggulangi kebakaran di bangunan tinggi. Kebutuhan ini mendesak setelah insiden kebakaran ruko tiga lantai yang sulit dipadamkan.
Pemerintah Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, tengah mempersiapkan pengadaan unit mobil pemadam kebakaran (damkar) jenis aerial ladder. Kendaraan ini dirancang khusus dengan tangga untuk mengatasi kebakaran pada bangunan bertingkat.
Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, menegaskan urgensi kebutuhan damkar aerial ladder ini setelah insiden kebakaran pertokoan tiga lantai di Bukittinggi. Kebakaran tersebut membutuhkan waktu pemadaman yang cukup lama jika hanya mengandalkan damkar standar.
Kondisi bangunan di Bukittinggi yang semakin banyak memiliki ketinggian menjadi perhatian utama. Unit damkar standar tidak lagi mampu menjangkau titik api di lantai atas, sehingga pengadaan aerial ladder dianggap krusial untuk efektivitas penanganan kebakaran.
Urgensi Pengadaan Damkar Aerial Ladder di Bukittinggi
Kebutuhan akan damkar aerial ladder semakin mendesak di Bukittinggi seiring dengan perkembangan pembangunan kota. Banyak bangunan, termasuk pertokoan dan perumahan, kini memiliki ketinggian yang tidak dapat dijangkau oleh mobil pemadam kebakaran konvensional. Wali Kota Ramlan Nurmatias menyoroti bahwa kebakaran di lantai dua atau tiga terpaksa harus dibantu dengan mobil Dinas Pekerjaan Umum (PU) untuk mencapai ketinggian yang diperlukan.
Penggunaan mobil PU menunjukkan keterbatasan fasilitas pemadam kebakaran yang ada. Jika terjadi kebakaran di lantai empat atau lebih tinggi, upaya pemadaman dari bawah tidak akan efektif karena air tidak dapat ditembakkan dengan tepat sasaran. Situasi ini mengancam keselamatan warga dan potensi kerugian yang lebih besar.
Insiden kebakaran ruko tiga lantai di Jembes Tarok pada Jumat (1/5) lalu menjadi pemicu utama. Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 15.45 WIB tersebut baru bisa benar-benar padam pada pukul 18.00 WIB, meskipun telah dibantu oleh 16 unit damkar dari sembilan kabupaten/kota tetangga.
Tantangan dan Komitmen Pengadaan Unit Canggih
Meskipun kebutuhan damkar aerial ladder sangat mendesak, Pemerintah Kota Bukittinggi menghadapi tantangan dalam pengadaannya. Keterbatasan anggaran menjadi kendala utama karena harga unit aerial ladder yang lumayan mahal, diperkirakan lebih dari Rp5 miliar.
Namun, Wali Kota Ramlan Nurmatias menegaskan komitmennya untuk tetap menyiapkan unit tersebut. Beliau menyadari bahwa investasi ini penting demi keselamatan dan keamanan masyarakat Bukittinggi di masa mendatang. Pengadaan ini menjadi prioritas meskipun memerlukan alokasi dana yang besar.
Pemerintah Kota Bukittinggi akan mencari solusi terbaik untuk merealisasikan pengadaan damkar aerial ladder ini. Langkah-langkah strategis akan diambil untuk memastikan bahwa fasilitas pemadam kebakaran di kota ini dapat memenuhi standar dan tantangan yang ada.
Dampak Kebakaran dan Solidaritas Antar Daerah
Kebakaran besar yang terjadi di pertokoan (ruko) lantai tiga bersama rumah dan warung milik warga di daerah Jembes Tarok menyebabkan dampak signifikan. Terdata 17 kepala keluarga (KK) terdampak dari musibah kebakaran tersebut, dan penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwajib.
Dalam upaya pemadaman, Wali Kota menyampaikan terima kasih kepada tim damkar dari berbagai daerah. Bantuan datang dari Limapuluh Kota, Payakumbuh, Padang Panjang, Solok, Kabupaten Agam, Kabupaten Solok, Padang Pariaman, dan Tanah Datar.
Solidaritas dari daerah lain sangat membantu mempercepat proses pemadaman dan pendinginan lokasi. Tanpa bantuan tersebut, proses pemadaman api mungkin akan memakan waktu lebih lama, sehingga memperparah kerugian yang ditimbulkan.
Sumber: AntaraNews