Kepala Sekolah Apresiasi Revitalisasi Sekolah 2025, Dukung Peningkatan Kualitas Pembelajaran

Program Revitalisasi Sekolah 2025 di Sumatera Barat menuai apresiasi dari para kepala sekolah, membawa semangat baru dan fasilitas layak untuk mendukung pembelajaran yang lebih optimal dan merata.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Kepala Sekolah Apresiasi Revitalisasi Sekolah 2025, Dukung Peningkatan Kualitas Pembelajaran
Program Revitalisasi Sekolah 2025 di Sumatera Barat menuai apresiasi dari para kepala sekolah, membawa semangat baru dan fasilitas layak untuk mendukung pembelajaran yang lebih optimal dan merata. (AntaraNews)

Program Revitalisasi Sekolah 2025 telah membawa angin segar bagi dunia pendidikan di Indonesia, khususnya di wilayah Sumatera Barat. Sebanyak 33 satuan pendidikan di Kota Payakumbuh, Kota Bukittinggi, dan Kabupaten Lima Puluh Kota baru saja diresmikan setelah menjalani revitalisasi. Para kepala sekolah mengungkapkan rasa haru dan bangga atas kondisi sekolah mereka yang kini berdiri kokoh dengan fasilitas serta sanitasi yang jauh lebih layak.

Peresmian ini menandai komitmen pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Kemendikdasmen dalam meningkatkan kualitas infrastruktur pendidikan. Program ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan mendukung proses pembelajaran yang efektif. Dampak positif revitalisasi ini diharapkan dapat dirasakan langsung oleh para murid dan tenaga pengajar di seluruh wilayah tersebut.

Revitalisasi sekolah ini tidak hanya berfokus pada perbaikan fisik, tetapi juga bertujuan untuk membangkitkan semangat baru dalam ekosistem pendidikan. Dengan fasilitas yang memadai, diharapkan sekolah dapat memberikan layanan pendidikan yang lebih baik, mencetak generasi penerus bangsa yang unggul, serta meningkatkan antusiasme masyarakat terhadap pendidikan. Program ini menjadi bukti nyata perhatian pemerintah terhadap pemerataan akses dan kualitas pendidikan di daerah pelosok.

Dampak Nyata Revitalisasi Sekolah 2025 di Bukittinggi dan Payakumbuh

Revitalisasi Sekolah 2025 telah memberikan perubahan signifikan pada beberapa sekolah di Kota Bukittinggi dan Kota Payakumbuh. Elmiyanti, Kepala SDN 11 Bukit Aput Puhun Kota Bukittinggi, menyatakan bahwa sekolahnya belum pernah tersentuh bantuan renovasi gedung sejak berdiri puluhan tahun lalu. Ia merasa sangat bersyukur karena pada tahun 2025, sekolahnya masuk dalam program revitalisasi dan kini bebas dari masalah banjir yang kerap melanda.

“Terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto dan Kemendikdasmen, kini sekolah kami sudah bebas dari banjir. Semoga hasil revitalisasi ini membawa semangat baru bagi sekolah kami untuk dapat memberikan layanan pendidikan yang jauh lebih baik ke depannya, khususnya untuk anak-anak di Kota Bukittinggi,” ujar Elmiyanti.

Senada dengan Elmiyanti, Kepala SDN 66 Payakumbuh, Bayu Prayitno, juga mengungkapkan dampak positif dari program ini. Sebelumnya, murid-murid di sekolahnya kesulitan mengakses toilet, bahkan beberapa harus menahan buang air hingga pulang ke rumah. Melalui Revitalisasi Sekolah 2025, sekolahnya menerima satu toilet baru dan satu ruang UKS, yang sangat membantu kebutuhan sanitasi dan kesehatan siswa.

Setelah revitalisasi, anak-anak sangat senang karena dapat menggunakan fasilitas toilet yang layak dan bersih. Pihak sekolah juga menambahkan fasilitas untuk berwudu, mendukung kegiatan keagamaan siswa. Peningkatan fasilitas ini secara langsung menunjang kenyamanan dan kesehatan para siswa dalam menjalani kegiatan belajar mengajar sehari-hari.

Peningkatan Fasilitas dan Semangat Baru di Lima Puluh Kota

Revitalisasi Sekolah 2025 juga membawa dampak positif yang besar bagi sekolah-sekolah di Kabupaten Lima Puluh Kota. Arjus Putra, Kepala SMA Negeri 2 Pangkalan Koto Baru, merasa sangat bersyukur karena sekolahnya mendapatkan satu ruang guru dan satu ruang kelas baru. Sebelum revitalisasi, para guru terpaksa menggunakan ruang perpustakaan dan sebagian kelas sebagai ruang kantor, yang tentu mengganggu fungsi utama perpustakaan.

Kini, para guru memiliki ruang tersendiri yang representatif, dan perpustakaan telah berfungsi sepenuhnya sebagai tempat baca bagi para murid. Arjus berharap program Revitalisasi Sekolah 2025 dapat terus berlanjut di tahun berikutnya untuk penambahan ruang kelas. “Sekolah kami terletak di perbatasan antara Sumatera Barat dan Riau. Sebagai sekolah yang berada di pelosok, kami merasa senang pemerintah telah memberi perhatian melalui program revitalisasi,” terang Arjus.

Kepala TK Aisyah Sarilamak Kabupaten Lima Puluh Kota, Nurmis Madiati, juga merasakan manfaat besar dari program ini. Selama 16 tahun, sekolahnya menumpang di Pondok Pesantren Al Kautsar dengan segala keterbatasan fasilitas. Kini, TK Aisyah Sarilamak telah berdiri megah dengan status kepemilikan yang jelas, memberikan kepastian dan kebanggaan bagi seluruh komunitas sekolah.

Sejak gedung baru digunakan, murid-murid dan orang tua menunjukkan antusiasme tinggi. Nurmis menyatakan bahwa Revitalisasi Sekolah 2025 telah membuat mereka sangat bersemangat untuk ke sekolah, bermain, belajar, dan berinteraksi. Dengan fasilitas yang sudah bagus, ia berharap TK Aisyah Sarilamak dapat mewadahi antusiasme masyarakat sekitar untuk menyekolahkan anak-anak mereka.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi