Identifikasi 22 Korban Meninggal Kebakaran Terra Drone Kemayoran Ditutup, Penyebab Akibat Hirup Gas Monoksida
Proses identifikasi memakan waktu dua hari, berkat kombinasi kecocokan data primer dan kerja lembur tim forensik sejak malam hingga pagi.
Rumah Sakit Polri resmi menutup proses identifikasi korban kebakaran Terra Drone Kemayoran, Jakarta Pusat. Keputusan ini diambil setelah tim DVI Polri memastikan seluruh 22 jenazah telah dikenali.
"Karena semua jenazah telah teridentifikasi, ya hari ini kita nyatakan ditutup," kata Kabid Yandokpol Pusdokkes Polri Kombes Pol Ahmad Fauzi saat konferensi pers, Rabu (10/12).
Dari data diterima RS Polri, jumlah korban dikirim dari lokasi kebakaran 22 orang. Hingga hari ini, tidak ada lagi penambahan jenazah dari Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Opsi Identifikasi Kembali Dibuka
Dia mengatakan, tim menyatakan siap membuka kembali operasi apabila ditemukan korban baru. "Namun ketika nanti ada perkembangan, ada penemuan jenazah lagi, kami siap membuka operasi DVI lagi untuk mengidentifikasi jenazah yang kembali," ujar Fauzi.
Sementara itu, Kepala Rumah Sakit (Karumkit) Polri Brigjen Prima Heru proses identifikasi memakan waktu dua hari, berkat kombinasi kecocokan data primer dan kerja lembur tim forensik sejak malam hingga pagi.
Dia menjelaskan, kecepatan identifikasi terutama karena kecocokan sidik jari yang lengkap.
"Kita ada data primer yang sangat akurat dari sidik jari, ada audotologi medis dll jadi kombinasi," ujar dia.
Penyebab Kebakaran
Sementara itu, Kabid Yandokpol Pusdokkes Polri Kombes Pol Ahmad Fauzi menerangkan, seluruh korban dipastikan meninggal akibat menghirup karbon monoksida saat kebakaran terjadi.
"Ya, bisa dipastikan seperti ini," ujar Fauzi.
Kabiddokkes Polda Metro Jaya Kombes Pol Martinus Ginting menambahkan, pemeriksaan darah menunjukkan kadar CO yang tinggi, menandakan tubuh korban lebih dulu kehilangan kemampuan mengikat oksigen sebelum kobaran api membuat mereka tak bisa menyelamatkan diri.
Dia menerangkan, ikatan hemoglobin terhadap karbon monoksida jauh lebih kuat sekitar 20 hingga 30 kali dibanding oksigen.
"Jadi ketika terbakar itu kan tadi kadar keluar dia CO atau CO2 itu berikatan dengan darah. Sehingga orang tersebut tidak bisa bernapas, makanya ada pemeriksaan darah, kadar CO-nya tinggi. Kira-kira seperti itu," tandas Martinus.