Manajemen Terra Drone soal Jalur Evakuasi: Kantor Kami Ruko
Menurut Umaidi Suhari, Human Resource Business Partner Terra Drone, gedung yang digunakan adalah ruko enam lantai dengan karakteristik standar yang umum.
Manajemen Terra Drone memberikan penjelasan mengenai ketiadaan jalur evakuasi saat kebakaran melanda gedung mereka. Human Resource Business Partner dari Terra Drone, Umaidi Suhari mengungkapkan bahwa bangunan yang digunakan adalah ruko enam lantai dengan karakteristik yang biasa ditemukan pada umumnya.
"Kantor kami adalah ruko. Mungkin teman-teman juga bisa lihat sendiri ya keadaan ruko seperti apa. Bisa juga disamakan dengan beberapa ruko yang lain," jelas Umaidi kepada wartawan di RS Polri, Rabu (10/12/2025) malam.
Dia menambahkan bahwa di dalam ruko tersebut terdapat lift dan satu jalur tangga. Namun, saat kebakaran terjadi, situasi menjadi tidak terkendali sehingga upaya penyelamatan menjadi sangat sulit.
"Di dalamnya kami ada lift, kami juga ada tangga, tapi memang pada saat itu keadaan benar-benar di luar kontrol kita semua, teman-teman ya," ungkapnya.
Terra Drone diketahui telah menempati bangunan tersebut sejak dua tahun lalu, bersamaan dengan proses akuisisi perusahaan lokal. Ia juga menyampaikan rasa duka yang mendalam terhadap keluarga korban.
"Jadi sekali lagi mohon doanya, teman-teman, untuk teman-teman kita, untuk rekan-rekan Terra Drone yang sudah mendahului kita ya, teman-teman," tutupnya.
Hanya Terdapat Satu Pintu Keluar
Polisi mengungkapkan temuan yang mengejutkan terkait kebakaran tragis di Gedung Terra Drone, Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Ternyata, gedung yang memiliki enam lantai itu hanya dilengkapi dengan satu pintu keluar-masuk yang berada di lantai dasar.
Hal ini disampaikan oleh Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Heri Saputra, setelah timnya bersama forensik melakukan penyisiran di seluruh lantai untuk memastikan tidak ada korban yang tertinggal. Mereka juga memeriksa lift tunggal yang tersedia di gedung tersebut.
"Bersih. Juga kita temukan bahwa memang masuk dan keluarnya itu hanya melalui pintu bawah di depan itu saja. Jadi satu lift, tadi juga ada satu lift kita periksa juga untungnya tidak ada korban di dalamnya," ungkap Roby kepada wartawan pada Selasa (9/12/2025).
Roby menambahkan bahwa pihaknya telah memeriksa enam saksi yang terkait dengan kebakaran gedung Terra Drone, yang terdiri dari empat karyawan dan dua HRD.
Polisi juga berencana untuk memanggil pemilik gedung dan penanggung jawab perusahaan.
"Saat ini kita masih melakukan pemeriksaan. Ada 4 karyawan (saksi), 2 HRD. Itu juga nanti kita upayakan komunikasi dan memeriksa pemilik gedung atau penanggung jawab perusahaan," jelas Roby.
Dia menekankan bahwa penyelidikan dilakukan untuk mencari kemungkinan adanya unsur pidana dalam insiden kebakaran tersebut.
"Untuk sampai dengan saat ini kita belum menemukan unsur pidananya. Kita masih menyelidiki apakah ada unsur pidana dalam kejadian kebakaran yang terjadi itu. Termasuk dengan kelalaian, apakah dari pihak operator, manajemen, atau pemilik gedung, juga kita masih melakukan penyelidikan dulu," katanya.
Keamanan Gedung Terra Drone Tergolong Lemah
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan keprihatinannya terhadap manajemen keselamatan gedung Terra Drone setelah terjadinya kebakaran yang mengakibatkan korban jiwa di Johar Baru, Jakarta Pusat. Ia menilai bahwa fasilitas keselamatan di gedung yang memiliki enam lantai tersebut tidak disiapkan dengan baik. "Kalau ada gedung lantai enam, sebenarnya apa, pemadam kebakarannya ada. Tetapi untuk case yang seperti ini mereka tidak persiapkan sama sekali. Sehingga kemudian apa yang terjadi sekarang itu adalah cerminan dari hal itu," ungkap Pramono Anung setelah meninjau lokasi kebakaran pada Selasa (9/12/2025).
Lebih lanjut, Pramono menekankan bahwa bangunan dengan tinggi seperti itu seharusnya dilengkapi dengan sistem pemadam dan jalur evakuasi yang memadai. Namun, kenyataan di lapangan menunjukkan hal yang berbeda. "Kami mengharapkan bagi siapa pun yang mempunyai usaha yang seperti ini, hal yang berkaitan dengan keselamatan menjadi hal yang penting. Ini menunjukkan lantai enam tetapi tidak dipersiapkan untuk evakuasi dan sebagainya," katanya. Meskipun demikian, Pramono memilih untuk tidak membahas lebih jauh mengenai masalah ini. Ia menegaskan bahwa semua temuan teknis terkait kebakaran, termasuk penyebab dan dugaan pelanggaran, menjadi tanggung jawab kepolisian. "Untuk lebih lanjut kami minta pada Pak Kapolres untuk menyampaikan. Ya nanti detailnya Pak Kapolres, karena itu substansinya beliau yang bertanggung jawab ya," tutupnya.
Sebanyak 22 Orang Kehilangan Nyawa
Kebakaran yang terjadi di Terra Drone, yang terletak di Kemayoran, Jakarta Pusat, mengakibatkan 22 orang kehilangan nyawa. Dari jumlah tersebut, 15 adalah perempuan dan 7 laki-laki. Brigjen Prima Heru, Kepala Rumah Sakit (Karumkit) Polri, menjelaskan bahwa proses identifikasi korban memakan waktu dua hari. Hal ini berkat kombinasi data primer yang akurat dan kerja lembur tim forensik yang dilakukan dari malam hingga pagi. "Kita ada data primer yang sangat akurat dari sidik jari, ada audotologi medis, dan lainnya jadi kombinasi," ungkap dia.
Di sisi lain, Kombes Pol Ahmad Fauzi, Kabid Yandokpol Pusdokkes Polri, menyatakan bahwa semua korban dipastikan meninggal dunia akibat menghirup karbon monoksida selama kebakaran. "Ya, bisa dipastikan seperti ini," ujar dia. Kombes Pol dr. Martinus Ginting, Kabiddokkes Polda Metro Jaya, menambahkan bahwa hasil pemeriksaan darah menunjukkan kadar karbon monoksida (CO) yang tinggi. Ini menandakan bahwa tubuh korban telah kehilangan kemampuan untuk mengikat oksigen sebelum api membuat mereka tidak bisa melarikan diri. Dia menjelaskan bahwa ikatan hemoglobin dengan karbon monoksida jauh lebih kuat, sekitar 20 hingga 30 kali dibandingkan dengan oksigen. "Jadi ketika terbakar itu kan tadi kadar keluar dia CO atau CO2 itu berikatan dengan darah. Sehingga orang tersebut tidak bisa bernafas, makanya ada pemeriksaan darah, kadar CO-nya tinggi. Kira-kira seperti itu," ujar dia.
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5439666/original/062097500_1765365171-Infografis_Kebakaran_Terra_CMS.jpg)