7 Menit Mencekam Kebakaran Ruko Terra Drone Kemayoran
22 Orang meninggal dunia akibat kebakaran melapan ruko Terra Drone Kemayoran tersebut.
Tujuh menit waktu ketibaan pemadam kebakaran alias damkar ke lokasi kebakaran rumah took (ruko) Terra Drone, Kemayoran, Jakarta Pusat, seolah menentukan jumlah korban selamat. Petugas bergerak secepat mungkin, sejak awal laporan masuk hingga menyelamatkan 19 korban dari 41 orang terjebak api.
Saat itu, masuk jam makan siang. Sebanyak kurang lebih 80 karyawan beristirahat dengan berbagai aktivitasnya, termasuk makan siang di luar. Sementara, ada 41 karyawan lain yang masih berada di dalam gedung.
Di lantai satu, tempat disimpannya berbagai peralatan untuk pembuatan drone tiba-tiba mengalami hal tidak terduga. Api mendadak muncul, merambat, dan membesar.
"Nah, kalau diduga, diduga kebakaran ada di lantai 1 ini, kita belum tahu apakah dari drone, baterai, atau dari kegiatan lain," kata Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian di depan ruko Terra Drone yang hangus terbakar, Rabu (10/12).
Detik-Detik Penyelamatan Korban
Sebanyak 41 orang berada di dalam ruko Terra Drone panik bukan kepalang. Mereka terjebak, tidak ada kesempatan untuk turun ke bawah lantaran tertutup asap dan api.
Lantai dua hingga enam, berikut rooftop bangunan memang tidak terdampak kobaran api. Namun, asap tebal yang membumbung tinggi menerjang setiap oksigen dengan karbon monoksida.
Damkar yang tiba tujuh menit usai menerima laporan langsung bergerak cepat menyelamatkan satu per satu yang terjebak di dalam gedung. Hanya saja, petugas berpacu dengan waktu. Dari 41 orang, 22 korban lainnya tidak berhasil terselamatkan.
“Sehingga wafat 22 orang. 22 orang itu wafatnya saya tanya apakah terbakar atau karena apa? Rupanya bukan karena terbakar, tapi karena asap. Ya mungkin karbon monoksida atau zat beracun lainnya ya, yang terhisap,” jelas Tito.
Meski begitu, kinerja Damkar tetap berkesan dramatis dan heroik bagi masyarakat, apalagi di hati para korban yang tertolong. Tito sangat mengapresiasi gerak cepat petugas selama proses penanganan kebakaran Gedung Terra Drone.
“Dalam waktu 7 menit, 7 menit setelah laporan, langsung datang ke TKP. Dan kemudian melakukan evakuasi melalui jalur samping,” ujar dia.
Sistem Keselamatan Gedung
Peristiwa kebakaran ini menjadi pelajaran bagi semua pihak, termasuk pemerintah. Rencananya, bakal ada evaluasi menyeluruh terkait aturan pembuatan gedung, khususnya dalam mengukur potensi kebakaran.
Mulai dari sistem Online Single Submission (OSS), Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), hingga pemeriksaan damkar untuk memenuhi Sertifikat Laik Fungsi (SLF).
“Dan saya tanya, tidak ada regulasi untuk diperiksa secara reguler. Misalnya setahun sekali, atau dua tahun sekali. Kalau kendaraan umum kan ada, ada uji KIR-nya, uji diuji ulang lagi kendaraan umum. Nah apakah untuk gedung-gedung juga, terutama gedung-gedung yang high risk, risiko tinggi, itu diperlukan untuk pengecekan reguler? Supaya tidak terulang lagi peristiwa ini,” kata Tito.
Nyatanya, ruko Terra Drone tidak memiliki jalur evakuasi saat kebakaran terjadi di lantai satu, dan nihil alat pemadam kebakaran yang mencukupi. Berkaca dari peristiwa kebakaran bangunan tersebut, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) bakal segera menggelar rapat dengan seluruh kepala daerah.
“Nah, ini yang kita tidak inginkan terulang di masa mendatang di tempat-tempat lain juga. Besok saya akan melakukan Zoom Meeting dengan seluruh kepala daerah dan seluruh Kepala Dinas Pemadam Kebakaran, serta DPMPTSP (Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu) yang mengeluarkan izin PBG,“ Tito menandaskan.
Jumlah Korban
Rumah Sakit (RS) Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, mengidentifikasi tujuh korban kebakaran rumah toko (Ruko) Terra Drone di Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Rabu (10/12.
"Dari sidang rekonsiliasi pada siang ini, kami berhasil mengidentifikasi tiga jenazah," kata Kepala RS Polri Kramat Jati Brigjen Pol Prima Heru Yulihartono di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.
Sementara itu, Karodokpol Pusdokkes Polri Brigjen Nyoman Eddy Purnama Wirawan mengungkapkan tujuh korban telah teridentifikasi setelah dilakukan sidang rekonsiliasi bersama tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri.
Berikut tujuh korban teridentifikasi
1. Pariyem (31), perempuan, dikenali dari sidik jari dan catatan medis.
2. Ninda Tan (32), perempuan, teridentifikasi melalui sidik jari, catatan medis dan properti.
3. Muhammad Ariel Budiman (24), laki-laki, dipastikan identitasnya berdasarkan sidik jari, pemeriksaan gigi, data medis dan properti.
4. Mochamad Apriyana (40), laki-laki, dipastikan identitasnya berdasarkan sidik jari, data medis dan properti.
5. Della Yohana Simanjuntak (22), perempuan, dipastikan identitasnya berdasarkan sidik jari, pemeriksaan gigi, data medis dan properti.
6. Nazaellya Tsabita Nurazisha (27), perempuan, dipastikan identitasnya berdasarkan sidik jari, pemeriksaan gigi, data medis dan properti.
7. Athiniyah Isnaini Rasyidah (18), perempuan, dipastikan identitasnya berdasarkan sidik jari, data medis dan properti.
Dengan demikian, total korban yang telah teridentifikasi sebanyak 10 jenazah dari 22 jenazah yang diterima oleh RS Polri.
Total Jumlah Korban
Sebelumnya, Rumah Sakit (RS) Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, telah mengidentifikasi tiga korban kebakaran ruko tersebut pada Selasa (9/12).
"Dari sidang rekonsiliasi malam ini, kami berhasil mengidentifikasi tiga jenazah," kata Kepala RS Polri Kramat Jati Brigjen Polisi Prima Heru Yulihartono di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (9/12) malam.
Karodokpol Pusdokkes Polri Brigjen Nyoman Eddy Purnama Wirawan mengungkapkan tiga korban tersebut teridentifikasi setelah dilakukan sidang rekonsiliasi bersama tim DVI Polri.
Tiga korban yang teridentifikasi itu, yakni:
1. Rufaidha Lathiifunnisa (22), dikenali dari sidik jari, catatan medis dan properti pribadi.
2. Novia Nurwana (28), teridentifikasi melalui sidik jari, pemeriksaan gigi, data medis dan properti.
3. Yoga Valdier Yaseer (28), dipastikan identitasnya berdasarkan sidik jari, pemeriksaan gigi, data medis dan properti.