Dua Bunga Rafflesia Arnoldii Mekar Serempak di Hutan Palupuh Agam, Tarik Perhatian Global
Fenomena langka! Dua individu Bunga Rafflesia Arnoldii mekar serempak di kawasan hutan Palupuh Agam, Sumatera Barat, menarik perhatian turis global. Simak detail mekarnya.
Dua individu Bunga Rafflesia Arnoldii mekar sempurna secara bersamaan di kawasan hutan Palupuh, Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Kejadian langka ini menjadi sorotan, terutama bagi para pegiat lingkungan dan wisatawan. Mekarnya bunga parasit terbesar di dunia ini selalu menjadi daya tarik tersendiri.
Menurut Pegiat Wisata Palupuh, Joni Hartono, bunga rafflesia tersebut mekar pada hari ketiga dan hari ketujuh. Salah satu bunga yang mekar pada hari ketujuh sudah mulai menunjukkan tanda-tanda layu dengan warna yang menghitam. Kedua bunga langka dan dilindungi ini mekar dengan jarak sekitar 50 meter satu sama lain di habitat aslinya.
Keberadaan Bunga Rafflesia mekar ini berhasil menarik perhatian wisatawan mancanegara. Sebanyak 40 wisatawan dari berbagai negara seperti Belanda dan Prancis telah berkunjung untuk menyaksikan langsung keindahan bunga langka ini. Fenomena alam ini tidak hanya memperkaya keanekaragaman hayati, tetapi juga mendukung sektor pariwisata lokal.
Pesona Mekarnya Bunga Rafflesia di Palupuh
Mekarnya dua Bunga Rafflesia Arnoldii secara serempak di Palupuh merupakan kejadian yang memukau dan langka. Bunga Rafflesia dikenal sebagai salah satu flora paling unik di dunia karena ukurannya yang besar dan siklus mekarnya yang singkat. Kehadiran bunga ini menjadi bukti kekayaan alam Indonesia yang perlu terus dilestarikan.
Daya tarik Bunga Rafflesia mekar ini tidak hanya terbatas pada wisatawan domestik, tetapi juga berhasil memikat turis internasional. Kunjungan wisatawan mancanegara dari Belanda dan Prancis menunjukkan minat global terhadap keunikan alam Sumatera Barat. Ini memberikan dampak positif bagi ekonomi masyarakat sekitar dan promosi pariwisata daerah.
Joni Hartono menambahkan bahwa saat ini masih banyak knop atau bonggol Bunga Rafflesia yang diperkirakan akan mekar dalam beberapa minggu ke depan. Hal ini mengindikasikan potensi mekarnya bunga-bunga lain dalam waktu dekat. Sejak Januari hingga 9 Mei 2026, tercatat sudah ada enam Bunga Rafflesia yang mekar sempurna di kawasan ini.
Palupuh, Pusat Konservasi Flora Langka
Kawasan Palupuh memang dikenal sebagai habitat penting bagi berbagai jenis flora langka. Kepala Resor Konservasi Wilayah II Maninjau Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumbar, Ade Putra, menyatakan bahwa individu Bunga Rafflesia, bunga Rhizanthes, dan bunga bangkai sering ditemukan di wilayah ini. Bunga Rafflesia hampir setiap tahun mekar sempurna di lokasi tersebut, menegaskan status Palupuh sebagai pusat konservasi.
Sejarah konservasi di Palupuh telah berlangsung lama dengan adanya Cagar Alam Batang Palupuh. Kawasan konservasi flora langka ini memiliki luas area 3,4 hektare. Lokasi ini menjadi sangat penting karena merupakan tempat pertama kali Bunga Rafflesia Arnoldii ditemukan pada tahun 1930.
Penemuan bunga langka tersebut mendorong Pemerintah Belanda untuk menetapkan kawasan ini sebagai Cagar Alam Batang Palupuh. Penetapan ini dilakukan melalui Gubernur Besluit No 3 STBL No 402 pada 14 November 1930. Upaya konservasi yang telah berjalan puluhan tahun ini menjadi kunci keberlanjutan mekarnya Bunga Rafflesia di Palupuh.
Sumber: AntaraNews