Polresta Bukittinggi Terapkan Rekayasa Lalu Lintas Lebaran untuk Atasi Macet

Polresta Bukittinggi siapkan rekayasa lalu lintas Lebaran untuk antisipasi kemacetan parah di sejumlah titik vital, memastikan kelancaran arus mudik dan balik.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Polresta Bukittinggi Terapkan Rekayasa Lalu Lintas Lebaran untuk Atasi Macet
Polresta Bukittinggi siapkan rekayasa lalu lintas Lebaran untuk antisipasi kemacetan parah di sejumlah titik vital, memastikan kelancaran arus mudik dan balik. (AntaraNews)

Kepolisian Resor Kota (Polresta) Bukittinggi, Sumatera Barat, mengambil langkah proaktif dengan menerapkan rekayasa lalu lintas di berbagai titik krusial. Kebijakan ini bertujuan untuk mencegah serta mengurai potensi kemacetan yang kerap terjadi selama periode libur Lebaran 1447 Hijriah.

Kapolresta Bukittinggi, Kombes Polisi Ruly Indra Wijayanto, menegaskan bahwa upaya rekayasa ini adalah langkah antisipatif. Tujuannya adalah meminimalisir segala kemungkinan kemacetan yang mungkin timbul akibat lonjakan kendaraan.

Penerapan rekayasa lalu lintas Lebaran di Bukittinggi ini didasari oleh status kota tersebut sebagai destinasi wisata favorit di Ranah Minang. Hal ini diperkirakan akan menyebabkan peningkatan signifikan mobilitas masyarakat dan volume kendaraan yang masuk ke kota tersebut selama musim libur.

Bukittinggi dikenal luas sebagai salah satu magnet pariwisata di Sumatera Barat, menarik ribuan pengunjung terutama saat momen libur panjang seperti Lebaran. Kombes Polisi Ruly Indra Wijayanto menjelaskan bahwa status Bukittinggi sebagai kota tujuan wisata menjadi pertimbangan utama dalam perencanaan rekayasa lalu lintas. Diperkirakan, jumlah kendaraan yang akan memasuki kota ini akan sangat banyak, sehingga diperlukan strategi khusus untuk mengelola arus kendaraan.

Peningkatan volume kendaraan ini berpotensi besar menimbulkan titik-titik kemacetan di berbagai lokasi strategis. Oleh karena itu, Polresta Bukittinggi berupaya keras untuk melakukan rekayasa lalu lintas Lebaran secara komprehensif. Tujuannya adalah untuk memastikan kelancaran perjalanan bagi para pemudik dan wisatawan yang berkunjung.

Meskipun telah dilakukan berbagai upaya rekayasa lalu lintas, Kombes Polisi Ruly Indra Wijayanto tidak menampik bahwa potensi kemacetan masih tetap ada. Hal ini disebabkan oleh peningkatan volume kendaraan yang signifikan menuju berbagai objek wisata populer di Bukittinggi. Pihaknya telah mengidentifikasi beberapa titik yang menjadi lokasi rawan kemacetan, namun telah berupaya maksimal untuk meminimalisir dampak tersebut.

Strategi rekayasa lalu lintas Lebaran ini melibatkan pengaturan arus kendaraan, pengalihan jalur, dan penempatan petugas di titik-titik rawan. Tujuannya adalah untuk menjaga agar lalu lintas tetap bergerak lancar dan mengurangi penumpukan kendaraan. Polresta Bukittinggi terus memantau situasi di lapangan untuk melakukan penyesuaian jika diperlukan.

Dalam rangka mengamankan dan mengatur lalu lintas selama libur Lebaran, Polresta Bukittinggi menyiagakan 215 personel yang tergabung dalam Operasi Ketupat Singgalang 2026. Operasi ini merupakan bentuk sinergi antarlembaga untuk memastikan keamanan dan kenyamanan masyarakat.

Tidak hanya dari kepolisian, Operasi Ketupat Singgalang 2026 juga melibatkan kerja sama dengan berbagai instansi lain. Total personel gabungan yang disiagakan mencapai 350 orang, terdiri dari anggota TNI, Dinas Perhubungan, Satuan Polisi Pamong Praja, dan Palang Merah Indonesia (PMI) Bukittinggi. Kolaborasi ini diharapkan dapat mengoptimalkan penanganan lalu lintas dan respons terhadap situasi darurat.

Dazul, seorang pengemudi dari arah Kota Padang Panjang menuju Bukittinggi, memberikan testimoni positif mengenai kehadiran petugas di lapangan. Ia menyebutkan bahwa salah satu titik kemacetan saat Lebaran adalah Simpang Padang Luar. Namun, dengan adanya personel polisi yang bersiaga mengatur lalu lintas, mobilitas kendaraan menjadi lebih teratur dan lancar.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi