Tekan Harga Pangan, Pemkab Natuna Gelar Gerakan Pangan Murah di Pulau Penyangga
Pemkab Natuna siapkan berbagai kebutuhan pokok untuk Gerakan Pangan Murah Natuna di pulau penyangga, bertujuan menekan harga dan memastikan ketersediaan pangan bagi masyarakat terpencil.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Natuna, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), akan menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di pulau-pulau penyangga. Inisiatif ini merupakan upaya strategis untuk menekan harga komoditas dan memastikan ketersediaan bahan pangan dasar bagi masyarakat.
Bupati Natuna, Cen Sui Lan, menyatakan bahwa program ini akan dimulai pada Senin (24/11) di Pulau Midai. Kegiatan GPM Natuna ini juga sejalan dengan kunjungan kerja beliau ke daerah yang selama ini relatif jarang tersentuh program serupa.
Fokus utama GPM Natuna adalah dua kecamatan di wilayah kepulauan yang kondisi geografisnya membuat distribusi bahan pangan seringkali tidak lancar. Langkah ini diharapkan dapat meringankan beban ekonomi warga di daerah terpencil.
Strategi Pemkab Natuna untuk Ketersediaan Pangan
Program Gerakan Pangan Murah Natuna merupakan inisiatif strategis Pemerintah Kabupaten Natuna. Tujuannya adalah untuk menjaga stabilitas harga komoditas pokok di wilayah kepulauan.
Pulau Midai menjadi titik awal pelaksanaan GPM ini, yang termasuk dalam kategori pulau penyangga. Pemilihan lokasi ini mempertimbangkan aksesibilitas dan kebutuhan mendesak masyarakat setempat.
Bupati Natuna, Cen Sui Lan, menegaskan bahwa kegiatan ini sangat penting. "Besok kita akan melaksanakan sejumlah kegiatan, salah satunya adalah penyelenggaraan pangan murah untuk masyarakat," ujarnya.
Komoditas Unggulan dan Harga Terjangkau di GPM Natuna
Dalam Gerakan Pangan Murah Natuna, berbagai kebutuhan pokok esensial akan tersedia. Komoditas tersebut meliputi Beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan), cabai rawit, tepung terigu, gula, minyak goreng, dan telur.
Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Natuna bertanggung jawab atas penyediaan beras dan cabai rawit. Sementara itu, Disperindagkopum menyiapkan gula pasir, tepung terigu, minyak goreng, dan telur untuk GPM Natuna.
Seluruh komoditas ini dijual dengan harga di bawah pasaran untuk meringankan beban masyarakat. Gula pasir dibanderol Rp12.000 per kilogram, tepung terigu Rp6.000 per kilogram, minyak goreng Rp15.000 per kilogram, dan telur Rp52.000 per papan.
Harga yang kompetitif ini diharapkan dapat membantu masyarakat menghemat pengeluaran. Program Gerakan Pangan Murah Natuna menjadi solusi nyata bagi warga di pulau-pulau terpencil.
Dampak Positif GPM bagi Masyarakat Pulau Penyangga
Kondisi geografis Natuna yang terdiri dari banyak pulau seringkali menjadi kendala utama distribusi. Hal ini menyebabkan fluktuasi harga bahan pokok menjadi tidak stabil.
Melalui Gerakan Pangan Murah Natuna, pemerintah berupaya memutus rantai distribusi yang panjang. Tujuannya adalah untuk memastikan harga yang adil sampai ke tangan konsumen akhir.
Dua kecamatan di pulau penyangga menjadi fokus utama karena selama ini jarang tersentuh program serupa. Inisiatif ini menunjukkan komitmen Pemkab Natuna terhadap pemerataan kesejahteraan.
Bupati Cen Sui Lan berharap program ini dapat memberikan dampak positif. "Program ini diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat di pulau," ungkapnya.
Sumber: AntaraNews