Tahukah Anda? Beras SPHP Bulog Natuna Disalurkan Lewat Kolaborasi Berbagai Instansi, Harga Lebih Terjangkau!
Perum Bulog Natuna gencar menyalurkan Beras SPHP melalui kolaborasi lintas instansi untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan. Simak bagaimana program ini membantu masyarakat!
Perum Bulog Cabang Natuna secara aktif berkolaborasi dengan berbagai instansi di Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), dalam upaya penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Langkah strategis ini diambil untuk memastikan ketersediaan beras bagi masyarakat serta menjaga stabilitas harga di pasaran. Pemimpin Bulog Cabang Natuna, Delly Bayu Putra, menegaskan komitmen mereka dalam menjaga pasokan pangan.
Kolaborasi ini melibatkan sejumlah pihak penting, termasuk Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), dan Pemerintah Kabupaten Natuna. Skema penyaluran utama yang digunakan adalah Gerakan Pangan Murah (GPM), di mana instansi-instansi tersebut bertindak sebagai pelaksana kegiatan, sementara Bulog menyediakan pasokan beras SPHP.
Salah satu GPM terbaru yang sukses terlaksana adalah kerja sama dengan Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (LPP RRI) Ranai. Kegiatan ini menunjukkan bahwa penyaluran beras SPHP dapat dilakukan melalui berbagai mekanisme, dan program GPM terbuka untuk dilaksanakan oleh berbagai instansi yang memiliki kepedulian terhadap ketahanan pangan masyarakat.
Kolaborasi Strategis untuk Ketersediaan Beras SPHP
Penyaluran beras SPHP oleh Bulog Natuna merupakan bagian integral dari upaya pemerintah untuk mengendalikan inflasi dan memastikan akses pangan yang merata. Melalui GPM, beras SPHP dapat didistribusikan secara lebih efektif dan langsung kepada masyarakat yang membutuhkan. Keterlibatan TNI, Polri, dan Pemerintah Kabupaten Natuna memperkuat jangkauan dan efisiensi program ini.
Menurut Delly Bayu Putra, kegiatan GPM yang masif dilakukan oleh berbagai instansi menunjukkan tingginya komitmen bersama. Dalam satu pekan, kegiatan GPM bahkan bisa dilaksanakan hingga dua kali, tergantung pada permintaan dan kesiapan lokasi. Ini menunjukkan fleksibilitas dan responsivitas Bulog serta mitranya dalam memenuhi kebutuhan beras di Natuna.
Mekanisme GPM memungkinkan beras SPHP untuk mencapai konsumen akhir dengan harga yang terkontrol, menghindari fluktuasi harga di pasar. Bulog bertindak sebagai penyedia utama, menjamin kualitas dan kuantitas beras yang disalurkan. Kolaborasi ini menjadi contoh nyata sinergi antara BUMN dan instansi pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
Harga Terjangkau dan Antusiasme Masyarakat
Dalam setiap kegiatan GPM, beras SPHP dijual dengan harga di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah. Untuk wilayah Natuna, HET beras SPHP ditetapkan sebesar Rp13.100 per kilogram atau Rp65.500 per lima kilogram. Namun, di GPM, harga yang ditawarkan bisa sedikit lebih rendah agar lebih terjangkau oleh masyarakat, sesuai pernyataan Delly Bayu Putra.
Sebagai contoh, dalam GPM yang digelar bersama RRI Ranai, Bulog menyediakan 500 kilogram beras SPHP untuk didistribusikan. Apabila antusiasme masyarakat tinggi dan stok habis, Bulog menyatakan kesiapan untuk menambah pasokan. Hal ini menunjukkan keseriusan Bulog dalam memenuhi permintaan dan memastikan tidak ada kekurangan pasokan.
Kegiatan GPM yang berlangsung selama tiga hari, yakni pada 29 Agustus serta 1 dan 2 September 2025 di halaman Kantor RRI Ranai, diharapkan dapat menjadi sarana efektif dalam menyalurkan beras SPHP langsung ke tangan masyarakat. Inisiatif ini tidak hanya membantu meringankan beban ekonomi masyarakat tetapi juga memberikan edukasi tentang pentingnya stabilisasi harga pangan.
Sumber: AntaraNews