Kapolsek Kemayoran Luka Berat di Tangan Saat Evakuasi Korban Kebakaran Ruko Terra Drone, Kini Dirawat di RS
Kapolsek Kemayoran, Kompol Agung Adriansyah, cedera serius ketika terlibat dalam evakuasi korban kebakaran di gedung Terra Drone, Johar Baru, Jakarta Pusat.
Kapolsek Kemayoran, Kompol Agung Adriansyah, mengalami cedera serius saat terlibat dalam evakuasi korban kebakaran gedung Terra Drone di Johar Baru, Jakarta Pusat. Kebakaran tersebut terjadi pada siang hari Selasa, 9 Desember 2025.
Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro, menginformasikan bahwa tiga petugas terluka saat melakukan evakuasi. Dari jumlah tersebut, dua orang mengalami luka ringan, sedangkan satu orang lainnya mengalami luka berat.
"Yang berat adalah dari Kapolsek Kemayoran," ungkapnya kepada para wartawan pada hari yang sama.
Menurut keterangan Kombes Pol Susatyo, Kapolsek Kemayoran menderita luka di bagian tangan saat membantu mengevakuasi para korban. Saat ini, Agung masih mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit Islam Cempaka Putih.
"Satu anggota kami, Kapolsek Kemayoran juga terluka di bagian tangan dan saat ini sedang ditangani di Rumah Sakit Islam Cempaka Putih," tambahnya.
Di sisi lain, jumlah korban meninggal yang dibawa ke RS Polri mencapai 22 orang, terdiri dari 7 laki-laki dan 15 perempuan. Proses administrasi visum dipercepat agar keluarga dapat segera membawa pulang jenazah.
"Dan di sana juga sudah dibuat posko untuk membantu para keluarga korban," jelasnya lebih lanjut.
19 Orang Diselamatkan
Kebakaran yang terjadi di Terra Drone, yang terletak di Kemayoran, Jakarta Pusat, telah merenggut nyawa 22 orang. Namun, sebanyak 19 karyawan berhasil diselamatkan, seperti yang diungkapkan oleh Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Provinsi DKI Jakarta, Bayu Meghantara. Proses penyelamatan dilakukan dengan cara yang dramatis menggunakan tangga milik Dinas Pemadam Kebakaran. "Ya, pintu darurat kami ada di atas sebenarnya. Alhamdulillah kami selamatkan 19 jiwa. Tadi mungkin teman-teman juga melihat 19 jiwa berhasil kami selamatkan," ungkap Bayu di lokasi kejadian pada Selasa (9/12/2025).
Bayu juga menjelaskan bahwa korban yang berhasil diselamatkan mengalami luka ringan, dan ada satu petugas pemadam kebakaran yang juga mengalami cedera serupa. "Ada luka sedikit aja yang kami evakuasi. Anggota kami satu orang yang hanya luka sedikit. Ya, karena upaya-upaya untuk penyelamatan sih sebenarnya. Ada yang kepalanya agak lecet sedikit dan sebagainya," jelasnya. Selain itu, Bayu mengungkapkan bahwa banyaknya korban jiwa disebabkan oleh kondisi akses evakuasi ke lantai atas yang sulit dan faktor kepanikan di antara para karyawan.
"Karena jalur akses yang ke atas ya. Jalur akses ke atas ini kan juga butuh energi ya. Mungkin kalutan dan sebagainya mungkin," kata Bayu. Dia juga mencatat bahwa banyak korban ditemukan di lantai tiga dan empat, meskipun kedua lantai tersebut tidak terbakar. "Lantai tiga dan empat. Betul (bukan area terbakar)," lanjutnya. Dengan demikian, insiden ini menunjukkan pentingnya kesiapsiagaan dan akses evakuasi yang memadai dalam situasi darurat.
Penyebab Kebakaran
Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Susatyo Purnomo Chondro, menjelaskan bahwa kebakaran yang terjadi diduga disebabkan oleh baterai yang terbakar di lantai satu gedung. Lantai tersebut berfungsi sebagai gudang penyimpanan, sehingga api dengan cepat menyebar ke lantai-lantai lainnya. "Ada baterai di lantai 1 yang terbakar dan sempat dipadamkan oleh karyawan, ternyata baterai yang terbakar menyebar karena lantai 1 adalah gudangnya," ungkap Susatyo saat ditemui di lokasi kejadian.
Api yang cepat membesar menyebabkan asap pekat langsung memenuhi lantai dua hingga enam gedung. Pada saat insiden terjadi, sebagian karyawan sedang berada di luar untuk makan siang, sementara beberapa lainnya masih berada di dalam untuk beristirahat. "Karyawan sedang makan berada di luar dan sebagian lagi istirahat di lantai 2, 3, dan 6. Api semakin membesar, asap naik ke lantai 6," jelas Susatyo.
Yang mengejutkan, beberapa korban tidak ditemukan dengan luka bakar, melainkan dalam keadaan lemas yang diduga disebabkan oleh kekurangan oksigen. "Korban-korban yang kami lihat tidak dalam luka bakar tapi lemas," tambahnya. Kejadian ini menjadi perhatian penting mengingat dampak dari kebakaran yang tidak hanya mengakibatkan kerugian materi tetapi juga mengancam keselamatan jiwa para karyawan.